Bab 24. Surat

"Bu!" Viko dan teman-temannya segera mendekat ke arah Bu Anisa yang pingsan.

"Ada apa ini, Nek?" Saddam menatap Nenek yang tampak melihat ke arah kamar nomor tiga yang tengah terbuka.

"Sepertinya ... Nak Anisa melihat sesuatu yang cukup menakuti dirinya, hingga dia pingsan," jawab Nek Raisyah, lalu berjalan ke kamarnya, mengambil ponsel dan menelepon Pak Thalib.

Saddam segera membawa minyak angin dari kamarnya, dan membantu mengoleskan ke tangan, dan jari kaki Bu Anisa, lalu menciumkan aroma minyak angin itu ke hidung Bu Anisa.

Tak lama, Pak Thalib datang sendiri tengah malam ke rumah Nek Raisyah.

"Lebih baik Dik Anisa tinggal di rumah saya dulu saja, Mandeh." Pak Thalib berbicara pada Nek Raisyah dan Bu Anisa, setelah Bu Anisa terbangun, dia masih tampak ketakutan.

"Sepertinya Dik Anisa menjadi incaran," ucap Pak Thalib.

"Incaran?" Bu Anisa duduk tegap, matanya melotot. "Kenapa bisa? Apa yang saya lakukan?"

"Tidak ada, hanya saja sepertinya kamu di ikuti dan di incar, lebih baik tinggal di rumah saya dulu saja, di rumah saya aman, di sini tidak baik untuk Dik Anisa."

Agung dan Diro merinding. "Lalu, kami bagaimana Pak?" tanya Agung.

Pak Thalib menatap mereka berempat. "Kalian tidak apa-apa, ada Nenek yang membantu dan menjaga kalian, sementara Dik Anisa, ini hal yang berbeda, sudah campur tangan manusia, bukan makhluk kasat mata saja," jelas Pak Thalib.

"Ada orang lain?" Saddam menatap aneh Pak Thalib. "Bu Anisa baru datang ke desa ini, bagaimana bisa ada yang tak suka sama Bu guru?" ujar Saddam.

"Itulah. Manusia memang sama-sama punya kepala, sama-sama punya otak, tapi syaraf otaknya tak sama, ada yang bekerja dengan baik, ada yang kerjanya asal kerja, yang nyaris kosong."

Pak Thalib memilih tidur di ruang tamu bersama ke empat murid Bu Anisa, untuk memastikan ke amanan Bu Anisa, sementara Bu Anisa tak bisa tidur sama sekali dan Nek Raisyah menemani guru cantik itu sambil membaca buku doa-doa.

Pagi ini, Nek Raisyah dan Pak Thalib lebih dulu ke rumah Pak Thalib d…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!