Safira, wanita yang sudah menjadi istri orang ternyata jatuh cinta pada teman kerjanya Eka. Mungkin karena terbiasa bersama cinta itu tumbuh tanpa dia sadari. Sebenarnya Eka pun memiliki rasa yang sama tetapi Eka memilih diam dan memendam semua rasa yang ada.
Suatu hari suami Safira mengalami kecelakaan dan meninggal. Di saat Safira terpuruk Eka yang selalu berada di sampingnya. Tetapi sejak kepergian orang yang dicintainya, Safira memilih menutup hati untuk siapa pun termasuk Eka.
Saat Safira mulai bisa menerima keadaan. Hadir sosok Rio, lelaki yang sama sama kehilangan orang yang sangat dicintai. Siapa yang akan Safira pilih?? Eka yang selama ini mendampinginya atau Rio yang baru hadir dalam hidupnya
NB: Sebagian cerita ini diambil dari kisah nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivana Indrawijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
Setelah empat hari di rumah sakit, aku diperbolehkan pulang oleh dokter. Setiap malam Eka menemani ku di rumah sakit. Dengan kehadiran Eka, aku sedikit terhibur dan mulai bisa tertawa kembali. Dokter menyarankan agar aku bedrest 3 hari. Minggu depan aku harus kontrol kembali.
Saat perawat sedang melepas infus, wajah Eka muncul dari balik pintu. Aku kaget dengan kedatangannya karena sekarang masih jam kerja. Eka mengatakan bahwa dia ijin sebentar ke Pak Kades untuk menjemputku.
Sesampainya di rumah aku dan ibu ku mengucapkan Terima kasih ke Eka karena telah menjemput dan membawakan buah buahan untuk ku. Ibu ku berkata agar Eka sering main ke rumah. Aku langsung menyentuh lengan ibu ku. Eka yang melihat itu hanya tertawa.
Begitu Eka pergi, aku mengatakan pada ibu ku kalau takut jadi omongan tetangga dengan statusku yang sekarang janda dan masih berada dalam masa iddah. Ibu ku hanya mengangguk anggukan kepala dan tertawa.
Malamnya Eka mengirim WA kepadaku bertanya aku sedang apa dan sudah makan atau belum. Aku hanya menjawab secara singkat. Setelah membalas pesan Eka, aku pun mengambil wudhu karena mendengar adzan isya berkumandang.
Selesai shalat, tiba tiba HP ku berbunyi. Aku melihat layar Hpku ternyata Eka yang menelepon. Aku pun mengangkatnya. Eka berkata kalau sudah berada di depan rumahku. Aku pun segera keluar dan melihat Eka sudah menunggu di depan pagar.
Eka membawakan makanan untuk ku dan anak anak. Anak anak ku pun cukup akrab dengan Eka. Aku mempersilahkan Eka masuk, tapi Eka menolak dan mengatakan dia harus segera pulang karena ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal. Aku dan anak anak mengucapkan Terima kasih banyak ke Eka.
Setelah bed rest selama 3 hari, aku kembali masuk kerja. Kali ini aku sudah merasa sehat dan sedikit demi sedikit berusaha ikhlas dan kuat menghadapi semua ini. Begitu masuk kerja aku disibukkan dengan berbagai tugas dan kegiatan.
Tanpa terasa 100 hari sudah, suamiku Angga Pratama meninggalkan kami. Malam ini diadakan tahlilan untuk memperingati kepergian suami dan ayah tercinta. Eka dari sore sudah membantu menyiapkan segala sesuatunya.
Tahlil malam itu berjalan dengan lancar.
Satu tahun kemudian, aku, Eka serta Pak Supri mendapatkan dinas keluar daerah. Ada pelatihan yang harus kami ikuti di luar kota. Aku mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Esoknya saat berangkat, Pak Supri tidak bisa ikut karena terbaring sakit di rumah. Akhirnya aku berangkat berdua dengan Eka. Kami mengendarai mobil Eka. Karena jarak yang cukup jauh, aku dan Eka bergantian menyetir. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam. Kami sampai di tempat yang ditentukan, aku memarkirkan kendaraan. Aku dan Eka turun membawa tas kami masing masing. Setelah melakukan registrasi aku dan Eka menuju kamar masing-masing. Aku memutuskan beristirahat sebentar sebelum mengikuti pelatihan.
Dua hari satu malam kami mengikuti pelatihan. Kebetulan hari itu weekend, aku meminta Eka agar kami menginap satu malam lagi di kota tersebut. Aku sedang ingin berjalan jalan dan mencari oleh oleh untuk orang rumah. Eka pun menuruti kemauan ku.
Dari sore sampai malam aku berjalan jalan di temani Eka yang membawakan semua belanjaan ku. Begitu selesai aku mengajak Eka balik ke hotel. Sekitar pukul 10 malam, aku sudah berdandan dan bersiap siap akan keluar. Aku mengirim WA ke Eka agar menemaniku ke suatu tempat. Eka menungguku di tempat parkir.
Salam dari :
- Janji Palsu Tuan Muda -