Jauh di bawah hamparan awan putih, di mana langit yang tinggi dan megah itu hanya tampak sebagai atap biru keunguan yang jauh, terbentanglah dunia fana. Dunia di mana manusia hidup, bekerja, mencinta, dan meninggal dalam siklus waktu yang terus berputar.
Di sebuah lembah yang subur, tersembunyi di antara rangkaian pegunungan yang hijau, terletak sebuah desa kecil yang damai. Kehidupan di sana berjalan lambat dan sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kerajaan besar atau intrik politik. Penduduknya hidup dari hasil bumi, bekerja di ladang saat matahari bersinar, dan beristirahat saat bulan muncul menggantikan cahaya hari.
Namun pada suatu pagi yang cerah, sesuatu yang aneh terjadi.
Di pinggiran desa, tepat di tengah padang rumput liar yang berwarna hijau segar, cahaya itu turun.
Bukan meteor yang menghantam tanah. Bukan juga kilat yang menyambar. Itu adalah cahaya yang lembut, berwarna keemasan samar, yang turun perlahan dari langit bagaikan sehelai bulu yang terbawa angin. Cahaya itu berputar-putar pelan di udara, lalu mendarat dengan lembut di atas rerumputan.
Saat cahaya itu meredup dan menghilang, tertinggallah sesosok tubuh kecil.
Seorang gadis.
Ia terbaring terlentang, memejamkan mata, dengan rambut panjang yang berwarna merah muda pucat—warna yang jarang dan indah, seperti kelopak bunga sakura yang baru mekar di musim semi. Pakaiannya sederhana, namun bersih, bersinar samar dengan sisa-sisa energi suci yang belum sepenuhnya hilang.
Perlahan-lahan, kelopak matanya bergetar.
Dan kemudian, ia membuka matanya untuk pertama kalinya di dunia ini.
Mata itu berwarna cokelat keemasan, hangat dan dalam, namun juga kosong. Kosong seperti kertas putih yang belum tertulis sebaris kata pun.
Ia tidak mengingat apa-apa.
Tidak ada ingatan tentang Istana Celestia yang megah. Tidak ada ingatan tentang sayap-sayap emas yang membentang luas. Tidak ada ingatan tentang pertempuran, tentang kegelapan, atau tentang pengorbanan besar yang pernah ia lakukan.
Ia tidak tahu siapa namanya. Ia ti…
Geminiorum Pendekar Sayap Putih
BAB 12: REINKARNASI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments