BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!

"Ada dua manusia yang pura-pura biasa, padahal saling jatuh di dalam diam."

...***...

Di tengah terik matahari Menteng yang membakar kulit sekitar pukul satu siang, Ben dengan setia mengantarkan Rayna sampai ke depan rumahnya. Meskipun peluh sudah membasahi pelipisnya, semangatnya tak surut sedikit pun.

Setibanya di depan pagar rumah Rayna, Ben mematikan mesin motor. "Udah sampe nih," ucapnya sambil tersenyum, "Gue langsung balik ya, semangat belajarnya buat ujian besok."

Rayna mengangguk, membalas senyum Ben. "Oke, hati-hati ya, Ben."

Tiba-tiba Ben memasang tampang bingung dan berteriak, "Hah? Apa? Gue gak denger...?"

Rayna menghela napas, teringat akan permintaan konyol Ben. Dengan wajah datar, ia berkata, "Hufftt... Hati-hati, gantengku."

"Ahaha, siap, cantikku!" balas Ben sambil mengedipkan mata, lalu menyalakan motor dan bergegas pergi, meninggalkan Rayna yang menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.

Rayna berdiri di depan pagar, memandang motor Ben yang semakin menjauh, lalu tersenyum kecil sendiri. Meski lelah karena perjalanan, dia merasa bahagia dan sedikit geli dengan semua tingkah Ben tadi. Setelah itu, dia melangkah masuk ke dalam rumah, siap menghadapi hari-harinya dengan semangat baru.

...***...

Di tengah perjalanan, Ben berhenti di sebuah taman yang teduh. Ia mematikan motor, melepas helm, dan dengan posisi masih duduk di atas motor, ia mengeluarkan ponselnya. Jemarinya lincah mengetik sebuah pesan untuk Rayna,

"Jangan kangen ya, cantikku. Besok gantengmu ini akan jemput lagi, hehe."

Ben tersenyum sendiri membayangkan reaksi Rayna saat membaca pesannya.

Semenjak Rayna memanggil Ben dengan sebutan 'gantengku'. Ben merasakan sesuatu yang berbeda didalam dirinya.

Kemudian, Ben menekan foto profil Rayna, memandangi fotonya yang terlihat sangat cantik dan anggun. "Ini sih bukan dia yang jatuh cinta sama gue, tapi gue yang tergila-gila sama dia, hahaha..." gumamnya sambil terkekeh.

Dia mulai memperbesar dan memperkecil foto Rayna berulang kali. "Arrgh…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Ben, memenangkan perdebatan dengan orang tua adalah kekalahan paling pahit. Namun, memenangkan kembali hatinya adalah kemenangan paling langit. Harmoni yang kalian rajut sekarang adalah simfoni yang paling indah, Sebuah bukti bahwa sekeras apa pun batu berseteru, Kasih sayang akan selalu menemukan celah untuk tumbuh kembali.

Tetaplah menjadi dermaga yang tenang bagi ibumu, Ben. Sebab di dunia yang riuh ini, tak ada doa yang lebih tulus menembus awan, Selain doa seorang ibu yang hatinya telah kau buat tenang.

2025-12-21

2

Renjana Senja

Renjana Senja

eh eh. jangan gitu. nanti cacing-cacing di perut Ben berdendang kesenangan karena dipanggil ganteng/Chuckle/

2025-12-23

0

Rezqhi Amalia

Rezqhi Amalia

ngakak😭, yakin sih tidak Ben tidak bisa tidur enak nanti malam. trbayang bayang trus dengan si Rayna😂

2025-12-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!