Usai makan siang, Bang Irul menyampaikan informasi bahwa, untuk bekerja hari ini sampai di sini saja, karena anak dari Sita yang meninggal tadi subuh sudah sampai di bandara. Lebih kurang, dua jam lagi akan sampai, makanya semua pekerja dipulangkan agar bisa melayat dan membantu proses pemakaman.
Putra dan putri Sita menangis, beberapa sanak keluarga dan tetangga memeluk mereka.
Saddam dan ketiga temannya duduk bersama warga pria yang ada di tenda, sementara Nek Raisyah sudah di sini sejak beliau mendengar berita duka.
Mayat di bawa dengan keranda ke masjid, di iringi banyak orang, lalu di salati dan di bawa ke pemakaman umum.
"Pusara di sini banyak yang retak-retak, ya bang?" Agung berkata pelan pada Bang Irul.
"Iya, retak karena gempa bumi tahun 2009 dulu," jawab Bang Irul.
"Oh, tapi pusara yang satu itu kok di pagar begitu?" Diro melihat ke arah pusara yang dipagari, berbeda dengan pusara yang lain.
"Oh, itu pusara Anggita, korban kecelakaan tahun 2008, hanya dia seorang yang dikuburkan di pemakaman umum, sementara yang lain di tanah mereka masing-masing, ada yang ditanah kebun dan pekarangan rumah mereka," jawab Bang Irul.
"Oh. Karena korban kecelakaan makanya di pagar?" tanya Agung bingung.
"Bukan juga, itu karena pihak keluarga yang ingin memagari."
Saddam merasa penasaran dan dia pun berjalan sendirian ke arah pusara itu, melihat kuburan yang retaknya cukup lebar. Bang Irul dan yang lainnya juga menyusul.
"Kenapa tidak diperbaiki keluarganya, atau ditambal yang retak ini, kalau mereka saja begitu perhatian sampai memagari kuburan ini," ungkap Saddam.
"Entahlah, mungkin tidak sempat," balas Bang Irul, kemudian mencabuti rumput liar yang sudah agak besar di sekitar kuburan-kuburan itu.
Tak lama rombongan yang membawa jenazah sudah sampai di depan tanah galian, sementara Saddam dan lainnya lebih dulu sampai karena mereka pakai motor bersama bapak-bapak lebih dulu.
Mereka yang tadinya berpencar, ada yang dari kuburan keluarganya dan lainnya, kini berkumpul. Mengu…
Misteri Desa Lagan
Bab 16. Agung Pingsan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments