BAB 35 - Sarapan dan Senyum

"Kadang cinta nggak butuh jawaban langsung, cukup hadir dan terasa di setiap detik yang kita lewati bersama."

...***...

Pagi itu, suara motor terdengar dari depan rumah, suara yang sudah terlalu familiar bagi Rayna untuk disalahartikan.

Ben.

Tanpa perlu menoleh, Rayna tahu siapa yang datang. Bahkan sebelum pintu terbuka, keberadaan Ben sudah lebih dulu memenuhi halaman rumahnya.

Seperti biasa, Ben masuk begitu saja tanpa permisi, seolah rumah itu juga miliknya. Pintu terbuka, langkah kakinya terdengar santai, dan kehadirannya langsung mengusik ketenangan pagi Rayna.

Dan entah sejak kapan, Rayna tidak lagi merasa keberatan akan hal itu.

Rayna berjalan ke ruang tamu, langkahnya santai tapi senyumnya sudah lebih dulu muncul saat melihat sosok yang berdiri di sana.

“Hai,” sapanya ringan.

“Cie… ada yang ulang tahun hari ini.”

Ben langsung tersenyum lebar, senyum yang sama sekali nggak bisa ia sembunyikan.

“Gue kira lo lupa,” katanya, berusaha terdengar biasa saja.

Namun di dalam hatinya, suara lain justru berteriak kegirangan.

Umm… gemes.

Rayna inget ulang tahun gue.

Tatapan Ben tanpa sadar melembut saat menatap Rayna. Bukan karena ucapan itu besar, tapi karena Rayna mengingat dan baginya, itu sudah lebih dari cukup.

“Mana mungkin gue lupa,” jawab Rayna santai.

“Orang semalem kita ngobrolin itu.”

Ben terdiam sejenak, ingatannya langsung melayang ke obrolan semalam. Sudut bibirnya terangkat kecil.

"Oh iya juga ya,” katanya sambil mengangguk pelan.

Lalu matanya bergerak ke arah luar rumah. “Eh, nyokap lo udah berangkat? Gue nggak liat mobilnya di depan.”

“Iya,” Rayna menjawab. “Mama udah berangkat dari pagi banget.”

Ben mengangguk, lalu tanpa sadar matanya beralih ke arah dapur. Ada suara kegiatan di sana, bunyi wajan, langkah kaki, dan aroma masakan yang samar tercium.

“Terus itu siapa yang lagi masak?” tanyanya sambil menunjuk dapur.

“Ohh,” Rayna tersenyum kecil. “Itu ART baru. Namanya Teh Riri.”

“Hemm…” Ben mengangguk pelan.

“Pasti karena nyokap lo sibuk, jadi manggil A…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

MARDONI

MARDONI

WOY 😳 ini nanyanya santai tapi nusuk langsung ke jantung. Dari suasana adem, tiba-tiba dilempar pertanyaan segamblang ini. Pantes Rayna sampai tersedak, aku aja ikut kaget bacanya. Ini jelas bukan bercanda doang.

2025-12-30

0

Ramun🍓😈

Ramun🍓😈

nih dua orang smkin hari smkin lucu. Awas aja nnti vando muncul ditengah tngh sebagai badai. gak ikhlas aku😩

2026-01-04

0

NyonyaGala

NyonyaGala

ahahah ben nanya to do point bgttt kasih aba aba laaah wkwkw hayoo ray blm mau ngaku🤭

2026-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!