Mereka berempat sudah mandi dan bersiap ke Masjid. Usai shalat Magrib, mereka berempat memilih duduk di teras Masjid sambil memakan jajanan telur gulung kuah sate.
"Kau mau cerita apa, Gung?" Diro menatap Agung.
"Aku merasa desa ini gak aman buat kita PL. Mending kita telepon Bu Anisa deh, sebelum terjadi apa-apa, perasaan aku nggak enak." Agung mengelus tangannya.
"Ah, dasar pengecut! Belum apa-apa udah nyerah. Sama aja entar tuh, lagian desa ini masih Sumbar, nggak jauh-jauh amat kalo pulang, biaya gak gede amat, bisa naik bus, daripada entar ke Bengkulu, Kalimantan dan lain-lain, kan makin susah," kata Viko.
"Ini bukan tentang dekat jauh atau biaya, perihal keamanan kita, desa ini enggak aman, terlalu angker dan aneh."
"Aneh gimana?" Viko bertanya, lalu mengambil satu tusuk dadar gulung lagi, mencelupkan ke kuah sate.
"Desa ini dipenuhi dengan kuburan hampir setiap rumah, yang kedua setiap orang selalu kasih peringatan tentang simpang tiga itu dan kejadian aneh tadi siang, bikin aku yakin tempat ini gak aman buat kita, ayo kita telfon Bu Anisa, mending cari tempat lain."
"Emangnya, tadi siang kamu kenapa? Kamu lihat apa?" Viko menatap Agung, bahkan meletakkan tusuk dadar gulung yang masih sisa setengah, dia menghentikan suapannya.
"Seorang gadis cantik dengan rambut panjang hitam lurus, kakinya luka, dia nangis. Aku bertanya dan ingin nolong dia. Tapi, kenyataan aku ada di dalam parit simpang tiga itu dan kakiku terluka. Ini sudah ganjil dan aneh banget guys!"
"Jadi, kau lihat gadis?" Diro, merapatkan duduknya, takut.
"Iya. Untung tadi kau tarik aku, kalau tidak, entah apa yang terjadi. Di puskesmas tadi, Bu bidan bukan cuma ngasih obat biasa, tapi kasih aku air bacaan doa gitu, di bilas ke kakiku ini, di minum sama buat cuci muka. Aneh banget tau gak!"
"Njir lah, takut!" Diro merinding. "Kalau begini, kita harus lapor Bu Anisa deh, aku nggak mau tinggal nama aja!"
"Kita baru sehari kerja sama Pak Johan, lagian nggak bisa segampang itu juga, kita berurusan sama P…
Misteri Desa Lagan
Bab 8. Teror Di Desa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments