Faas menghentikan tangannya yang sedang membuka bungkusan ayam bakar, lalu menatap adik bungsu yang duduk tak jauh dari sofa tempatnya bermesraan dengan Eliza. Dari tadi, Jenita hanya memainkan ponsel dengan wajah merah merona, sesekali melirik ke arah pintu kaca transparan. Namun bagi Faas, keberadaan Jenita di ruangan itu tetap saja merusak kualitas waktu bersama bumil tercintanya. Faas tidak bisa dengan leluasa mengecup kening Eliza atau menyuapi istrinya dengan bumbu ayam bakar tanpa merasa ditonton.
"Jen," panggil Faas dengan nada datar namun penuh usiran yang tidak bisa dibantah.
Jenita mendongak. "Kenapa, Kak?"
"Keluar," ucap Faas pendek sambil menunjuk ke arah pintu luar dengan dagunya. "Tunggu di luar saja. Di meja sekretaris depan yang masih kosong, tempat Eliza dulu bekerja sebelum jadi nyonya rumah. Kakak mau makan tenang sama istriku tanpa diganggu."
Eliza menepuk pelan lengan Faas, mencoba menahan tawa melihat wajah suaminya yang begitu protektif. "Kak, jangan begitu sama adik sendiri, lagian Jenita tidak mengganggu kok, lihatlah Jenita dari tadi hanya main ponsel."
Namun Jenita sudah terlanjur tersinggung. Egonya sebagai anak bungsu yang baru belajar berbenah diri langsung terusik. Ia mendengus kesal, melipat kedua tangannya di dada.
"Ih, Kak Faas pelit banget! Padahal Jenita yang sudah lelah menemani Kak Eliza cari ayam bakar!" gerutu Jenita sebal.
Dengan hentakan kaki yang sengaja diperkeras, Jenita menyambar tasnya, berbalik, dan melangkah lebar menuju pintu keluar. Sebelum melintasi ambang pintu, ia sempat menoleh sekilas memberi tatapan tajam pada Faas, lalu...
BRAKK...!!
Jenita membanting pintu jati tebal ruang kerja Faas dengan sangat keras hingga suaranya berdentum di sepanjang koridor lantai eksekutif.
"Kak Faas menyebalkan!" umpat Jenita sambil membalikkan badan, masih memanyunkan bibirnya dengan kesal.
"Astaghfirullah....beginikah rasanya kalau orang sedang dalam proses berhijrah, ada saja ujiannya, sabar...sabar" Eliza mengusap dadanya sen…
THE SILENT SECTOR
Bab 112
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
Nie
baru kali ini dibuat senyum² sendiri karna ucapan²nya Diki,serasa Diki lg ngomong ma aku loh 🤭🤭aku aja salting apalagi kamu ya Jen ...
2026-07-20
2
Sukarti Wijaya
wis gek ndang gas diki lamar jenita ...👍🤣💪
2026-07-20
2
Sri Supriatin
Langsung ke papa Husein melamar Jenita👍👍👍
2026-07-20
2