Trimester pertama kehamilan Maudi Alvaro ternyata membawa sebuah fenomena baru yang sanggup menguji seluruh sistem saraf di otak jenius Rasya Alvaro. Pagi itu, setelah masalah Eliza untuk sementara selesai, Maudi tiba-tiba duduk mematung di sofa ruang tengah, mengabaikan jus susu kurma racikan Rebecca, dan menatap lurus ke arah jendela luar dengan pandangan merindu.
"Ada apa, Sayang? Apa ada yang tidak enak pada lambungmu? Mual?" tanya Rasya siaga satu, langsung meletakkan cangkir kopinya dan berlutut di depan Maudi.
Maudi menoleh, sepasang mata jernihnya berkedip polos. "By... Aku mendadak merindukan masa kecil Ku di pesantren dulu. Saat musim jagung yang akan di panen, Aku dan teman-teman mencari ciplukan di sana, dan saat ini, Aku ingin sekali memakan buah ciplukan."
"Ciplukan?" Rasya mengernyitkan alisnya tajam. Otak farmasinya langsung berselancar mencari nama ilmiah. "Maksudmu Physalis angulata? Buah bermantel gelembung yang mengandung vitamin C dan saponin tinggi itu?"
"Iya," Maudi mengangguk penuh harap. "Tapi Aku tidak mau yang ditanam di pot mewah. Aku ingin buah ciplukan liar yang tumbuh alami di tengah-tengah hamparan pohon jagung yang sedang berbuah. Rasanya sangat khas jika dipetik langsung dari tanah pertanian."
Mendengar spesifikasi ngidam istrinya yang teramat taktis dan di luar nalar perkotaan, Rasya tidak membuang waktu. Ia berdiri, langsung mencari nomor asisten pribadinya. "Kevin! Batalkan semua rapat direksi Alvarel hari ini. Siapkan mobil off-road, pakai sepatu bot, dan bawa parang. Kita ada operasi lapangan ke pangkalan perkebunan jagung di pinggiran Bogor sekarang juga!"
Di seberang telepon, Kevin hanya bisa melongo meratapi nasibnya yang pagi itu harus berubah dari asisten korporat menjadi buruh tani dadakan.
"sekarang jangan sedih lagi ya.... Aku akan mencari buah itu..., buah yang berkilau seperti pipimu ini" Rasya mengecup sekilas pipi sang istri yang kini merona.
____
Dua jam kemudian, di bawah terik matahari yang mulai menyengat, s…
Takhta Yang Di Curi
102
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
Xin
Ngidam nginep di pesantren ga ni🤭
2026-06-02
1