Langit tidak meledak.
Tidak ada suara dentuman yang memekakkan telinga. Tidak ada api yang menyambar-nyambar. Tidak ada gempa bumi yang mengguncang fondasi Istana Celestia.
Namun justru keheningan itulah yang membuat kengerian itu terasa seratus kali lipat lebih mematikan.
Retakan raksasa di cakrawala itu merekah semakin lebar, bukan seperti benda material yang robek, melainkan seperti selembar kain realitas yang ditarik hingga tipis, lalu akhirnya… tembus.
Dan dari celah itu, sesuatu mulai turun.
Awalnya hanya berupa kabut hitam yang sangat pekat, lebih gelap daripada malam tergelap sekalipun. Kabut itu tidak melayang, tidak juga jatuh karena gravitasi. Ia merambat, merayap turun dari celah langit seolah memiliki kehendak sendiri, menutupi gradasi ungu dan biru yang indah dengan selimut ketiadaan yang menyesakkan.
“Lihat…” bisik seseorang, suaranya tercekat di tenggorokan.
Di tengah gumpalan kegelapan yang terus membesar itu, sebuah bentuk mulai terbentuk. Bukan wajah, bukan anggota tubuh yang jelas, melainkan sebuah massa yang padat namun cair, bergerak-gerak tak menentu seperti lautan tinta yang hidup.
Dan kemudian, sebuah tangan muncul.
Bukan tangan dalam arti sebenarnya, melainkan perpanjangan dari massa hitam itu yang memanjang ke bawah, membelah udara dengan gerakan lambat dan anggun namun penuh ancaman. Ujungnya runcing, namun terus berubah bentuk, seolah sedang meraba dunia baru yang akan ditelannya.
Tangan raksasa itu bergerak menuruni langit, hingga akhirnya… menyentuh hamparan awan putih yang biasanya kokoh menjadi lantai bagi istana mereka.
Tidak ada benturan.
Tidak ada percikan air.
Saat ujung tangan hitam itu menyentuh awan, awan itu… hilang.
Seolah-olah tidak pernah ada di sana.
Area seluas berhektar-hektar awan putih yang indah itu lenyap dalam sekejap mata, digantikan oleh ruang kosong yang menampakkan kehampaan angkasa luar di bawahnya. Tidak hancur berkeping-keping, tidak meleleh, tidak menguap. Hanya… lenyap. Dihapus dari eksistensi.
Nihilum tel…
Geminiorum Pendekar Sayap Putih
BAB 6: TURUNNYA NIHILUM
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments