"Ada dua manusia yang pura-pura biasa, padahal saling jatuh di dalam diam."
...***...
Di tengah terik matahari Menteng yang membakar kulit sekitar pukul satu siang, Ben dengan setia mengantarkan Rayna sampai ke depan rumahnya. Meskipun peluh sudah membasahi pelipisnya, semangatnya tak surut sedikit pun.
Setibanya di depan pagar rumah Rayna, Ben mematikan mesin motor. "Udah sampe nih," ucapnya sambil tersenyum, "Gue langsung balik ya, semangat belajarnya buat ujian besok."
Rayna mengangguk, membalas senyum Ben. "Oke, hati-hati ya, Ben."
Tiba-tiba Ben memasang tampang bingung dan berteriak, "Hah? Apa? Gue gak denger...?"
Rayna menghela napas, teringat akan permintaan konyol Ben. Dengan wajah datar, ia berkata, "Hufftt... Hati-hati, gantengku."
"Ahaha, siap, cantikku!" balas Ben sambil mengedipkan mata, lalu menyalakan motor dan bergegas pergi, meninggalkan Rayna yang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.
Rayna berdiri di depan pagar, memandang motor Ben yang semakin menjauh, lalu tersenyum kecil sendiri. Meski lelah karena perjalanan, dia merasa bahagia dan sedikit geli dengan semua tingkah Ben tadi. Setelah itu, dia melangkah masuk ke dalam rumah, siap menghadapi hari-harinya dengan semangat baru.
...***...
Di tengah perjalanan, Ben berhenti di sebuah taman yang teduh. Ia mematikan motor, melepas helm, dan dengan posisi masih duduk di atas motor, ia mengeluarkan ponselnya. Jemarinya lincah mengetik sebuah pesan untuk Rayna,
"Jangan kangen ya, cantikku. Besok gantengmu ini akan jemput lagi, hehe."
Ben tersenyum sendiri membayangkan reaksi Rayna saat membaca pesannya.
Semenjak Rayna memanggil Ben dengan sebutan 'gantengku'. Ben merasakan sesuatu yang berbeda didalam dirinya.
Kemudian, Ben menekan foto profil Rayna, memandangi fotonya yang terlihat sangat cantik dan anggun. "Ini sih bukan dia yang jatuh cinta sama gue, tapi gue yang tergila-gila sama dia, hahaha..." gumamnya sambil terkekeh.
Dia mulai memperbesar dan memperkecil foto Rayna berulang kali. "Arrgh…
Promise: Menafsir Kamu
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments
@dadan_kusuma89
Ben, memenangkan perdebatan dengan orang tua adalah kekalahan paling pahit. Namun, memenangkan kembali hatinya adalah kemenangan paling langit. Harmoni yang kalian rajut sekarang adalah simfoni yang paling indah, Sebuah bukti bahwa sekeras apa pun batu berseteru, Kasih sayang akan selalu menemukan celah untuk tumbuh kembali.
Tetaplah menjadi dermaga yang tenang bagi ibumu, Ben. Sebab di dunia yang riuh ini, tak ada doa yang lebih tulus menembus awan, Selain doa seorang ibu yang hatinya telah kau buat tenang.
2025-12-21
2
Renjana Senja
eh eh. jangan gitu. nanti cacing-cacing di perut Ben berdendang kesenangan karena dipanggil ganteng/Chuckle/
2025-12-23
0
Rezqhi Amalia
ngakak😭, yakin sih tidak Ben tidak bisa tidur enak nanti malam. trbayang bayang trus dengan si Rayna😂
2025-12-12
0