Jenita menuntun jemari mungil Aufal menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar tamu mewah lantai bawah. Langkah kaki Aufal begitu pelan dan ragu, terperangah menatap kemewahan marmer dan lampu kristal yang menyinari ruangan tersebut.
"Tante... tempat ini wangi sekali, seperti istana yang Aufal lihat di televisi," bisik Aufal polos, takut melangkah lebih jauh.
"Ini kamar mandi Aufal untuk hari ini, Sayang," sahut Jenita lembut. Air mata yang sempat ditahannya kembali menetes saat ia memutar kran air hangat ke dalam bathtub.
Dengan penuh kelembutan, Jenita mulai melepaskan pakaian kusam dan robek yang melekat di tubuh kurus Aufal. Namun, begitu helai kain kebesaran terakhir terlepas, dada Jenita serasa dihantam godam yang amat berat. Isak tangis Jenita pecah seketika, tangannya menutup mulut karena tak sanggup menahan jerit kepedihan.
Di atas kulit pucat dan tubuh yang tinggal tulang berbalut kulit itu, terukir jejak-jejak penderitaan yang teramat kejam,
Bekas luka sayatan panjang yang memudar namun membekas di area punggung.
Bercak-bercak bulat menghitam di bagian dada dan lengan, bekas sundutan rokok yang diulang berkali-kali.
Serta sebuah luka bakar luas di area pinggang kanan, bekas trauma panas dari dua tahun lalu sewaktu Rehan melampiaskan kemarahannya di Manado.
"Ya Allah... Aufal..." tangis Jenita pecah. Ia berlutut di lantai marmer, merengkuh tubuh kecil itu dan memeluknya erat-erat. "Siapa yang tega berbuat seekejam ini padamu, Nak...? Sakit, Sayang...?"
Aufal justru mengusap air mata di pipi Jenita dengan jemari mungilnya yang basah. "Tante jangan menangis... Luka-lukanya sudah tidak sakit kok. Dulu Ayah Rehan suka marah-marah kalau Ibu tidak punya uang... Tapi sekarang Ayah Rehan sudah tidak ada, Aufal sudah bebas."
Kata bebas dari bibir bocah itu justru makin meremukkan hati Jenita. Dengan telaten dan penuh kasih sayang seorang ibu, Jenita memandikan Aufal. Ia menyamponi rambut kusut bocah itu, membasuh setiap lekuk tubuhnya dengan air hangat, dan me…
THE SILENT SECTOR
bab 133
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
suti markonah
ayo faas diki cari reihan yg menyiksa aufal..gantian reihan di siksa
2026-07-26
0
Ni'mah azzahrah Zahrah
lanjut kan, bacanya kok ya banjir air mata
2026-07-26
0
Sukarti Wijaya
nambah lg tisu nya thor/Sob//Sob//Sob/
2026-07-26
0