Begitu mereka pergi, Maudi berdiri dan mengusap pipinya. Rasa sakit itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa muak yang ia rasakan. Ia duduk kembali di depan laptopnya.
"Satu tamparan, satu bukti baru. Terima kasih, Ibu," gumam Maudi dingin.
ia menyimpan rekaman itu dengan sangat rapi, sebagai salah satu bukti tentang kejahatan Ibunya.
Tiba-tiba, Saka masuk ke paviliun tanpa mengetuk. Ia melihat Maudi yang baru saja menghapus air matanya. Saka terdiam melihat pipi Maudi yang merah,sangat kontras dengan pipinya yang merah-merah penuh jerawat.
"Maudi... kamu nggak apa-apa?" tanya Saka pelan. Ia menyodorkan sebuah kantong plastik berisi es batu. "Nih, buat kompres pipimu. Aku dengar teriakan Mama tadi."
Maudi menerima es itu dengan ragu. "Terima kasih, Kak Saka. Kakak tidak marah karena ponsel Kak Eliza rusak?"
Saka menghela napas, ia duduk di kursi kayu butut milik Maudi. "Eliza memang keterlaluan. Aku tahu dia bohong soal virus itu. Tapi Maudi... aku merasa ada yang aneh denganmu. Kamu terlalu tenang untuk orang yang selalu ditindas."Saka menatap Maudi dengan curiga.
Maudi menatap kakaknya, kakak sepersusuannya yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. "Mungkin karena di pesantren Maudi diajarkan bahwa kesabaran adalah senjata terkuat, Kak."
Saka menatap mata Maudi dalam-dalam. Untuk pertama kalinya, ia merasa mata adiknya itu sangat cantik dan jernih, sangat kontras dengan kulit wajahnya yang rusak. Ia merasa ada rahasia besar di balik cadar itu.
" kalau begitu aku pergi dulu, segeralah ke dokter, kalau kulitmu tetap seperti itu, lama-lama kau akan jadi perawan tua, bagaimana ada yang akan menyukaimu, sedangkan wajahmu saja sangat buruk, " Ucap saka sebelum pergi, di balik ucapan tajamnya itu, Maudi tahu, kalau kakaknya itu mulai perhatian.
Saka berbalik"Besok kakek kesini, Bersiaplah, Kakek pasti kasihan melihat mu yang bodoh dan jelek".
Maudi tersenyum tipis, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya.
Setelah kepergian Saka, ponsel Maudi berkedip, ternyata Seina sedang…
Takhta Yang Di Curi
Bab 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
suti markonah
semoga rencana jahat seina gagal total..klo di lihat maudy ini kayak agen rahasia yg punya bawahan yg siap melindungi semacem bodyguad bayangan ga sih?
2026-05-08
1
Uba Muhammad Al-varo
pembalasan akan segera dimulai dan kau Seina udah terlalu lama dan kenyang kau menikmati hartanya Maudy
2026-05-08
1
suti markonah
keren maudy👍tunjukkan semua kejahatan ibu tirimu itu pd ayah dan kakekmu..
2026-05-08
1