Begitu layar monitor canggih di samping tempat tidur menyala menampilkan struktur hitam putih rahim Maudi, Rasya Alvaro langsung melompat ke mode interogasi tingkat tinggi. Pria itu mencondongkan tubuhnya, menatap layar dengan mata elang yang tidak berkedip.
"Dokter," panggil Rasya datar namun sarat akan tuntutan medis. "Kenapa fluktuasi cairan ketubannya terlihat begitu dinamis? Apakah ada indikasi kontaminasi bakteri dari telur gulung dua minggu lalu? Cek sirkulasi arteri umbilikalnya secara presisi. Aku tidak mau ada penurunan suplai oksigen pada sel otak anakku."
Yolanda menarik napas dalam-dalam, mencoba mengontrol getaran tangannya yang kian parah akibat cemburu mendengar keperdulian gila Rasya. "Cairan ketubannya murni dan bersih, Rasya. Tidak ada kontaminasi bakteri. Semuanya fungsional," jawab Yolanda dengan suara ditekan.
"Lalu bagaimana dengan ketebalan dinding rahim istri ku? Apakah hormonalnya cukup kuat untuk menahan beban tonjolan yang mulai membesar ini?" tanya Rasya lagi tanpa jeda, membuat Maudi yang berbaring di kasur hanya bisa melirik suaminya dengan binar mata jernih yang menahan tawa geli di balik cadar. Sifat anti-bakteri dan perfeksionis suaminya benar-benar tidak pandang tempat.
Yolanda baru saja mau membuka mulutnya untuk membalas pertanyaan konyol dan protektif Rasya dengan sindiran akademisnya, namun pandangan matanya pada monitor mendadak terkunci kaku. Struktur di dalam rahim Maudi memperlihatkan sebuah anomali visual yang teramat langka.
"Tunggu..." bisik Yolanda, menggerakkan transduser dengan ritme horizontal secara cepat.
"Ada apa, Dokter? Jangan membuat jantungku mendeteksi adanya sinyal darurat," sergah Rasya, wajah tampannya langsung menegang siaga satu, tangannya langsung menggenggam erat jemari Maudi.
Maudi pun ikut terkejut, memandang monitor dengan saksama.
Yolanda menelan ludahnya kelat, rasa syok meruntuhkan seluruh sisa keangkuhannya sore itu. "Ini... ini bukan satu janin, Rasya. Lihat di sebelah kiri plasenta ini. Ada d…
Takhta Yang Di Curi
Bab 114
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪🙏🙏🙏
2026-06-09
0