BAB 15 - Rindu Itu

Telah kubakar serpih harap di tungku waktu, namun abunya kembali menari di setiap lengkung ruang yang kutinggali.

Telah kutenggelamkan namamu dalam palung yang paling sunyi, tapi arus kenang justru menyeretnya kembali tanpa lelah, tanpa usai.

...***...

Di sekolah, Rayna berusaha keras menghindari Ben. Saat mata mereka hampir bertemu, ia langsung memalingkan wajah. Saat jam istirahat, Rayna menghampiri Ben yang sedang duduk sendirian.

"Ben," Rayna memulai, "gue gak mau ketemu lo dulu beberapa hari ini."

Ben mengerutkan kening. "Maksud lo?"

"Ya gue gak mau ketemu lo dulu, Ben," ulang Rayna.

"Mana mungkin bisa, Rayna. Kita sekelas."

"Maksud gue, ketemu di kelas doang sebagai teman sekelas. Selebihnya, gue gak mau pulang pergi bareng lo, atau ngobrol sama lo."

Ben menatap Rayna tajam. "Lo kenapa sih? Masih marah soal semalem?"

Rayna mendesis, merasa risih dengan tatapan orang-orang sekitar. "Ben, bukan soal semalem. Gue cuma lagi gak mau berhubungan sama lo." Rayna berbalik dan pergi.

Rayna berbalik, hendak pergi, namun Ben meraih lengannya.

"Ya tapi kenapa sih, Rayna? Alasannya apa?" tanya Ben, nada suaranya penuh dengan kebingungan dan sedikit frustrasi.

Rayna menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Ia menatap mata Ben, mencoba menyampaikan perasaannya tanpa harus menjelaskan terlalu banyak.

"Pokoknya gue lagi pengen sendirian," jawab Rayna, suaranya lirih namun tegas. "Gue harap lo ngerti," tambahnya, lalu melepaskan diri dari genggaman Ben dan bergegas pergi, meninggalkan Ben yang terpaku dengan tatapan kosong.

Ben hanya terdiam, terpaku di tempatnya, melihat Rayna pergi menjauh. Pundaknya terasa berat, dan ada sesuatu yang mencelos di dalam dadanya.

"Wey bro, ngelamun aja," sebuah suara membuyarkan lamunannya. David, sahabatnya, menepuk pundaknya. "Kenapa sih?"

"Ngelamun apaan? Perasaan gue biasa aja," elak Ben, berusaha menyembunyikan perasaannya.

David menyeringai. "Itu lo keliatan banget ngelamunnya. Putus ya lo sama si calon istri itu?" godanya.

"…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

🍊⃟𝐒𝐓𝐉🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

🍊⃟𝐒𝐓𝐉🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪

jngn merasa bersalah hnya krn memilih jalan yg bikin hatimu lebih sehat lebih plong... melepaskan bukan brrti mengkhianati, tapi itu bentuk cinta yg sudah kau perjuangkan hingga titik habisnya kesabaran 🗿

2025-12-07

0

PrettyDuck

PrettyDuck

hadeh si rayna kenapa susah banget deh move on dari vando, padahal gak ada kejelasan samsek

kalo gini kan menderita sendiri dia. fokus sama diri sendiri atau cari orang lain deh mendingan 😐

2025-12-18

0

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Rayna, kalau kamu terus merasa bersalah seperti ini, maka akan sangat mengganggu psikologis mu. Ingat, Rayna! Hidup harus terus berjalan, baik dengan maupun tanpa Vando.

2025-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!