BAB 27 - Peresmian yang Teringat

Pagi itu matahari bersinar lembut, seperti sengaja turun lebih dekat untuk menyaksikan seseorang jatuh cinta. Udara masih sedikit dingin, namun hangatnya terasa cukup untuk membuat hati ikut mencair.

Rayna melangkah keluar rumah sambil menenteng tasnya. Baru beberapa langkah, ia sudah melihat mobil terparkir rapi di depan pagar rumah. Di sampingnya, Ben dan Mama Rayna sedang mengobrol. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi dari cara Ben berdiri tegak dan wajah Mama yang serius, itu tampak seperti obrolan penting.

Rayna sempat berhenti. Jantungnya memukul-mukul dada, seolah tak sabar atau justru gugup melihat mereka begitu akrab.

Ben sadar akan kehadirannya. Ia menoleh, dan tatapannya langsung mengunci Rayna. Untuk sepersekian detik, ada senyum kecil yang muncul, senyum yang seperti sengaja dibuat untuk Rayna saja.

"Ayo," seru Ben dengan nada sok galak, meski ujung bibirnya masih menyimpan senyum yang tak bisa ia sembunyikan. "Buruan. Jangan cuma berdiri disitu, nanti gue mikir lo lagi memandang ketampanan gue lagi dari jauh."

Rayna mengerjap cepat, mencoba mengusir rasa deg-degan yang tiba-tiba menyerang.

"Dih, apaan sih," jawabnya cepat, tapi langkahnya justru makin pelan karena ia tak tahu harus bersikap bagaimana.

Ben berjalan mendekat, lalu mengambil tas Rayna tanpa meminta izin. "Gue bawain. Biar cepet."

Rayna terkesiap kecil. "Gak usah—"

"Udah biar gue bawain aja," potong Ben sambil menatap Rayna seolah berkata percaya sama gue aja.

Ada sesuatu di tatapan itu, sesuatu yang bikin Rayna sulit bernapas normal.

Mama Rayna hanya tersenyum samar, seperti menyimpan sesuatu yang hanya seorang ibu yang tahu. "Hati-hati kalian ya, ikutin aja mobil Mama," ucapnya pelan namun penuh makna.

"Iya, Ma" Jawab Rayna.

Tanpa banyak bicara, Ben mengambil helm cadangan yang tergantung di stang lalu menyodorkannya. "Gue pasangin ya."

Rayna tersentak, otomatis mundur setengah langkah. "Gue juga bisa sendiri kok.."

"Udah diem ah, gak usah banyak ngomel."

Ben mendekat, jaraknya ha…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

ᴍɪss_dew

ᴍɪss_dew

wkwkwkw Ben jangan jadi bibit2 mokondo 🤭🤭🤭
harus bisa lebih tinggi dari jabatan direktur donk, harus bisa sukses dengan langkah kaki dan tingkat tangan sendiri ya... kesuksesan yang di raih oleh keberhasilan sendiri itu rasanya lebih manis . 🤭🤭🤭

2026-01-03

0

@dadan_kusuma89

@dadan_kusuma89

Rayna, darah mamamu mengalir dalam dirimu. Tidak mustahil bagimu untuk bisa seperti beliau nantinya. Hanya ada satu kuncinya, patuhi perintah ibumu, jangan pernah membantahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945😁.

2025-12-25

0

Aruna

Aruna

Ben perhatian sih, tapi caranya dengan ngomel ngomel wkwk lucu

2025-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!