Saddam membalik wajahnya. "Astaghfirullah, kau ngagetin aja sih, Gung!" Rupanya, yang menepuk pundak Saddam adalah Agung.
"Kau tadi aku panggil diam aja dan terus nyelonong," jawab Agung.
"Tumben berani sendirian?" Saddam menatap curiga Agung.
"Sendirian apanya, aku sama Diro dan Viko ngambil selimut dan lain-lain, nih mereka mau ke kamar bareng, kau dipanggil diam aja!" Agung bersidekap tangan di dada.
"Eh, aku tadi fokus ke kamar aja sih, nggak merhatiin kalian." Saddam baru menyadari dan melihat, dia memang berada di antara pintu kamar Viko dan dinding kamarnya. "Ya udah, ayo bareng!" ajak Saddam.
"Udah semua 'kan?" Saddam memastikan kembali jika tidak ada yang ketinggalan. "Selimut, bantal kesukaan kalian, charge atau apapun, udah? Aku nggak mau diganggu kalo udah tidur nanti," terang Saddam.
"Iya, iya, udah nih!"
Mereka berempat pun menuju ke kamar dan tidur bersama.
Semakin malam, rasanya semakin mencekam, padahal tiga pemuda tadi sudah lemas dan cukup lelah, namun mata tak bisa terpejam.
"Dam, kau tidur?" Agung berbisik dan menoleh pada Saddam yang berada di tepi ranjang, sementara ditengah ada Diro dan Agung, lalu ditepi sebelah dinding Viko.
"Apa sih Gung, tidurlah, udah malam, ngantuk!" Saddam menjawab dengan malas sambil mata terpejam.
"Aku nggak bisa tidur, kau nggak dengar itu, suara di luar?"
"Itu suara angin, daun beradu daun kali diterbangkan angin. Udah kalian jangan mikir aneh aneh deh, mending tidur. Ini udah malam banget." Saddam menyamping memunggungi Agung, menarik selimutnya.
"Ih, dasar ini anak!" Agung menggerutu dan menoleh pada Diro yang juga menatapnya, sementara Viko juga sudah memejamkan mata dengan posisi tubuh menelentang.
"Udah Dir, Gung, mending kalian pejamkan mata, baca ayat kursi, ayat pendek, doa tidur dan berdo'a," kata Viko. Kemudian juga membelakangi Diro menghadap ke arah dinding.
Agung dan Diro berusaha memejamkan mata, namun suara-suara aneh makin terdengar, apalagi seolah ada yang bolak balik di depan pintu kamar mereka.
…
Misteri Desa Lagan
Bab 13. Bertemu Hendra Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments