BAB 23 - Mie Ayam

Siang itu, sekitar pukul sebelas siang, mereka telah selesai ujian di sekolah, maka dari itu, kelas memang lebih singkat dari biasanya. Seperti biasa, mereka berjalan menuju parkiran motor untuk mengambil motor kesayangan Ben.

Rayna berjalan di samping Ben sambil sesekali bercanda, suasana hati mereka sudah membaik setelah kejadian tadi pagi. Udara siang itu terasa hangat, tapi kebersamaan mereka membuat semuanya terasa menyenangkan.

"Temenin gue makan dulu ya, laper," kata Ben sambil memegangi perutnya.

"Kemana?" tanya Rayna.

"Kalau makan ke material," jawab Ben asal.

"Loh kok makan ke material?" Rayna mengerutkan keningnya bingung.

"Ya lo pikir aja kalau makan kemana," Ben tertawa kecil melihat ekspresi bingung Rayna.

"Ih gue kan cuman nanya, maksudnya makan apa gitu," Rayna memukul pelan lengan Ben.

"Udah ah ikutin gue aja, pokoknya ini tempat favorit gue," kata Ben sambil menarik tangan Rayna menuju motornya.

"Oke deh," jawab Rayna pasrah, tapi sebenarnya dia penasaran kemana Ben akan membawanya.

"Ayo buruan naik," ujar Ben sambil menunggu Rayna.

"Iya iya, tapi jangan lama-lama ya di tempat makannya. Kita harus belajar lagi, masih ada ujian besok," balas Rayna sambil tersenyum, tetap perhatian sama tanggung jawabnya.

Mereka berdua lalu segera naik ke motor, siap melanjutkan hari mereka dengan semangat meski harus menghadapi ujian lagi.

"Iya ah, bawel," jawab Ben sambil mencubit hidung Rayna gemas.

Dia lalu menyalakan motornya dan melaju meninggalkan parkiran sekolah, membawa Rayna menuju tempat makan favoritnya. Pasti ada sesuatu yang spesial di tempat itu, pikir Rayna dalam hati.

Motor melaju sedikit lebih cepat, membelah jalanan yang mulai ramai. Udara siang itu memang sedikit panas, tapi angin yang berhembus saat mereka melaju sedikit mengurangi gerah.

Akhirnya, motor menepi di depan sebuah gerobak mie ayam di tepi jalan. Rayna sedikit terkejut, tapi dia tersenyum melihat Ben sudah turun dari motor dengan wajah bersemangat. Ternyata ini tempat makan favorit B…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Rayna, mungkin Ben terinspirasi dari Master Limbad. Karena dalamnya cintanya padamu, dia sampai lupa daratan, sehingga ingin mencoba memakan semen, minumnya cat tembok 😁

2025-12-19

0

Nuri_cha

Nuri_cha

semakin manis aja mereka tuh... aku gak rela ya Thor kalo tiba2 vando datang dan merusak semuanya 🤣

2025-12-10

0

MARDONI

MARDONI

Kenapa adegan simpel gini malah terasa ROMANTIS?? Jarak di motor + angin + mie ayam?? Kena banget.

2025-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!