Bu Iwan terus menceritakan masalah berat yang tengah ia hadapi. Sampai pada titik di mana Ragil mencoba bunuh diri karena merasa sudah tak berguna, membuat orang tuanya malu, dan kecewa dengan perbuatannya. Ia meminum obat dengan dosis yang tak wajar hingga mengakibatkan overdosis. Beruntung bu Iwan langsung mengetahuinya dan segera ditangani oleh dokter, dan Ragilpun akhirnya bisa diselamatkan.
"Assalamualaikum!" ucapku ketika masuk ke kamar rawat Ragil.
"Waalaikumsalam. Mbak Wulan? Sama siapa, mbak? Sendiri?
Melihatku datang menghampirinya, Ragil mengubah posisi dari berbaring menjadi duduk bersandar di kepala ranjang. Sedangkan bu Iwan yang juga baru saja datang bersamaku, sibuk memotong kue yang ada di box, dan di pindahkan ke piring yang kemudian ia letakkan di atas nakas bersamaan dengan beberapa gelas kemasan berisi air mineral.
"Ayo, dicicipi Wulan."
"Eh, iya, bu. Terima kasih!"
"Ibu tinggal ke toilet sebentar, ya!"
Aku mengangguk, kemudian mencomot kue lapis legit yang baru saja disuguhkan bu Iwan untukku. Sebelum melahapnya, kujawab pertanyaan Ragil yang sempat terjeda dengan omongan bu Iwan yang menawarkan kue padaku.
"Iya, Gil. Aku sendiri, kebetulan tadi ketemu ibu kamu di masjid." kataku yang kemudian melahap kue yang sudah kucomot tadi.
"Loh, memang mbak Wulan ada keperluan apa? Kok bisa ketemu di masjid rumah sakit ini? Siapa yang sakit?"
"Aris, Gil. Tiba-tiba pingsan. Efek paska operasi."
"Ya Allah, kasihan sekali Aris, ya. Anak sekecil Aris harus merasakan sakit yang begitu berat."
Wajah Ragil kulihat sendu. Matanya kini sudah berair. Kemudian ia menunduk. Seperti berusaha menahan tangis. Tak lama, ia kembali mendongakkan wajahnya, menatapku.
"Sampaikan salamku pada Aris, ya, mbak!"
"Iya, nanti kusampaikan ke Aris. Kamu cepat pulih, ya, Gil. Jangan diulangi, kasihan ibumu. Dia pasti sangat terpukul, melihat orang yang ia sayangi, keduanya terbaring di rumah sakit."
"Iya, mbak." katanya kembali menundukkan wajahnya.
"Segera bertaubat! Kembali ke jal…
Sajadah Terakhir
Balasan Untuk Kebaikan Bu Iwan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bnyk hikmah yg bisa jd contoh untuk kita👍👍👍👍
2021-12-28
0
Ida Kristyati
Sedihhh banget bacanya 😭😭😭
2021-05-18
0
Hamida Anggraeni
aku jg terharu ini
ngetik komentar mata serasa ada kabutnya
karena air mata ngalir aja 😭😘
2021-05-03
0