"Bu ... Kenapa ibu lakukan semua ini untukku? Aku sama sekali nggak pantas menerimanya, bu. Itu semua punya ibu. Milik ibu." kataku pelan dan hati-hati.
Kuhampiri ibu mertuaku yang tengah bersantai duduk di halaman belakang rumah dengan album foto ditangannya, sambil memakan camilan dan sesekali menyeruput teh hangat di cangkir bergambar bunga.
"Jangan berdiri, sini duduk, ikut ngeteh sama ibu."
"Bu ..."
"Duduk, Wulan!"
Aku pun duduk di sebelah ibu mertuaku. Kulihat album foto yang masih terbuka di pangkuannya. Seorang anak kecil berseragam TK yang mirip dengan perawakan Aris berada disalah satu lembaran foto yang tertempel di album.
"Bu, anak kecil ini siapa? Mirip sekali dengan Aris. Apa ini mas Heru?"
"Ya. Ini Heru saat baru mulai bersekolah, ia masih berumur 5 tahun. Aris memang mirip sekali dengan Heru kecil. Tak ada yang dibuang darinya. Dari kecil Heru selalu membuat ibu tersenyum akan ulahnya. Tak pernah sedikitpun ia membiarkan ibu menangis di hadapannya. Setiap saat, ibu selalu melewati hari-hari dengannya, tanpa terkecuali. Heru dekat sekali dengan ibu. Bahkan saat usianya sudah menginjak tahun ke 10, Heru ingin tetap tidur ditemani ibu. Heru ... Ibu kangen, nak! Ibu kangeeeeen sekali."
Tak terasa air mataku terjatuh. Melihat ibu mertuaku seperti ini, aku jadi merasa sangat bersalah telah mengambil mas Heru dari kehidupannya. Karenaku, mas Heru jadi dibenci ibunya sendiri. Karenaku, mas Heru memilih meninggalkan ibunya untuk tetap bisa bersamaku.
Aku benar-benar egois. Seolah aku perempuan jahat yang secara tak langsung memisahkan anak dengan ibunya. Kalau saja dulu aku menolak pinangan mas Heru, saat ini ibu dan mas Heru pasti sudah bahagia. Pikiranku menjadi berandai-andai, sampai lupa akan takdir Allah yang sudah menempatkanku pada kehidupan yang sekarang aku jalani.
'Astagfirullah ...' gumamku menyesali pikiranku yang penuh perandaian.
"Ibu ... Kalau ibu kangen sama mas Heru. Ibu 'kan bisa melampiaskan rasa kangen itu lewat Aris. Atau ibu juga bisa me…
Sajadah Terakhir
Aris Kembali Pingsan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baru saya baca novel yg dr pertama sampe skrng nangis trus😭😭😭
2021-12-28
0
Ratna Utami
thor...
sumpaaaaahhh
aq gak bisa komen lagi
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2021-05-30
0
Bayangan Ilusi
Huaa.. Aris..
2021-05-08
0