Malam semakin larut di Rumah Sakit Alvaro. Setelah perdebatan panjang yang menguras emosi, ruangan ICU akhirnya menjadi titik fokus baru. Jenita yang masih terbaring koma dengan berbagai selang medis yang menempel di tubuhnya telah resmi dipindahkan ke sana.
Mengingat kondisi Ibu Diana yang masih dalam masa pemulihan dan tidak boleh terlalu lelah, Faas dan Eliza memutuskan untuk membawa Ibu Diana pulang ke rumah. Sementara itu, Jihan yang baru saja siuman dari pingsannya, menolak bergeser sedikit pun dari depan kaca ruang ICU. Wajahnya sembap, tatapan matanya kosong menatap sang putri. Husen dan Gavin dengan setia menjaga Jihan, meratapi nasib keluarga mereka yang kini runtuh berantakan.
Di sudut lain koridor, Saka duduk bersila di lantai dingin dengan kepala tertunduk dalam. Amira setia duduk di sampingnya, merangkul pundak suaminya yang bergetar.
"Saka, pulanglah dulu. istirahat, kamu bisa sakit kalau seperti ini terus, kasihan istri mu, Amira juga masih berduka setelah kepergian ibunya untuk selamanya," bujuk Papa Doni dengan suara rendah.
Saka menggeleng kuat-kuat. Rambutnya berantakan, dan matanya merah padam. "Tidak, Pa. Saka tidak akan pulang sebelum Jenita melewati masa kritisnya. Ini semua karena ulah Saka... Kalau saja Saka tidak menaruh dia di gudang, dia tidak akan pernah didorong dari tangga itu. Saka harus ada di sini."
Melihat keras kepalanya Saka, Faas akhirnya memberi isyarat kepada Doni dan Rasya untuk membiarkannya. Faas kemudian menuntun kursi roda Ibu Diana menuju basemen, dengan tangan kirinya merangkul erat pinggang Eliza.
Di dalam mobil perjalanan pulang, keheningan terasa begitu pekat. Ibu Diana sudah tertidur pulas di kursi belakang karena kelelahan fisik dan batin. Di kursi penumpang depan, Eliza hanya bisa menyandarkan kepalanya di kaca jendela, memandangi lampu-lampu jalanan kota yang temaram. Air matanya kembali luruh dalam diam.
Sebagai seorang wanita yang akhir-akhir ini sangat sensitif, Eliza tidak bisa membohongi perasaannya. Meski…
THE SILENT SECTOR
Bab 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
M⃟3💋AisyahRendra
Sepertinya Eliza Hamil nih, sudah mulai kentara mood nya berubah² tanpa prediksi. Jenita cepat bangun yaaa, dan Saka plis jaga juga perasaan Amira krn dia istrimu yg mendampingimu, kmu memang salah terhadap Jenita tapi Amira diatas segalanya bagimu.
2026-07-03
1
Sri Supriatin
terimakasih banjir upnya Thor... terharu banget 💪💪💪
2026-07-03
1