Pagi itu matahari bersinar lembut, seperti sengaja turun lebih dekat untuk menyaksikan seseorang jatuh cinta. Udara masih sedikit dingin, namun hangatnya terasa cukup untuk membuat hati ikut mencair.
Rayna melangkah keluar rumah sambil menenteng tasnya. Baru beberapa langkah, ia sudah melihat mobil terparkir rapi di depan pagar rumah. Di sampingnya, Ben dan Mama Rayna sedang mengobrol. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi dari cara Ben berdiri tegak dan wajah Mama yang serius, itu tampak seperti obrolan penting.
Rayna sempat berhenti. Jantungnya memukul-mukul dada, seolah tak sabar atau justru gugup melihat mereka begitu akrab.
Ben sadar akan kehadirannya. Ia menoleh, dan tatapannya langsung mengunci Rayna. Untuk sepersekian detik, ada senyum kecil yang muncul, senyum yang seperti sengaja dibuat untuk Rayna saja.
"Ayo," seru Ben dengan nada sok galak, meski ujung bibirnya masih menyimpan senyum yang tak bisa ia sembunyikan. "Buruan. Jangan cuma berdiri disitu, nanti gue mikir lo lagi memandang ketampanan gue lagi dari jauh."
Rayna mengerjap cepat, mencoba mengusir rasa deg-degan yang tiba-tiba menyerang.
"Dih, apaan sih," jawabnya cepat, tapi langkahnya justru makin pelan karena ia tak tahu harus bersikap bagaimana.
Ben berjalan mendekat, lalu mengambil tas Rayna tanpa meminta izin. "Gue bawain. Biar cepet."
Rayna terkesiap kecil. "Gak usah—"
"Udah biar gue bawain aja," potong Ben sambil menatap Rayna seolah berkata percaya sama gue aja.
Ada sesuatu di tatapan itu, sesuatu yang bikin Rayna sulit bernapas normal.
Mama Rayna hanya tersenyum samar, seperti menyimpan sesuatu yang hanya seorang ibu yang tahu. "Hati-hati kalian ya, ikutin aja mobil Mama," ucapnya pelan namun penuh makna.
"Iya, Ma" Jawab Rayna.
Tanpa banyak bicara, Ben mengambil helm cadangan yang tergantung di stang lalu menyodorkannya. "Gue pasangin ya."
Rayna tersentak, otomatis mundur setengah langkah. "Gue juga bisa sendiri kok.."
"Udah diem ah, gak usah banyak ngomel."
Ben mendekat, jaraknya ha…
Promise: Menafsir Kamu
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments
ᴍɪss_dew
wkwkwkw Ben jangan jadi bibit2 mokondo 🤭🤭🤭
harus bisa lebih tinggi dari jabatan direktur donk, harus bisa sukses dengan langkah kaki dan tingkat tangan sendiri ya... kesuksesan yang di raih oleh keberhasilan sendiri itu rasanya lebih manis . 🤭🤭🤭
2026-01-03
0
@dadan_kusuma89
Rayna, darah mamamu mengalir dalam dirimu. Tidak mustahil bagimu untuk bisa seperti beliau nantinya. Hanya ada satu kuncinya, patuhi perintah ibumu, jangan pernah membantahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945😁.
2025-12-25
0
Aruna
Ben perhatian sih, tapi caranya dengan ngomel ngomel wkwk lucu
2025-12-09
0