Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MANIFESTASI MALAIKAT
Melangkah keluar dari aula rapat, Alan berjalan memimpin pergerakan menuju lapangan pengerahan militer utama di area tengah kerajaan. Di sisinya, General Zero, Penyihir Agung Akami, Pahlawan Kayy, serta jajaran menteri melangkah dengan keagungan penuh. Rombongan pejabat tinggi ini memicu tatapan penuh hormat dari para prajurit penjara dan warga yang melintas di sekitar arena.
Langit di atas lapangan terbuka Solaria yang luas membentang begitu jernih. Alan berdiri tegap di tengah arena batu marmer, memejamkan mata seraya memfokuskan imajinasi serta otoritas penciptaan mutlak miliknya.
"Melodina, untuk meratakan sepuluh ribu armada iblis di Arcania, kita butuh manifestasi entitas suci yang mampu menghancurkan kegelapan secara absolut," panggil Alan di dalam benaknya.
[Rincian imajinasi dan struktur energi diterima,] suara Melodina bergema amat jernih, menggetarkan dimensi di sekitar lapangan. [Memulai proses penciptaan unit tempur khusus Otoritas Dewa.]
BUMMM!
Seketika, berkas pendar cahaya keemasan yang teramat silau meledak menembus awan dari langit utara! Tanah marmer lapangan bergetar halus saat pilar-pilar sihir suci turun menghantam bumi satu per satu.
Dari balik siluet cahaya surgawi tersebut, muncullah lima ribu sosok Malaikat Bersayap Emas. Mereka mengenakan zirah besi putih berkilau yang tak tergores, menggenggam Tombak Dewa yang memancarkan kilatan petir suci. Secara serentak, lima ribu entitas agung itu mendarat, lalu berlutut tegap ke arah Alan dengan kepatuhan mutlak.
Namun, di barisan paling depan, berdiri satu sosok yang berbeda dari lainnya. Sosok tersebut memancarkan perpaduan aura suci yang menyilaukan sekaligus kepak angin kegelapan yang amat pekat.
Alan menaikkan sebelah alisnya, mengamati entitas tersebut. "Melodina, kenapa ada satu malaikat setengah iblis di barisan depan?"
[Analisis Penciptaan Sistem:] sahut Melodina memaparkan data. [Entitas tersebut merupakan Otoritas Tertinggi dari manifestasi malaikat ini. Kekuatan dan daya tampung mananya yang di luar nalar memerlukan penyeimbang berupa elemen kegelapan murni, menjadikannya pemimpin alami bagi lima ribu unit malaikat.]
Alan tersenyum tipis, melangkah mendekati sosok pemimpin tersebut. "Berdirilah."
Malaikat itu bangkit berdiri. Alan menatapnya tenang lalu bersuara penuh wibawa. "Mulai hari ini, namamu adalah Luciana."
CRACK! WUSHHH!
Saat nama itu diucapkan, gelombang sihir evolusi meledak hebat mengelilingi tubuhnya! Penampilannya bertransisi sempurna membentuk wujud manusia setengah malaikat yang sangat anggun dan perkasa. Sayap kanan di punggungnya memancarkan pendar emas suci yang berkilau, sementara sayap kirinya terbentang berwarna hitam pekat segelap malam.
Luciana meletakkan tangan kanannya di dada, membungkuk dalam di hadapan Penciptanya. "Dengan nama Luciana... hamba akan memenuhi seluruh perintah Anda sampai akhir, wahai Dewa Agung."
Di belakang Alan, Zero, Akami, Kayy, serta para menteri berdiri mematung dengan napas tertahan. Meskipun mereka semua diciptakan dari imajinasi Alan, menyaksikan kemunculan ribuan malaikat bersayap emas dan sosok Luciana secara langsung tetap membuat jiwa mereka terguncang hebat oleh keagungan Pencipta mereka.
"Melodina, tampilkan status Luciana," perintah Alan.
WUSHHH!
Layar transparan keemasan mengembang di udara, menampilkan rincian statistik yang memukau.
STATUS ENTITAS OTORITAS
Nama : Malaikat Luciana
Level : 5.000
Status : Kehendak Dewa Alan
Spesialis: Otoritas Puncak Cahaya & Kegelapan
Melihat angka Level 5.000 milik Luciana serta otoritas ganda yang dimilikinya, Alan mengangguk puas dengan raut wajah sangat tenang.
[Informasi Tambahan Sistem,] sela Melodina memberikan data pelengkap. [Seluruh lima ribu prajurit Malaikat Bersayap Emas memiliki status kekuatan setara Level 2.500 dengan atribut Otoritas Pasukan Abadi. Mereka memiliki kekebalan mutlak terhadap sihir kutukan dan manipulasi jiwa iblis.]
"Luar biasa..." gumam General Zero seraya menyunggingkan senyum buas. "Dengan Luciana, dua Naga Kuno, dan lima ribu malaikat ini... armada iblis di Arcania hanya akan menjadi barisan mangsa."
Alan berbalik menatap Luciana dan Zero.
"Luciana, Zero!" panggil Alan dengan suara menggelegar yang memenuhi seluruh lapangan. "Kalian berdua, bersama dua Naga Kuno dan lima ribu Malaikat Bersayap Emas, berangkatlah ke Kerajaan Arcania sekarang! Hancurkan sepuluh ribu armada iblis Obsidion dan pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang menginjakan kaki di inti sihir Arcania!"
"Perintah Anda adalah hukum mutlak bagi hamba!" seru Luciana dan Zero serempak seraya berlutut mantap.
Dengan kepakan sayap emas dan hitam Luciana yang menghembuskan angin kencang, lima ribu malaikat melompat ke udara menembus awan, bergerak melesat memimpin barisan menuju Kerajaan Arcania demi membantai musuh yang berani meremehkan kedamaian aliansi Solaria.