Ketakutan adalah hal yang wajar, namun para Seraph adalah penjaga. Dan penjaga tidak boleh mundur, tidak peduli seberapa mengerikan musuh yang menghadang.
“Jangan biarkan dia menginjakkan kaki lebih jauh!” raung Kaelthar.
Suaranya memecahkan kebisuan yang mematikan itu. Dengan satu gerakan cepat, sang jenderal melesat keluar dari Aula Cahaya, terbang menembus kubah kristal dan menuju langit terbuka di mana Nihilum bergelayut seperti monster raksasa. Armor biru gelapnya bersinar terang, menjadi satu-satunya titik harapan di tengah lautan kegelapan yang menelan segalanya.
Kaelthar tidak ragu. Ia memutar tubuhnya di udara, mengumpulkan seluruh kekuatan tempurnya ke dalam ujung tombak. Energi murni berwarna biru listrik meledak keluar, membentuk sinar raksasa yang panjangnya berpuluh-puluh meter, tajam dan mematikan.
“Terimalah ini!” teriaknya.
Dengan sekuat tenaga, ia melemparkan serangan itu. Sinar tombak itu membelah angkasa dengan kecepatan cahaya, meninggalkan jejak putih di langit ungu. Serangan itu cukup kuat untuk membelah gunung, menghancurkan bintang, atau mengubah pasukan musuh menjadi abu.
Ledakan dahsyat terjadi saat sinar itu menghantam tubuh Nihilum.
Cahaya menyilaukan memancar ke segala arah, mengguncang ruang dan waktu. Gelombang kejutnya membuat Istana Celestia berguncang hebat seolah diterpa badai terbesar dalam sejarah. Para Seraph di dalam aula memejamkan mata, menahan napas, berharap serangan itu setidaknya mampu menahan laju makhluk itu.
Namun… saat cahaya ledakan meredup dan asap energi menghilang, pemandangan di depan mata mereka membuat darah mereka seolah membeku.
Nihilum masih berdiri di sana.
Tidak tergores. Tidak berkurang ukurannya. Tidak marah.
Tubuh hitam pekat itu tampak sama persis seperti sebelumnya. Bahkan lebih mengerikan, karena di tempat di mana serangan Kaelthar menghantamnya… tidak ada apa-apa.
Serangan itu… hilang.
Tidak terpantul. Tidak dibelokkan. Tidak diserap.
Benar-benar hilang. Seolah-olah energi dahsyat yang baru saja di…
Geminiorum Pendekar Sayap Putih
BAB 7: PERTEMPURAN TANPA BENTUK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments