"Kadang cinta nggak butuh jawaban langsung, cukup hadir dan terasa di setiap detik yang kita lewati bersama."
...***...
Pagi itu, suara motor terdengar dari depan rumah, suara yang sudah terlalu familiar bagi Rayna untuk disalahartikan.
Ben.
Tanpa perlu menoleh, Rayna tahu siapa yang datang. Bahkan sebelum pintu terbuka, keberadaan Ben sudah lebih dulu memenuhi halaman rumahnya.
Seperti biasa, Ben masuk begitu saja tanpa permisi, seolah rumah itu juga miliknya. Pintu terbuka, langkah kakinya terdengar santai, dan kehadirannya langsung mengusik ketenangan pagi Rayna.
Dan entah sejak kapan, Rayna tidak lagi merasa keberatan akan hal itu.
Rayna berjalan ke ruang tamu, langkahnya santai tapi senyumnya sudah lebih dulu muncul saat melihat sosok yang berdiri di sana.
“Hai,” sapanya ringan.
“Cie… ada yang ulang tahun hari ini.”
Ben langsung tersenyum lebar, senyum yang sama sekali nggak bisa ia sembunyikan.
“Gue kira lo lupa,” katanya, berusaha terdengar biasa saja.
Namun di dalam hatinya, suara lain justru berteriak kegirangan.
Umm… gemes.
Rayna inget ulang tahun gue.
Tatapan Ben tanpa sadar melembut saat menatap Rayna. Bukan karena ucapan itu besar, tapi karena Rayna mengingat dan baginya, itu sudah lebih dari cukup.
“Mana mungkin gue lupa,” jawab Rayna santai.
“Orang semalem kita ngobrolin itu.”
Ben terdiam sejenak, ingatannya langsung melayang ke obrolan semalam. Sudut bibirnya terangkat kecil.
"Oh iya juga ya,” katanya sambil mengangguk pelan.
Lalu matanya bergerak ke arah luar rumah. “Eh, nyokap lo udah berangkat? Gue nggak liat mobilnya di depan.”
“Iya,” Rayna menjawab. “Mama udah berangkat dari pagi banget.”
Ben mengangguk, lalu tanpa sadar matanya beralih ke arah dapur. Ada suara kegiatan di sana, bunyi wajan, langkah kaki, dan aroma masakan yang samar tercium.
“Terus itu siapa yang lagi masak?” tanyanya sambil menunjuk dapur.
“Ohh,” Rayna tersenyum kecil. “Itu ART baru. Namanya Teh Riri.”
“Hemm…” Ben mengangguk pelan.
“Pasti karena nyokap lo sibuk, jadi manggil A…
Promise: Menafsir Kamu
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments
MARDONI
WOY 😳 ini nanyanya santai tapi nusuk langsung ke jantung. Dari suasana adem, tiba-tiba dilempar pertanyaan segamblang ini. Pantes Rayna sampai tersedak, aku aja ikut kaget bacanya. Ini jelas bukan bercanda doang.
2025-12-30
0
Ramun🍓😈
nih dua orang smkin hari smkin lucu. Awas aja nnti vando muncul ditengah tngh sebagai badai. gak ikhlas aku😩
2026-01-04
0
NyonyaGala
ahahah ben nanya to do point bgttt kasih aba aba laaah wkwkw hayoo ray blm mau ngaku🤭
2026-01-03
0