Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Kerja sama
pintu mobil di tutup, Hans Ayana dan Clare mengangkat kepalanya.
Clare melirik Jhon sebentar lalu ia menunduk lagi dengan wajahnya yang panik *mengapa dia?!" batinnya, gelisah
Ayana melangkah lebih depan ke arah Jhon di tutur oleh Hans. dengan senyum tipis Ayana mengulurkan tangannya "salam kenal, tuan. Saya Ayana" ujarnya
Jhon menatap Ayana sejenak, lalu membalas uluran tangannya
Hans dengan senyum lebar seorang penjilatnya ia mengulurkan tangannya "salam kenal juga, tuan Jhon. Saya Hans Presdir Dewana group" ujar Hans
Jhon tak langsung membalas uluran tangan Hans, ia membiarkannya beberapa detik menatapnya lebih tajam
*Dia!* batin Jhon
Jhon pun tersenyum sinis lalu membalas uluran tangan Hans
sementara dengan Clare, ia masih terdiam kaku di belakang, mencoba agar Jhon tak melihat wajahnya. Hans menyadari Clare tak mengikutinya untuk berjabat tangan dengan Jhon
"Bu, Clare!" bisik Ayana
Clare meliriknya namun ia menutupi wajahnya dengan dokumen yang ia bawa
"kemari, anda belum berjabat tangan dengan tuan, Jhon" ujar Ayana, pelan
*mati aku, kenapa harus jebat tangan* batin Clare
Mau tidak mau Clare pun mendekat, ia melepaskan penutup wajahnya namun tetap menunduk
"halo, tuan. Saya Clare" ujarnya, pelan
Jhon langsung membalasnya sembari tersenyum "mengapa kamu terus menunduk, apakah wajah saya tidak pantas untuk di lihat!?" ujar Jhon, menggodanya
Hans langsung menyenggol tangan Clare "jangan menunduk, Clare!?"
Dengan terpaksa Clare mengangkat kepalanya, menatap mata Jhon dengan tersenyum malu
"halo, tuan" Clare melambaikan tangan datar
Jhon menatapnya balik, serius *gadis kecil, kita bertemu lagi*
"mari, tuan. saya akan mengantarkan anda" ujar Ayana sambil menunjukan arah
Jhon mengangguk, ia berjalan paling depan di ikuti bima dan Hans di belakangnya, Ayana dan Clare berada paling belakang
_
"mengapa aku merasa tatapan tuan, Jhon. Padamu berbeda!?" tanya Ayana, berbisik
Clare menutup wajahnya dengan telapak tangan "aduh" gumamnya
Ayana semakin panasaran dengan sikap Clare yang seperti itu "ada apa? Aku juga merasa tadi sikapmu agak berbeda"
"tidak, aku tidak bisa mengatakannya, itu memalukan" ujar Clare
"katakan ada apa!?" desaknya
"aku pernah tidur sama dia!" jawab Clare, berbisik di kuping Ayana
langkah Ayana berhenti, tangannya refleks menutup mulutnya sendiri. Jantungnya berdegup kencang sampai terdengar ke telinga
"kamu... Serius!?" tanyanya membeku
"ya, dan aku mengira dia adalah gigolo jadi aku meninggalkan uang receh dalam sakunya" ujar Clare lagi dengan nada pasrah
Ayana semakin terkejut, ia melirik Clare tak percaya "Seorang ketua organisasi yang paling berbahaya dan seorang CEO dari perusahaan terbesar. Yang di rumorkan tak pernah dekat dengan mahkluk sejenis betina!? Tapi dia bersamamu!?" ujar Ayana
Clare mendengarkannya terkejut "ketua organisasi!?"
"dan bahkan! Kamu memberinya uang receh! Aku tidak tau kamu beruntung atau sial" Ayana mengetuk keningnya sendiri
"ketua organisasi?" tanya Clare, ketakutan
"yeah, kamu pernah dengar ketua organisasi di negara ini yang sangat menyeramkan dan bisa membunuh beberapa manusia dalam satu genggamannya" Ayana menggelengkan kepalanya
"tamat kamu! orang yang pernah menggodanya untuk tidur bersama, mereka semua sudah mati di tempat! Apakah yang akan merasakan mati mengenaskan itu sekarang adalah kamu!?" Ayana melirik Clare
"apa aku akan habis dalam semalam, Ay." tanya Clare, lemas. Ia terjatuh ke lantai "jika akan seperti itu aku ingin menulis surat wasiat, dan aku meminta tolong kamu untuk merebut perusahaan ini dari Hans bajingan itu"