Keputusasaan telah merayap masuk ke dalam setiap sudut Istana Celestia. Aula Cahaya yang dulu megah dan penuh wibawa kini terasa seperti perahu kertas yang terombang-ambing di tengah badai raksasa. Para Seraph kembali mundur ke dalam ruangan itu, napas mereka memburu, tubuh mereka lelah, dan hati mereka dipenuhi oleh rasa ngeri yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Di luar sana, Nihilum terus melahap langit. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Tidak peduli seberapa kuat serangan mereka, seberapa cerdik strategi yang mereka susun, semuanya lenyap tak berbekas saat menyentuh tubuh kegelapan itu.
Mereka adalah penguasa alam semesta, pencipta hukum dan keseimbangan. Namun hari ini, mereka merasa seperti anak kecil yang sedang bermain api di tepi jurang.
“Tidak ada cara biasa untuk menghentikannya…”
Suara itu terdengar pelan, namun cukup jelas untuk memecahkan kebisuan yang berat. Semua kepala menoleh serempak. Itu adalah Lunareth.
Sang peramal berdiri dengan tubuh yang gemetar, wajahnya pucat pasi seolah ia sendiri sedang menanggung beban rasa sakit itu. Matanya yang biasanya menembus masa depan kini tampak redup, penuh dengan kesedihan yang mendalam.
“Lunareth?” Altharion melangkah mendekat, suaranya bergetar menahan harapan yang nyaris mati. “Apa yang kau lihat? Katakan padaku! Pasti ada jalan keluar!”
Lunareth menggeleng pelan, air mata perak mulai menetes di pipinya.
“Tidak ada jalan keluar, Altharion. Tidak ada kemenangan dengan cara kita kenal. Musuh ini tidak bisa dipukul mundur, tidak bisa dipenjara, dan tidak bisa dibunuh. Karena ia adalah lawan dari kehidupan itu sendiri.”
Ia mengangkat tangannya yang lemah, dan sekali lagi, sebuah gambaran muncul di udara. Namun kali ini bukan gambaran pertempuran atau kehancuran. Itu adalah gambaran tentang keseimbangan.
“Untuk menutup celah yang sedemikian besar,” bisik Lunareth, “untuk menyatukan kembali realitas yang robek, kita membutuhkan sesuatu yang setara dengan kekuatan yang membukanya.”
Semua orang terdiam,…
Geminiorum Pendekar Sayap Putih
BAB 8: PENGORBANAN YANG TAK TERELAKKAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments