Jawaban Aufal bagai petir menyambar di siang bolong! Nama Regina yang keluar dari bibir mungil bocah itu meruntuhkan seluruh keraguan yang tersisa di benak Jenita. Anak di hadapannya ini bukan sekadar bocah terlantar di jalanan, ia adalah darah daging Diki, pria yang tiga hari lagi akan menjadi suaminya!
Air mata Jenita menetes makin deras, namun kali ini bercampur dengan keteguhan hati yang luar biasa. Jemari cantiknya menggenggam erat tangan kecil Aufal yang kasar dan kotor.
"Aufal... ikut Tante, ya?" bujuk Jenita dengan suara paling lembut yang pernah ia miliki. "Kita pulang ke rumah Tante. Nanti Aufal bisa makan enak, mandi air hangat, dan punya baju baru."
Aufal sempat ragu, matanya mengerjap bingung. "T-tapi Tante... Aufal kotor... Nanti mobil Tante jadi bau..."
"Tidak, Sayang. Sama sekali tidak," potong Jenita mantap. ''Seandainya kamu bukan anak Kak Diki pun, Aufal... Tante tetap akan merawatmu. Hati Tante sudah milikmu sejak pertama kali kita bertemu,'' batin Jenita penuh keharuan.
"Tapi....apa tidak apa-apa?!, nanti Aufal repotin Tante?"! Wajahnya berharap tapi hati Aufal masih ragu ,takut, terutama takut kalau keluarga Tante cantik tidak menerimanya.
"Tidak apa-apa, keluarga Tante juga baik kok, kita akan menjadi keluarga nanti " seakan bisa melihat apa yang sedang dipikirkan Aufal.
Aufal mengangguk"Baik Tante, lagipula ... Aufal sudah tidak memiliki keluarga, nanti Aufal bisa bekerja apa saja di rumah Tante".
Cessss....
Kata-kata Aufal lagi-lagi menyayat hatinya, Jenita menggeleng "tidak sayang, kau boleh bekerja, setelah dewasa....Ayo....kita keluarga sekarang".
Sambil menuntun Aufal masuk ke dalam mobil sport mewahnya, Jenita langsung merogoh ponsel dan menelpon pemilik butik langganan kelas atas.
"Halo, Mbak? Tolong kirimkan dua puluh setelan baju anak laki-laki usia sepuluh tahun, kualitas terbaik, langsung ke Mansion Abrari sekarang juga. Semua ukuran dan model kasual! Ditunggu, jangan lupa sendal, sepatu tiga ukuran...!" perintah Jenita tegas sebel…
THE SILENT SECTOR
Bab 132
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
Sukarti Wijaya
ayoo semangat jenita untuk merubah aufal menjadi bersih😄
2026-07-26
0
suti markonah
YA ALLAH thorr pagi² dah di bikin mewek
2026-07-26
0
Sri Supriatin
Banjir bombay/Sob/
2026-07-26
0