Pemakaman diwarnai dengan isak dan haru dari pelayat yang ikut serta mengantarkan mas Heru ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tak terkecuali Aris. Meski kulihat ia menangis dengan isak tertahan, hampir tak ada suara. Tapi air mata yang sudah menganak sungai di pipinya, dan goyangan bahunya akibat segukan yang tak bisa ditahan, memperlihatkan betapa terpukulnya ia kehilangan mas Heru.
Gundukan tanah bertabur bunga dan bertuliskan nama mas Heru di kayu nisan yang telah tertancap, mengiringi langkah para pelayat yang satu persatu meninggalkan makam.
"Tante ... Maaf aku telat! Kirain mas Heru di semayamkan di rumah tante. Tapi mbak Lastri langsung kasih alamat mas Heru dan istrinya mengontrak, pas sudah sampai malah sepi, begitu dikasih tahu tetangga mas Heru dimakamkan di sini, aku langsung ke sini."
Seorang wanita berperawakan tinggi dengan mengenakan kerudung pasmina di kepalanya yang masih terlihat rambut pirang dan poni lentiknya, menghampiri ibu mertuaku. Tak begitu jelas, karena posisinya menyamping dan hampir membelakangiku.
"Nggak papa Mira, kamu sama siapa ke sini?"
'Mira? Mira siapa? Apa Mira yang ku kenal? Mira teman sekolahku? Ahh, mungkin cuma namanya saja yang mirip.'
Aku sempat berfikir kalau wanita yang menghampiri ibu mertuaku itu Mira temanku semasa SMA dulu. Tapi segera kutepis, karena yang bernama Mira, tak hanya satu di dunia ini.
"Umi ... Apa aku boleh memegang kayu itu?" tanya Aris yang membuatku beralih pandang ke sosok mungil yang tengah menunjuk kayu nisan bertuliskan nama mas Heru.
"Tentu boleh, Aris ... Sekalian bacakan doa untuk abi ya, nak!"
Suaraku yang terdengar rupanya membuat wanita itu menengok ke arahku.
"Wulan?" katanya bingung.
Aku pun ikut bingung dibuatnya, sosok wanita dihadapanku benar-benar Mira yang kukenal. Teman semasa SMA yang juga sudah berbaik hati menawariku pekerjaan di kantornya.
"Mira? MashaAllah ... Ternyata benar, kamu? Ya Allah ..."
Ibu mertuaku yang sebelumnya tak tahu aku dan Mira saling kenal menunjukan raut…
Sajadah Terakhir
Pemakaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Jngn sampe Aris kenapa" ya Thor kasihan wulan kl Aris kenapa"😭😭😭😭😭
2021-12-28
0
Ratna Utami
thor knp mas heru harys meninggal sih 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
aq gal kuat ini nahan air mata thor
2021-05-30
0
Hamida Anggraeni
sekoga kesehatan aris segera pulih ya thorr
2021-05-03
1