Ku tenteng kresek hitam berisi sajadah yang masih pekat dengan darah mas Heru. Seburuk apapun kabar yang kubawa pulang, akan tetap ku beritahu Aris. Aris harus tau keadaan abinya. Doa tulus dari anak sholeh seperti Aris sangat dibutuhkan mas Heru.
"Umi ..."
Teriakan Aris memanggilku dari kejauhan. Rupanya, Aris sudah menungguku di teras rumah. Wajahnya tersirat penuh harap. Walau sedikit kulihat ada kegundahan di raut wajahnya. Aris tetap menunjukan senyuman untukku yang melangkah menghampirinya.
"Assalamualaikum. Aris sudah bangun, nak? Sudah sholat ashar? Sebentar lagi mau masuk maghrib!" kataku yang langsung menyerahkan tanganku untuk Aris cium.
"Waalaikumsalam. Sudah kok, umi. Aku sholat bareng om Ragil di mesjid depan sana. Pakai sajadah baru yang dibelikan umi."
"Ehh, mbak Wulan sudah pulang? Gimana keadaan bapak, mba? Mas Heru?"
Ragil yang tiba-tiba datang dari dalam langsung bertanya keadaan pak Iwan dan mas Heru. Kulihat Aris mengerutkan dahi, tatapannya seperti bertanya, apa sebenarnya yang telah terjadi. Belum sempat ku jawab pertanyaan Ragil, Aris sudah membuka pertanyaan baru.
"Kenapa dengan abi, umi? Abi kenapa? Abi baik-baik saja, kan? Abi mana, umi? Abi mana?"
Gamis yang kupakai, ditarik-tarik oleh Aris. Tersirat kecemasan di wajahnya. Tatapan matanya seolah berharap, Aku segera menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang membuat bibirnya menyunggingkan senyum. Tapi takdir berkata lain. Sketsa wajah Aris yang menangis, sudah terbayang di garis mataku. Tarikan nafasku terasa begitu berat. Hingga ketika ku hembuskan, serasa seperti hentakan.
"Aris ... Kamu harus lihat ini, dibuka, nak!" kataku sembari menyodorkannya kresek hitam berisi sajadah kecil yang dibelikan mas Heru untuknya.
Aris tak banyak bertanya. Ia hanya diam dan mengambil kresek yang kuberikan padanya. Dalam hitungan detik, sajadah dengan banyak bercak darah yang tertinggal sudah di genggamannya. Seketika ia menangis. Meratapi sajadah yang ia genggam.
"Ini sajadah siapa, umi? Mirip sekali…
Sajadah Terakhir
Saat Aris Tahu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
R_3DHE 💪('ω'💪)
😭😭😭😭😭😭
2023-01-15
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan Wulan selalu di salahkan😭😭😭😭😭😭
2021-12-28
0
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Disaat udah g sanggup memikul semua beban yang selalu dipiku n harus ditanggung sendiri.. Disitulah tingkat kesabaran seseorang diuji...
2021-05-10
1