Di dalam kamar utama yang diterangi lampu temaram, suasana terasa begitu tenang dan intim. Eliza bersandar di dada bidang Faas yang duduk menyender pada headboard tempat tidur. Tangan kokoh Faas melingkar erat di pinggang istrinya, sementara jemarinya mengelus perut Eliza yang kian membuncit.
Eliza mendongak pelan, menatap rahang tegas suaminya yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Kak..." panggil Eliza lembut, memecah keheningan malam.
"Iya, Sayang?" sahut Faas lirih, menunduk lalu mengecup singkat puncak kepala Eliza.
"Mengenai Diki tadi... waktu Papa menyuruhnya membawa orang tuanya, raut wajah Diki langsung berubah sekali, ya?" Eliza membetulkan posisi duduknya agar bisa menatap mata Faas lebih dekat. "Sebenarnya... bagaimana hubungan Diki dengan orang tuanya, Kak? Kenapa kelihatannya sangat berat untuk dia?"
Faas menghela napas panjang. Pria itu menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit kamar dengan pandangan yang dalam. Sebagai pria yang telah bertahun-tahun berjuang bersama Diki dari koridor bisnis Apex Core, Faas paham betul luka luar dan dalam yang disimpan tangan kanannya itu.
"Hubungan Diki dan orang tuanya sudah dingin laksana es selama sepuluh tahun ini, Za," ungkap Faas dengan suara rendahnya yang penuh wibawa namun sarat kehangatan.
"Karena masalah Regina dulu?" tebak Eliza pelan.
Faas mengangguk. "Dulu, waktu Diki masih berusia delapan belas tahun dan terjebak masalah Regina, orang tuanya menentang keras pernikahan itu. Orang tuanya tahu Regina bukan wanita baik-baik. Tapi Diki... kau tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Diki kalau sudah menyangkut rasa tanggung jawab. Dia merasa harus bertanggung jawab sebagai laki-laki, meskipun itu artinya harus membangkang dan menentang orang tuanya sendiri."
Eliza menyimak dengan napas tertahan, mengusap lengan Faas untuk memberikan kenyamanan pada suaminya yang sedang membagikan kisah sahabatnya.
"Lalu saat pernikahan itu akhirnya hancur hanya dalam waktu satu bulan karena pengkhianatan Regina..." lanju…
THE SILENT SECTOR
Bab 119
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
Humay Uum
betul semangat ayo bang diki ,biar bisa bersanding SMA Jenita ,pasti orangtua mu memaafkan mu 💪💪💪
2026-07-23
2
suti markonah
semangat thorr...semangat diki..apa pun kesalahan anak, orang tua slalu akan terbuka pintu maaf nya
2026-07-23
1
suti markonah
orang tua mu mgkn akan senang dapat calon menantu dr abrari group
2026-07-23
1