Pagi ini, mereka berempat sudah kembali masuk bekerja di lapangan. Mereka melapor pada Bang Irul dan Pak Johan, jika kemarin ada sesuatu yang mendesak. Mereka di maafkan kali ini, namun mendapatkan ceramah cukup panjang dan nasihat baik, agar nanti kelak di tempat kerja mereka yang sesungguhnya setelah tamat sekolah, mereka bisa bertanggungjawab dan bekerja sama.
"Terimakasih Pak, Bang." Mereka kompak menyahut dan kembali ke tempat kerja masing-masing.
Saddam dan Agung dibagian pengukuran tanah dan memberi tanda dengan cat pilot putih ataupun hitam. Sementara Viko dibagian pemantauan dan pemetaan bersama Diro, yang di awasi oleh Bang Irul.
"Nanti selesai Isya datanglah ke rumah, Abang ada syukuran kecil-kecilan, gak ngundang banyak orang, beberapa orang aja, tetangga dekat banget sama kalian dan Tek Raisyah." Bang Irul berbicara pada mereka saat jam istirahat tiba.
"Insyaallah Bang, kami datang," jawab Viko.
"Oh ya, kemarin terjadi apa saja sama kalian? Apa yang kalian lihat?" tanya Bang Irul menatap mereka berempat yang baru saja selesai makan, bahkan Diro dan Agung baru saja cuci tangan.
"Kami gagal pulang karena tak ada bus yang mau berhenti dan ojek untuk ke desa sebelah pun kurang beruntung, mogok dan lainnya. Jadi, kami memilih kembali pulang, soalnya jam 3 sore sudah tak ada bus lagi ke kota."
Bang Irul tampak mengangguk mendengar. "Trus ada penampakan?"
Mereka berempat menatap Bang Irul beberapa detik lalu sama-sama mengangguk.
"Siapa?"
"Keduanya," jawab Saddam menatap tajam Bang Irul.
"Keduanya?" Bang Irul tercengang lalu termenung.
"Pertanda apa itu bang?" tanya Saddam.
Bang Irul menghela nafas panjang. "Pertanda tak baik. Aku akan membantu kalian, percayalah. Kalian pasti kembali. Waktu praktek kalian sisa 20 hari lagi kok. Seminggu sebelum itu, aku akan pikirkan caranya, untuk Dik Anisa juga." Bang Irul berkata mantap.
"Ya sudah kalian fokus saja, tak perlu banyak pikir, Abang pasti bantu kalian, kalian akan baik-baik saja. Nanti di rumahku saja kita men…
Misteri Desa Lagan
Bab 28. Hindari Hendra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments