Baru saja Seina memutuskan sambungan interkom dan membalikkan tubuhnya dengan sisa-sisa air mata penyesalan, pintu besi di sudut ruang kunjungan kembali berdentang pelan. Seseorang melangkah masuk dengan tergesa-gesa.
"Mama...!"
Sebuah pekikan lirih namun sarat akan kerinduan yang teramat pekat memecah keheningan ruangan. Seina tersentak kaku. Ia memutar kembali tubuhnya menghadap kaca pembatas, dan detik itu juga, jantungnya seolah berhenti berdetak.
Sosok gadis yang baru saja berlari masuk dan kini menempelkan kedua telapak tangannya di kaca steril bukanlah Maudi, melainkan Eliza. Eliza yang sejak awal ternyata diam-diam mengikuti iring-iringan mobil Rasya karena batinnya juga merindukan sang ibu kandung. Di ambang pintu tadi, Eliza menyaksikan segalanya bagaimana ibunya bersimpuh penyesalan di balik kaca, dan bagaimana ketulusan Maudi dengan begitu agung mengampuni segala dosa keji Seina tanpa menyisakan satu pun dendam masa lalu.
Seina melotot kaku, napasnya tertahan di tenggorokan. Matanya memindai penampilan putrinya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi syok yang luar biasa gila.
Tidak ada lagi gaun seharga ratusan juta. Tidak ada kilauan gelang berlian yang biasa memenuhi pergelangan tangannya. Pagi itu, Eliza hanya mengenakan kemeja katun polos yang bersahaja, celana kain longgar, serta sehelai kain pasmina pastel yang melilit rapi menutupi rambut dan lehernya. Wajahnya bersih dari riasan tebal seperti dulu, menyisakan sepasang mata sembab yang kini mengalirkan air mata murni.
"E-Eliza...?" bisik Seina, suaranya tercekat di balik speaker interkom yang buru-buru diangkat kembali oleh Eliza. "Kenapa... kenapa penampilanmu seperti ini, Nak? Mana barang-barang mewahmu? Mana tas desainer yang selalu kaupamerkan pada Mama dulu?!"
Pikiran Seina langsung berkelana ke pemikiran terburuk. Wajahnya mendadak pucat pasi penuh ketakutan. "Apakah... apakah keluarga Daneswara telah mengusirmu karena kesalahan Mama?! Apakah mereka mencabut fasilitas mu dan me…
Takhta Yang Di Curi
Bab 106
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Sri Supriatin
Tks upnya thor sudah senggang yah, kt dpt double up 🙏🙏🙏
2026-06-05
1