Langkah demi langkah, meter demi meter, mereka terus mendaki.
Udara di ketinggian ini sudah sangat tipis dan dingin, menusuk hingga ke tulang, namun Lira tidak lagi merasakannya. Tubuhnya dilingkupi oleh aura hangat yang samar, sebuah perisai alami yang diciptakan oleh kekuatannya sendiri untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Di hadapannya, puncak gunung itu sudah sangat dekat.
Dan di sanalah letak keajaiban itu berada.
Tidak ada pintu kayu besi yang kokoh, tidak ada gerbang batu yang berukiran rumit. Yang ada hanyalah sebuah lengkungan cahaya raksasa yang terbentuk begitu saja di udara terbuka. Cahaya itu berwarna putih keperakan yang bercampur dengan emas, berputar perlahan dengan tenaga yang stabil namun dahsyat.
Di balik lengkungan cahaya itu, bukan pemandangan tebing atau langit malam yang gelap. Yang terlihat adalah hamparan awan putih yang begitu luas dan tebal, serta kilauan kristal-kristal indah yang memancarkan cahaya sendiri.
Itu adalah Istana Celestia. Rumah aslinya.
Lira berhenti tepat di bawah bayang-bayang gerbang itu. Napasnya tertahan di dada. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena lelah mendaki, tapi karena emosi yang meluap-luap.
Begitu dekat. Hanya selangkah lagi, dan ia akan kembali ke tempat di mana ia pernah menjadi siapa dirinya yang sebenarnya.
“Di sana…” bisik Lira pelan, matanya tak berkedip menatap cahaya itu. “Itu rumahku.”
Nyxarion berdiri di sampingnya, sedikit di belakang. Wajahnya tampak serius, menatap gerbang itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada rasa rindu, ada rasa takut, dan ada rasa hormat yang bercampur menjadi satu.
“Itu adalah Gerbang Eternitas,” jelas Nyxarion pelan. “Satu-satunya jalan yang menghubungkan dunia manusia dan alam para Dewa. Gerbang ini tidak akan terbuka untuk sembarang orang. Hanya mereka yang memiliki darah langit atau izin khusus yang bisa melewatinya tanpa hancur.”
Lira menoleh padanya. “Lalu bagaimana caranya?”
“Kau tidak perlu melakukan apa-apa,” jawab Nyxarion. “Gerbang itu merasakan j…
Geminiorum Pendekar Sayap Putih
BAB 18: GERBANG DI ANTARA AWAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments