Indonesia
NovelToon NovelToon
Dikejar Om Casanova

Dikejar Om Casanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Playboy
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: lintang berseri

Rayan Rivano, Casanova kaya raya incara para wanita cantik kelas atas itu, mendadak hilang minat pada jenis wanita manapun. Kebiasaanya menghabiskan malam malam panjang di club malampun mendadak tak menyenangkan lagi baginya.

Pertemuan dengan gadis belia bernama Rinjani menjadi awal mula dirinya bak pria mati rasa dengan kesenangannya menyentuh wanita wanita molek nan seksi. Gadis yang terpaut usia 13 tahun dengannya itu berhasil membuat Rayan kelimpungan karena ingin menjadikan Rinjani menjadi miliknya.

Dengan berbagai penolakan yang Rayan dapatkan, ia tak gentar sedikitpun. Rayan akan buktikan tak ada pria yang sebanding dengan dirinya. Bagi Rayan, ia optimia akan dapat menaklukan Rinjani hingga Rinjani jatuh ke dalam pelukannya dengan suka rela.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? ikuti terus ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang berseri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapt 11. Pengharapan

Hari melelahkan untuk Rinjani, tubuh lunglainya ia sandarkan di kursi belajarnya sambil menatap buku buku yang bertumpuk, berniat untuk melanjutkan belajarnya setelah memastikan tamu ayahnya yang tak ia harapkan telah pergi.

Apa betul yang telah ia alami hari ini, apakah hanya mimpi belaka? pertemuan dengan Pria aneh yang nampak menyeramkan itu benar benar membuahkan beban pikiran untuk Rinjani.

Berharap semua kejadian hari ini tak pernah terulang dan tak akan pernah bertemu dengan Rayan lagi. Tapi itu semua tak mungkin terjadi, Rayan telah menjadi langganan ayahnya dan mungkin telah resmi menjadi atasan kakaknya.

"Fiuh... Fokus Rinjani fokus, Om om genit genit itu tak akan bisa mengubah hidupmu, buku buku ini menunggu mu untuk dibacanya, jangan sampai diabaikan," gumam Rinjani berbicara asal pada diri sendiri.

Gadis remaja ini benar benar tak ingin memikirkan apapun selain kewajibannya untuk belajar, hanya bisa berusaha sebaik mungkin, dan berharap Pria menakutkan itu hanya menggodanya dan tak akan pernah lagi mengganggunya.

"Tok tok... Dah tidur Rin?" tanya seseorang di balik pintu kamar Rinjani yang tertutup rapat.

Ketukan pintu dan suara kakaknya yang cukup nyaring itu membuyarkan konsentrasi Rinjani yang telah susah payah ia ciptakan, padahal baru beberapa menit gagal sudah dirinya belajar malam ini.

"Belum, ngga dikunci ko masuk aja," jawab Rinjani lalu berbalik melirik pintu kamarnya yang mulai dibuka perlahan oleh Willy sang kakak.

"Kaka masuk ya," tanya Willy dengan wajah sunringah.

"Iya, masuk aja," jawab Rinjani mulai memfokuskan perhatiannya pada kedatangan kakaknya itu.

"Lagi ngapain Rin?" tanya Willy mendekat ke tempat tidur Rinjani yang masih rapih yang letaknya berada tepat disamping meja belajar yang sedang Rinjani duduki.

"Lagi belajar aja, kan bentar lagi mau ujian akhir aku," jawab Rinjani mulai memfokuskan lagi kepada apa yang ia kerjakan sebelumnya.

"Kakak ngasih tau kabar bagus Rin, bentar donk sini," ucap Willy meminta perhatian adiknya itu agar mau mendengarkan apa yang ingin Willy katakan.

"Iya apa? ngomong aja," ucap Rinjani mulai menutup bukunya dan menatap kakaknya itu.

Setelah seharian tak bertemu kakaknha itu, kini Rinjani melihat Willy dengan keadaan lebih segar dan wajah yang nampak sumuringah, mata yang memancarkan antusias itu tak sabar untuk memnagi kabar bahagia bagi dirinya itu.

"Besok kakak udah mulai kerja Rin, padahal kakak baru interview tadi, malah kakak langsung disuruh mulai kerja besok," ucap Willy begitu bahagia.

"Benarkah? selamat ya ka akhirnya, semoga pekerjaan kakak lancar semuanya ya," ucap Rinjani ikut bahagia dengan keberhasilan kakaknha itu.

Terlintas ingatan Rinjani tentang pertemuannya tadi siang dengan sang pemilik perusahaan. ia kira Tahan hanya membuka tentang kakaknya yang diterima kerja di perusahaannya, tapi ternyata benar, kakaknua diterima dengan begitu mudah.

"Makasih ya Rin, kakak bener bener ngga nyangka langsung diterima, padahal kakak ini cuman mahasiswa tingkat akhir yang belum selesai pendidikan, tapi ternyata bisa diterima," ucap Willy tak menyangka.

"Tapi maaf Rin, sepertinya mukai besok kakak ngga bisa anterin kamu sekolah, lumayan jauh juga soalnya kantor kakak, kecuali kamu mah pergi ke sekolahnya jam 6 pagi gak apa apa bareng sama kakak ya," ucap Willy.

"Aku naik angkot aja deh, kalo baremg sama kakak kayanya bakal terlalu kepagian, lagian kasian kakak kan harus bolak balik, aku bisa ko sendiri," ucap Rinjani meyakinkan.

Meskipun sebenarnya Willy sedikit khawatir dengan adiknya itu, tapi bukanlah Rinjani pun harus belajar menjadi wanita mandiri dari sekarang. Pada akhirnya Willy menganggukkan kepalanya, berusaha berfikir bahwa adiknya itu mampu mandiri.

"Ya sudah, maaf mengganggu kamu belajar, teruskan belajarmu," ucap Willy beranjak dari duduknya lalu mengusap rambut Rinjani dengan sayang kemudian pergi meninggalkan Rinjani sendiri di kamarnya.

***

Di tempat bernuansa rembang yang selalu ramai dikala malam hari ini, pria berwajah tegas itu kini duduk dalam keremangan suasana bertemankan minuman berwarna pekat dalam gelas kaca dan kepulan asap rokok.

Suda beberap hari Rayan tidak singgah ke tempat yang biasanya ia selalu berada jika rasa lelah karena pekerjaan melanda. Sekedar menghibur diri dengan wanita wanita berpakaian seksi yang senantiasa berlalu lalang di hadapannya.

Pria yang dikenal semua orang sebagai pengusaha sukses itu selalu berhasil menjadi pusat perhatian. Wanita berbaju ketat berwarna hitam itu mendudukkan bokongnya disamping Rayan, sekedar ingin bernostalgia dan memastikan jika Rayan tak melupakannya.

Sintia, gadis yang pernah menjadi partner Rayan menemani salah satu malam panasnya itu seperti ingin mengulang lagi apa yang telah ia rasakan.

"Sudah lama tak bertemu Rayan, apakabar?" sapa Sintia berusaha merapatkan tubuhnya pada gadis cantik ber rambut sebahu itu.

"Hai, sepertinya kamu semakin cantik setelah tour mu ya," jawab Rayan menggoda.

Wanita itu terkekeh mendengar pujian dari Rayan, pria yang selalu bermulut manis kepada setiap wanita itu selalu berhasil meluluh lantahkan hati Sintia meskipun mereka tahu jika bukan hanya dia yang diperlakukan seperti itu.

"Begitulah, aku sangat merindukanmumerindukanmu," ucap Sintia berusaha merapatkan tubuhnha pada Rayan.

Kejujuran Sintia membuat Rayan tersenyum smirk. Gadis mudah yang berprofesi sebagai model itu benar benar sudah jatuh tak berdaya kedalam pesona seorang Rayan, melupakan dan tak peduli jika bukan dirinya saja yang menjadi wanita Rayan.

"Tentu, aku juga," jawab Rayan.

Sintia begitu bahagia dengan sikap Rayan, meskipun Sintia tahu jika kini Rayan memiliki wanita lain yang menjadi teman kencannya, tapi Sintia tak peduli, Pria luar biasa di depannya ini harus bisa ia miliki bagaimanapun caranya.

Ada harapan jika Rayan akan membawanya kedalam malam indah lagi, tapi sayang, sepertinya Harapan tinggal harapan. Sintia sadar jika pria seperti Rayan tak akan bisa bertahan dengan satu wanita saja menurut pemikiran dia.

Tiba tiba Rayan beranjak dari duduknya, dan berpamitan pada Sintia.

"Maafkan aku, lain kali kita bertemu. Aku sedang menunggu seseorang," ucap Rayan sambil menatap kedatangan Adit yang memberi sebuah kode yang hanya ia dan Adit saja tahu apa artinya.

Sintia hanya menatap kepergian Rayan dengan kecewa, ternyata mendapatkan perhatian penuh seorang Rayan begitu sulit, tak akan semanis kala ia menjadi kekasihnya, keinginan memiliki Rayan begitu menggebu kali ini.

Sementara itu, Rayan menyambut dua orang pria yang di dampingi oleh Adit. Membersamai hingga langsung bertemu dengan Rayan dan menjabat tangan satu persatu tamunya dengan hangat.

"Apa kabar pak Endru senang bertemu dengan anda," ucap Rayan pada pria muda yang usianya mungkin sebaya dengan dirinya.

"Tidak usah panggil saya pa, panggi Endru saja," ucap Endru membalas jabatan tangan Rayan.

"Tentu," ucap Rayan.

Kemudian Rayan beralih pada asisten yang mendapingi Endru.

Rayan memang sering melakukan pertemuan bisnisnya di club ini, khususnya para pebisnis yang memang sudah terbiasa hilir mudik untuk sekedar bersenang senang disana, bahkan ia memiliki ruang khusus untuk menunjang keberhasilan negosiasi dengan rekan bisnisnya.

1
Reni Anjarwani
bagus bgt ceritanya doubel up thor
Lia Ristiyana Ghinalia
rembang= remang ya thor?
Suyati Suyati
kpn ini lanjutannya.sdh lama ku tunggu blm muncul jg
Aqil Aqil
thor knp aich upx dkt jg lm
Suyati Suyati
ikut deg2 an bacanya.
Suyati Suyati
kan masih bikin kepo trs.kpn lanjut nih.kami tggu y
lintang berseri
hehe diusahain ya ka, kalo badan lagi cape kadang kadang inspirasi kaya ngajak tidur 😁😁
makasih udah setia nungguin up aku ya 🥰🥰
Aqil Aqil
thor tdk bska dtmbh upx.
Suyati Suyati
lama sekali nungguinnya
Aqil Aqil
knp sich thor lm bngt upx sklix up,hadehhh....dkt amat
name none
seru
Aqil Aqil
lm bngt upx thor lnjt dong dan tmbh upx
Aqil Aqil
lnjt,tmbh upx dong
Aqil Aqil
sngt luar biasa,jngn kelamaan upx thor
Aqil Aqil
llnjt
Aqil Aqil
aku mampr,smga upx lncr
lintang berseri: aamin, makasih ka udah mampir
total 1 replies
Yosi Erdawati
kok agak risih ya akrap banget si mira Rayan ,udah jodohin aja Rayan Mira,Rinjani sama yg lain aja
Yosi Erdawati
menurut gue gk etis lki2 berteman dgn wanita karena gk mungkin gk pake perasaan,mungkin si rarayan enggak tpi si mira pasti lma2 goyah jga rasa ingin memiliki lebih besar secara bersama2 terus apalagi pernah tempur di ranjang ,klo bisa ubah la silat si Rayan kn bisa nyewa pembantu,klu t4 tinggal kn ranah pribadi mudah banget si mira tinggal masuk aja pasti si Rin agak ilpil kok mudah banget masuk apertemen si rayan
Yosi Erdawati
ayo Pepet trus om rayyan,kawal sampal halal😀😀
Yosi Erdawati
mana si om Rayan keburu si Rin diambik org ni kenapa gk gercep
lintang berseri: om rayan lagi siap siap ka 😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!