Mereka tengah berdiri di posko, bersalaman dengan beberapa orang pekerja di sana. Lalu, Pak Johan mulai menerangkan sedikit pekerjaan pada mereka setelah memperkenalkan diri.
“Kalian ukur bagian jalan sebelah ini sama Bang Irul. Ini yang pakai topi koboi ini namanya Bang Irul,” pinta Pak Johan memperkenalkan rekan kerjanya, lalu menerangkan beberapa pekerjaan pada mereka berempat.
“Iya, Pak,” sahut mereka patuh.
Mereka berempat mulai memikul dan menggendong alat pengukur. Mengikuti arah dari Bang Irul sebagai pemimpin team mereka. Saddam berdiri dan membidik alat ukur, Viko mencatat data untuk meletakkan ukurannya, Diro memberikan pemancangan atau patok ukur dengan tanda dengan cat pylox putih di jalan yang akan di perbaiki. Sedangkan Agung mengikuti dan mencatat semua proses serta analisa yang di terangkan oleh Bang Irul.
Mereka bekerja dengan giat dan cepat berinteraksi dengan pekerjaan nya, hingga jam istirahat pun tiba.
“Ayo, kita berhenti dulu, sudah waktunya istirahat dan makan,” ajak Bang Irul pada mereka.
“Iya, Bang.”
“Siapa yang mau jemput nasi dan minuman ke posko utama?" tanya Bang Irul lagi. Mereka berempat saling pandang. Tatapan mereka saling melempar, hingga akhirnya tertuju pada Saddam.
"Biar aku sama Saddam Bang," usul Viko.
Saddam dan Viko berjalan ke arah posko utama, tidak terlalu jauh, namun cukup melelahkan dan menyita belasan menit berjalan ke posko utama saja. Sedangkan Irul, Agung dan Diro, duduk bersandar di bawah pohon di tepi jalan itu. Pohon yang mereka sandari adalah pohon yang paling tinggi dan besar di sana.
Sejuk dengan angin sepoi, sehingga Bang Irul memejamkan matanya, dan tertidur sejenak.
Drrt! Drrt! 🎶la la la
Terdengar hp Agung berdering dan bergetar dalam saku celananya. Dia mengangkat panggilan itu, berbincang sebentar, lalu mati, di telfon lagi, dan mati lagi.
“Ah, nggak ada sinyal! Pantesan! Apes bener!” Agung berdecih sendirian sambil menggoyangkan hp, mencari signal.
“Diro, bentar ya, gue cari signal dulu, enggak denger ny…
Misteri Desa Lagan
Bab 6. Kaki Agung Luka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments