Malam harinya, Maudi izin keluar karena ada urusan penting,
"Malam-malam mau kemana Maudi?" Tanya Doni dengan lembut.
"Maudi mau ke rumah sakit pa...temen Maudi ada yang sedang di rawat jadi Maudi mau menjenguknya" jawab Maudi jujur.
Doni menatap putrinya dengan rasa kekhawatiran seorang ayah pada anak, namun melihat kemuliaan hati anaknya ia harus percaya pada anaknya itu "kalau begitu,minta bantuan pada supir untuk mengantarmu,"
Maudi mengangguk " iya pah".
____
Maudi melangkah masuk ke kamar VVIP dengan saksama. Di tangannya, ia membawa sebuah rantang Susun. Di depan pintu, ia sempat tertegun melihat Kevin yang sedang sibuk menyemprotkan cairan antiseptik ke udara seolah sedang mengusir roh jahat.
"Tuan Rasya, Nona Maudi datang!" seru Kevin dengan nada lega.
Rasya, yang sedang bersandar pucat di ranjangnya, menoleh dengan tatapan lemas.
"Assalamualaikum ...."Ucap Maudi datar.
"Kenapa lama sekali? Dan apa itu? Bau apa itu....kau membawa apa...?... aromanya terlalu kuat untuk indra penciumanku yang sedang sensitif." sahut Rasya dengan menutup hidung mancungnya.
Maudi meletakkan rantangnya di meja makan yang diletakkan jauh dari jangkauan tempat tidur Rasya, menjaga jarak aman sekitar dua meter agar tidak terjadi persentuhan yang tidak disengaja.
"Ini nasi hangat dan sayuran tumis segar, Tuan Rasya. Makanlah supaya perutmu tidak terus-menerus mual," ucap Maudi tenang sambil merapikan hijabnya.
Rasya melirik ke arah makanan itu, lalu ke arah tangannya sendiri. "Mana sendok perak yang sudah disterilkan? Aku tidak bisa memakan sesuatu tanpa peralatan yang terjamin bebas kuman."
Maudi menggelengkan kepala melihat tingkah berlebihan laki-laki di depannya. "Tuan Rasya, Anda ini terlalu terobsesi pada hal lahiriah sampai lupa bahwa kesehatan itu juga datang dari keberkahan. Dalam agama saya, Rasulullah SAW mengajarkan kesederhanaan. Beliau makan menggunakan tangan kanan sendiri, bahkan menyarankan untuk membersihkan sisa makanan di jemari setelahnya agar tidak ada keber…
Takhta Yang Di Curi
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments
M⃟3💋AisyahRendra
Akhirnyaaa Tuan Higienis alias Rasya luluh juga sama Maudi, masih aja ga sadar akan hatinya yg sudah condong ke Maudi 🤭😂 bentar lagiiiii Rasya, setelah ini kmu akan memilih untuk bergabung bersama Maudi untuk melindungi wanitamu dari orang² yg Zhalim seperti Seina dan juga Hans. gatau deh klo Eliza dan Saka hatinya seperti apaa, masih gamang menurutku 🤔
2026-05-13
2
suti markonah
kepiye rasya mau bantu maudi basmi musuh klo yg ada di pikiran nya hanya kuman mulu
2026-05-13
1
Diana Dwiari
itu modus untuk pdkt sama kamu maudi....
2026-05-13
1