Malam kian larut, namun keheningan di dalam kamar utama Mansion Abrari sama sekali tidak membawa ketenangan bagi wanita yang sedang duduk di tepi ranjang berukuran king size itu. Eliza menatap lurus ke arah pintu kamar mandi yang baru saja terbuka, menampilkan sosok Faas yang keluar dengan rambut basah sehabis mandi, hanya mengenakan boxer dan kaus oblong putih santai.
Eliza melipat kedua tangannya di depan dada, menatap suaminya dengan tatapan menuntut yang tidak bisa dibantah. Sejak Faas melangkah masuk ke rumah beberapa jam lalu, instingnya sebagai seorang istri, ditambah sensitivitas sebagai ibu hamil, langsung menangkap ada yang tidak beres. Namun sedari tadi ia tidak berani bertanya karena suasananya yang tidak memungkinkan.
"Kak," panggil Eliza, suaranya lembut namun sarat akan ketegasan. "Kamu berutang penjelasan padaku."
Faas menghentikan gerakannya yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Ia menatap istri tercintanya, lalu mengembuskan napas panjang, sebuah desahan pasrah yang sarat akan rasa sayang. Ia tahu betul, bumil cantiknya ini tidak akan bisa memejamkan mata barang semenit pun malam ini jika rasa penasarannya belum terjawab.
Faas melangkah mendekat, menyampirkan handuknya , lalu duduk di tepi ranjang, tepat di samping Eliza. Ia meraih jemari tangan istrinya, mengusap punggung tangan Eliza yang hangat dengan ibu jarinya secara perlahan.
"Kenapa pakaianmu bisa berubah, Kak? Tadi pagi kamu pamit ke kantor pakai setelan jas rapi. Tapi malam ini kamu pulang pakai jaket taktis hitam yang berdebu, dan aroma tubuhmu... seperti bau asap dan mesiu. Apa yang sebenarnya terjadi di luar sana?" desak Eliza, matanya menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Faas.
Faas tersenyum tipis, mengecup sekilas kening Eliza sebelum akhirnya mulai berbicara dengan nada rendah yang menenangkan.
"Maafkan aku membuatmu cemas, Sayang. Hari ini... badai yang selama ini aku antisipasi akhirnya pecah," mulai Faas perlahan. Dengan kalimat yang ringkas namun padat, Faas me…
THE SILENT SECTOR
Bab 109
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
suti markonah
aku jd ngakak eliza bilang, beruntunglah kakak tidak melihat wajahnya🤣🤣🤣maudi mksdnya
2026-07-19
1
Sri Supriatin
namanya perempuan, pasti ada sisi.cemburu 🤭🤣🤣
2026-07-19
1