Kabar tentang kehamilan bidadari jenius Daneswara itu menyebar laksana kilat ke seluruh keluarga. Hanya butuh waktu tiga puluh menit setelah pemeriksaan usai, pintu lorong VVIP didorong terbuka dengan tergesa-gesa.
Rombongan keluarga Daneswara datang dengan formasi lengkap. Kakek Harison melangkah paling depan, ketukan tongkat jatinya di atas lantai granit terdengar tegas namun ritmis penuh kegembiraan. Di belakangnya, Doni Daneswara berjalan dengan wajah yang berbinar cerah namun ada sedikit ketakutan di sana. sebuah senyuman lepas yang pertama kali terlihat oleh mereka sejak kepergian mendiang Nenek Salamah. Saka Daneswara menyusul di belakang dengan langkah tegap, sementara Eliza mengekor lambat dengan ekspresi wajah yang kini jauh lebih tenang dan tulus.
"Di mana cucu perempuanku? Di mana calon cicit pertamaku?!" seru Kakek Harison, suaranya yang berat menggema penuh wibawa sekaligus kebahagiaan yang membuncah.
Maudi yang sedang duduk di sofa ruang rawat privat langsung berdiri untuk menyambut mereka, namun pundaknya buru-buru ditahan oleh kedua tangan Rasya. "Tetap duduk, Sayang. Jangan melakukan pergerakan mendadak," perintah Rasya posesif.
Doni Daneswara langsung menghampiri putri kandungnya. Pria paruh baya itu berlutut di depan Maudi, menggenggam kedua tangan anaknya dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru. "Maudi... anakku... terima kasih. Mendiang ibumu, Ambar, pasti sedang tersenyum sangat bahagia di surga melihatmu akan segera menjadi seorang ibu. Daneswara akan menyambut darah baru ini dengan seluruh kehormatan kita."
Kakek Harison mendekat, mengetukkan tongkatnya pelan di lantai. "Rasya! Jaga cucuku dengan seluruh kekuasaan farmasimu. Jika aku mendengar dia kelelahan sedikit saja di mansionmu, aku sendiri yang akan menjemputnya kembali ke kediaman Daneswara!"
"Tanpa Kakek minta, sistem keamananku sudah mengunci Istriku di dalam protokol perlindungan tertinggi, Kakek," jawab Rasya tenang namun tegas, memberikan jaminan mutlak seorang Alvaro.
Di sud…
Takhta Yang Di Curi
Bab 95
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
partini
hemmm lahir normal 1,2 jam udah bisa jalan normal loh,kodrat wanita itu kalau pun oprasi ada something baru oparasi lahir normal adahal pengalaman yg ga semua wanita bisa merasakan nya
2026-05-27
2