"Bu Wulan, bisa kita bicara berdua?"
Dokter Iksan yang telah selesai dengan beberapa serangkaian pemeriksaan pada Aris, kemudian memintaku untuk berbicara empat mata dengannya. Firasat ku langsung tak enak. Dokter Iksan terlihat begitu serius, membuat hatiku gusar seketika. Entah apa yang ingin dikatakannya mengenai kondisi Aris saat ini.
"Oh, iya, dok. Bisa!"
"Aris sama nenek boleh duluan keluar, ya. Biar dokter sama umi Aris bicara dulu sebentar soal obat apa saja yang akan diminum Aris nanti."
Aris mengangguk dengan langkah mengikuti tuntunan tangan ibu mertuaku, yang membawa tubuh mungilnya menghilang di balik pintu.
"Maaf, bu Wulan, kalau saya menyita sedikit waktu ibu untuk tetap di sini, mendengarkan apa yang ingin saya sampaikan dari hasil pemeriksaan yang baru saja saya lakukan pada Aris."
"Nggak papa, dok. Justru mendengarkan hal sepenting ini tak akan membuat waktu saya merasa tersita."
"Ok. Jadi, dari hasil pemeriksaan saya, Aris belum sepenuhnya sembuh. Hal ini bisa membuatnya suatu waktu akan kembali drop. Apalagi Aris masih kecil, ia masih sangat rentan untuk tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membuatnya drop. Saat ini pun, saya tahu Aris sedang merasakan sakit di dadanya. Walaupun ia pintar menyembunyikannya, tapi saya tahu persis dengan melihat reaksi Aris saat tadi saya coba tekan bagian dada paska operasi. Paru-parunya sangat mengkhawatirkan. Luka kecil akibat sedikit goresan yang tertusuk dibagian paru-parunya saat ia terjatuh, dan kemudian batu besar menghantam tulang rusuknya yang masih begitu muda, menyebabkan paru-parunya infeksi."
Kata-kata dokter Iksan seperti tamparan telak yang mendarat di wajah cemasku. Rasa sesak kembali hinggap di dadaku. Perasaan takut yang menurutku berlebihan ini, begitu lekat menghujam benakku. Takut akan kehilangan lagi.
"Tapi, dok. Bukannya Aris sudah dioperasi? Seharusnya Aris akan sembuh 'kan, dok? Dokter sendiri yang bilang Aris akan berangsur pulih dan membaik. Kenapa justru sekarang paru-paru Aris…
Sajadah Terakhir
Diantara Kecemasan dan Kebahagiaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
wulan pasti bisa percaya deh💪💪
2021-12-28
0
Susie
kasihan... semangat wulan
2021-05-06
0
Hamida Anggraeni
aamiin aamiin aamiin yaa robbal'aalamiin
subhanallah
semoga wulan bisa memegang tanggung jawab ini
2021-05-03
2