BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh

“Aku mencintaimu tanpa sempat merapikan denyutnya. Jika kau masih bisa mendengarku… tolong kembali.”

...***...

Beberapa hari berlalu sejak kecelakaan itu. Ben masih belum sadar. Ruangan putih dengan bau alkohol medis, suara monitor detak jantung, dan dinginnya AC seperti membekukan seluruh waktu di sana.

Rayna berdiri di ambang pintu, kedua tangannya saling menggenggam, gemetar. Setelah menarik napas panjang, ia melangkah masuk. Di dalam, Ben terbaring diam, wajahnya pucat dengan perban yang masih melekat di kepala dan lengan. Melihatnya seperti itu membuat dada Rayna serasa ditarik paksa.

Ia menarik kursi ke samping ranjang lalu duduk perlahan, jemarinya meraih tangan Ben yang dingin namun masih menyimpan sedikit hangat—hangat yang membuat harapan tetap bertahan.

“Ben…” ucap Rayna dengan suara pelan. “Kalau lo bisa denger gue… tolong dengerin.”

Air mata jatuh satu per satu. Rayna menghapusnya, tapi semakin ia menghapus, semakin deras mengalir.

“Lo pernah nanya ke gue kan… apakah gue udah cinta sama lo atau belum.”

Rayna tersenyum tipis, getir. "Saat itu gue gak jawab. Mungkin gue takut. Takut semuanya berubah.”

Ia menatap wajah Ben, mencari secercah reaksi, sedikit saja.

“Sekarang gue jawab.” Napasnya berat. “Iya, Ben. Iya. Gue udah jatuh cinta sama lo. Gue sayang sama lo. Gue takut untuk bilang itu, tapi sekarang gue lebih takut lagi kalau lo gak pernah sempet tau jawabannya.”

Pegangan tangannya menguat, seolah ia sedang mencoba menahan sesuatu agar tidak pergi.

“Gue gak mau kehilangan orang yang gue sayang…” suaranya pecah.

Kemudian dengan lirih, nyaris seperti rahasia yang ia bisikkan ke semesta:

“Lagi.”

Tangisnya pecah, tapi ia tetap berbicara meski suaranya bergetar hebat.

“Kalau nanti lo bangun dan lo marah sama gue… gue terima. Kalau lo bangun dan bilang lo gak mau sama gue… gue ikhlas.” Air matanya jatuh lagi, membasahi punggung tangan Ben. “Tapi lo bangun dulu, Ben. Tolong bangun.”

Rayna menunduk, menyandarkan keningnya pada tangan Ben.

“Gue mohon… jangan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

julius

julius

Saatnya kau perjuangkan Ben, Eve.... Dan Vando, saatnya kau perjuangkan Rayna, kembali pada cinta pertama kalian 🙏💪😍

2025-12-30

0

NyonyaGala

NyonyaGala

weleh eve ini cuma naksir aja kaan bukan pacarnya ben 😭 ben bangun lah sedih ihh kamu kaya gini

2026-01-07

0

GreenForest

GreenForest

gpp ketahuan. Lagian apalagi yang harus ditutupi kalau udah saling cinta gitu

2026-01-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2 BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3 BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4 BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5 BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6 BAB 6 - Mencoba Kuat
7 BAB 7 - Keputusan
8 BAB 8 - Hari Itu Tiba
9 BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10 BAB 10 - Ben!
11 BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12 BAB 12 - Rasa Bersalah
13 BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14 BAB 14 - Kecupan Pertama
15 BAB 15 - Rindu Itu
16 BAB 16 - Terbayang
17 BAB 17 - Gema Nama Ken
18 BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19 BAB 19 - Paruh Waktu?
20 BAB 20 - Kupu-Kupu
21 BAB 21 - Hadiah
22 BAB 22 - Ada Syaratnya!
23 BAB 23 - Mie Ayam
24 BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25 BAB 25 - Mama Hebat!
26 BAB 26 - Dibalik Keusilan
27 BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28 BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29 BAB 29 - Semangkuk Rasa
30 BAB 30 - Makan Bareng
31 BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32 BAB 32 - Senyum Rayna
33 BAB 33 - Posesif
34 BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35 BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36 BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37 BAB 37 - Cemburu
38 BAB 38 - Rasa Gugup
39 BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40 BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41 BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42 BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43 BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44 BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45 BAB 45 - Rencana Liburan
46 BAB 46 - Di Ujung Pandangan
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 – Jakarta dan Suara Itu
2
BAB 2 - Rahasia dari Ruang Tamu
3
BAB 3 - Antara Aku, Cinta, dan Mama
4
BAB 4 - Rayna dan Vando: Awal dari Segalanya
5
BAB 5 - Rayi, Aku Suka Panggilan Itu!
6
BAB 6 - Mencoba Kuat
7
BAB 7 - Keputusan
8
BAB 8 - Hari Itu Tiba
9
BAB 9 - Perasaan Yang Sulit Di Jelaskan
10
BAB 10 - Ben!
11
BAB 11 - Bayangan Itu Datang
12
BAB 12 - Rasa Bersalah
13
BAB 13 - Bisikan di Tengah Malam
14
BAB 14 - Kecupan Pertama
15
BAB 15 - Rindu Itu
16
BAB 16 - Terbayang
17
BAB 17 - Gema Nama Ken
18
BAB 18 - Mentari di Balik Kabut
19
BAB 19 - Paruh Waktu?
20
BAB 20 - Kupu-Kupu
21
BAB 21 - Hadiah
22
BAB 22 - Ada Syaratnya!
23
BAB 23 - Mie Ayam
24
BAB 24 - Sepertinya Gue Gila!
25
BAB 25 - Mama Hebat!
26
BAB 26 - Dibalik Keusilan
27
BAB 27 - Peresmian yang Teringat
28
BAB 28 - Mau Sampai Kapan?
29
BAB 29 - Semangkuk Rasa
30
BAB 30 - Makan Bareng
31
BAB 31 - Selimut Untuk Ben!
32
BAB 32 - Senyum Rayna
33
BAB 33 - Posesif
34
BAB 34 - Asisten Rumah Tangga
35
BAB 35 - Sarapan dan Senyum
36
BAB 36 - Tangan Yang Tak Mau Lepas
37
BAB 37 - Cemburu
38
BAB 38 - Rasa Gugup
39
BAB 39 - Ulang Tahun Yang Buruk
40
BAB 40 - Apa Aku Terlambat?
41
BAB 41 - Kita Yang Hampir Jatuh
42
BAB 42 - Saat Semuanya Mulai Terjawab
43
BAB 43 - Bubur Rumah Sakit
44
BAB 44 - Sikap Yang Tak Biasa
45
BAB 45 - Rencana Liburan
46
BAB 46 - Di Ujung Pandangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!