"Wulan ... Aris mana? Kok sudah terang nggak kelihatan? Sudah ditinggal saja, biar mbak Lastri yang mengurusi ini."
Aku yang tengah menggelar beberapa karpet besar di ruang tamu untuk pengajian nanti langsung melepasnya, kulihat jam besar yang menempel di dinding ruang ini. Aku baru ingat, sudah sekitar satu jam Aris tak terlihat sejak terakhir kutinggalkan sholat subuh tadi.
"Dilihat sana, mungkin habis sholat Aris langsung nerusin hafalannya. Dikasih tahu, Wulan, Arisnya! Jangan kelamaan, nanti kecapek'an."
"Iya, bu."
Dengan cepat ku langkahkan kaki ini menuju ruangan di mana Aris terakhir kulihat. Perasaanku tiba-tiba tak karuan, saat melihat Aris yang masih dengan posisi bersujud di atas sajadah pemberian mas Heru.
"Aris ..." panggilku yang duduk memdekat dengan kedua lututku.
Hatiku semakin gusar, kala Aris tak kunjung menyahut dan bangkit dari sujudnya. Pikiran buruk sudah merayap di kepalaku, membuat hati ini semakin parau.
Buru-buru kupegang Aris sambil memanggil namanya, kucoba goyangkan tubuhnya. Seketika Aris tergeletak tanpa suara dan gerak.
"Aris ...! Aris ...! Kamu kenapa, nak? Bangun, Aris ..."
Aku menangis, menjerit saat kudapati tubuh Aris yang sudah dingin. Kuangkat ia kepangkuanku. Kuciumi wajah pucatnya yang terlihat tenang dan sedikit memperlihatkan senyum dengan mata terpejam. Tak ada lagi nafas yang kurasa seperti saat Aris pingsan dulu. Aris anakku, sudah tiada.
"Astagfirullah ... Aris ... Jangan tinggalkan umi, nak! Umi nggak kuat, nak! Aris bangun, nak ... Aris ..."
"Wulan? Aris kenapa? Astagfirullah!" ibu datang karena mendengar suara teriakanku memanggil Aris.
"Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun," ucapku lirih dengan bibir gemetar.
"Apa maksud ucapanmu, Wulan?"
"Aris sudah pergi, bu. Aris sudah nggak ada."
Tangisku semakin merebak. Air mata yang keluar seperti kucuran air yang deras membanjiri wajah. Laksana terhunus pedang dada ini hingga menembus punggung. Sakit sekali rasanya, melihat Aris yang sudah terbujur tanpa nafas di pangkuanku.…
Sajadah Terakhir
Sujud Terakhir di Sajadah Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
tyta betyta
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-08-08
0
R_3DHE 💪('ω'💪)
gak berhenti nangis😭😭😭😭😭
2023-01-15
0
R_3DHE 💪('ω'💪)
astaghfirullah 😭😭😭😭😭😭
2023-01-15
0