Indonesia
NovelToon NovelToon
Khalifa Humaira

Khalifa Humaira

Status: tamat
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: suharni

"Apa kau pikir aku menikahimu karena cinta? Aku menikahimu karena terpaksa, demi baktiku kepada Umi dan Abah. Statusmu hanyalah sebagai Istri sementara. Setelah dua tahun pernikahan, aku akan menceraikanmu. Seperti yang kau ketahui, bahwa aku hanya mencintai Rukaya, dan dia lah satu-satunya wanita yang berhak atas diriku. Bukannya kau!" Kalimat sarkas Alvin sukses mengoyak hati Khalifa Humaira, istrinya. Perjodohan telah membuat keduanya berada dalam dilema. Khalifa, begitu sapaannya terpaksa menuruti permintaan Abahnya untuk menikahi salah satu Putra dari sahabat yang mengajar di pesantren Az-zahra. Sedangkan ia masih ingin melanjutkan pendidikan di negri Mesir. Namun, sayangnya impian itu harus pupus. Sebab, Abahnya mendadak berpulang ke pangkuan Illahi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dua Wanita

Malam adalah waktu yang melambangkan kegelapan. Warnanya hitam pekat bila tak ada cahaya.

Malam adalah pengganti waktu siang yang terang benderang, seterang hati Khalifa kepada Rukaya.

Ya, dua wanita itu akhirnya bertemu juga tanpa sengaja. Baru saja Alvin memperkenalkan istrinya kepada seluruh Ustad, mendadak Rukaya hadir di antara orang-orang tersebut.

Rencananya malam itu Rukaya tak ingin datang ke pesantren, ia meminta Ustadza Zaenab yang menggantikan dirinya untuk mengajar. Namun, Rukaya memutuskan untuk membatalkan hal tersebut. Alhasil terjadilah pertemuan antara dua wanita yang berpengaruh dalam hidup Alvin itu.

Khalifa memandang Rukaya dengan tatapan kagum. Sebab, kecantikannya. Berhubung Rukaya tak memakai cadar. Sedangkan Rukaya memandang Khalifa dengan tatapan datar.

"Assalamu'alaikum Ustadza," sapa Khalifa penuh hormat setelah Ustad Guntur menyebut nama Rukaya.

Sementara itu, Alvin yang menyaksikan dua gadis tersebut merasa cemas. Khawatir Khalifa akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Rukaya. Tanpa Alvin sadari, bahwa istrinya itu justru menghormati wanita yang ia dambakan.

Khalifa sadar, bahwa kehadirannya telah menghancurkan rencana masa depan mereka. Namun, pernikahan itu sungguh bukan keinginannya. Dia juga terpaksa menerima khitbah Alvin demi Sang Ayah.

Andaikan perjodohan itu tak pernah ada, mungkin saja saat ini Khalifa sudah berada di negri yang terkenal dengan piramidanya itu untuk memperdalam ilmu agama di sana.

"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wa barokaatum," sahut Rukaya. Ekspresinya sungguh tak terbaca. Gadis itu pandai menyembunyikan perasaan.

"Ustadza Rukaya, perkenalkan. Ini adalah istri dari Ustad Alvin, Khalifa." Ustadza Zaenab mengambil alih pertemuan itu, memperkenalkan Khalifa kepada Rukaya.

Betapa tidak, lima menit saling bersua, tak ada tanda-tanda perkenalan. Alvin seolah enggan untuk menunjukan pada dunia tentang siapa istrinya.

Andai bukan karena Zaenab, keberadaan Khalifa tak akan dianggap.

"Rukaya."

"Khalifa."

Dua perempuan itu pun akhirnya saling berjabat tangan sembari melempar senyuman.

Dalam hati Rukaya tersimpan kecemburuan. Sedangkan Khalifa masih bisa menyeimbangkan diri serta perasaan. Lagi-lagi ia sadar diri akan keberadaannya dalam hidup Alvin.

Di sisi lain, wajar bila Rukaya menaruh rasa cemburu terhadap Khalifa. Walau bagaimanapun juga dia yang pertama dalam kehidupan suaminya. Sedangkan Khalifa baru beberapa hari belakangan memasuki kehidupan pria tersebut.

Namun, Rukaya tak dapat berbuat benyak. Posisinya saat ini tidak mengharuskan ia menyakiti Khalifa.

Memang ada rasa cemburu di hatinya, tetapi tak sampai menjurus ke rasa benci. Rukaya adalah wanita yang bijaksana, lagi dewasa.

"Oh iya, Ustad. Kebetulan Ustad ada di sini. Saya ingin menyetor nilai santri didikan saya yang kebetulan hafalan Qur'annya telah tuntas. Dan ini buku yang dua minggu lalu Ustad pinjamkan ke saya. Terimakasih banyak." Kemudian Rukaya memberi Alvin selembar kertas putih berisi nilai para santri didikannya. Sekaligus buku yang ia pinjam.

Buku itu berjudul 'Fiqih Wanita' karya Anshori Umar. "Sama-sama," sahut Alvin seraya mengambil kertas dan buku tersebut.

Ada rasa sedih sekaligus rindu hadir dalam hati Alvin. Ingin rasanya ia mengajak Rukaya mengobrol bersama seperti yang biasa mereka lakukan.

Sayangnya, ada Khalifa serta para Ustad di sana. Hal itu membuat Alvin cukup kesulitan. Di sisi lain, ia tak ingin membuat keributan sehingga menimbulkan fitnah.

"Oh iya, Ustadza Rukaya di sini ngajar mata pelajaran apa?" tanya Khalifa setelah beberapa saat diam memperhatikan sikap Alvin terhadap Rukaya.

"Saya mengajar ilmu fiqih, Mba," sahut Rukaya.

"Jangan panggil Mba, panggil nama aja. Ifa atau Khalifa, mana enaknya aja." Tutur kata Khalifa yang bijak lagi sederhana membuat Ustad Guntur kagum.

Sayangnya hal tersebut tidak berlaku bagi Alvin. Pikirnya, Khalifa mencoba untuk mengulik kehidupan Sang pujaan hati. Nyatanya adalah Khalifa berusaha untuk mengakrabkan diri.

Tak ada maksud terselubung dari pertanyaan tersebut. "Baiklah, Ifa," sahut Rukaya, canggung.

"Ah ya, sampai lupa. Bukankah minggu depan Anak-anak akan ujian nasional? Beberapa soal sudah siap untuk diedarkan. Hanya saja dari pihak Dinas masih menahan soal ujian tersebut. Katanya Pimpinan harus menghadap ke sana dulu." Untungnya Ustad Guntur mencairkan suasana, sehingga tak lagi terjadi ketegangan serta rasa canggung.

"Baiklah, terimakasih," sahut Alvin, singkat.

"Oh iya, Ustad. Malam ini Ustad mau ngajar juga, ya? Atau hanya sekedar jalan-jalan bersama Istri?" goda Guntur.

Tak pelak membuat Rukaya semakin merasa cemburu. Alvin menoleh pada gadis itu, merasa canggung atas pertanyaan salah satu Ustad terbaik di persantren tersebut.

"Ah ya, permisi. Sepertinya saya harus pamit sekarang. Masih ada sedikit urusan. Assalamu 'alaikum." Rukaya yang tak sanggup menahan diri, akhirnya memilih untuk pamit. Terlalu sakit rasanya bila harus menyaksikan kemesraan pasangan pengantin baru tersebut. Tanpa ia ketahui, bahwa Khalifa merasa bersalah padanya.

Sementara hati Alvin seperti tertusuk duri mawar merah. Sungguh pedih. Ia merasa bersalah pada gadis pujaan hatinya itu.

"Wa'alaikumussalam wa rohmatullahi wabarokaatu," sahut mereka secara bersamaan.

"Ah ya, kebetulan malam ini saya tidak mengajar. Saya hanya ingin menyelesaikan tugas yang kemarin sempat dipercayakan padamu." Kemudian Alvin mengalihkan perhatian semua orang.

"Ayo, kita pergi," imbuh pemuda tersebut, mengajak Khalifa yang masih menyimpan rasa bersalah di hatinya terhadap Rukaya.

"Tadi itu apa? Apa kau sengaja mengulik hidup Rukaya?" Setibanya di ruangan, Alvin mencerca Khalifa. Menghardiknya dengan nada sedikit tinggi. Beruntung di ruangan itu tak ada orang lain.

"Mas, aku tidak sedang mengulik hidup siapapun. Aku hanya ingin tahu sisi lain dari pesantren ini. Aku sangat bahagia kembali menginjakan kaki di sekolah ini setelah sekian lama," jelas Khalifa bersungguh-sungguh.

"Terserah apa katamu. Namun, kau harus ingat satu hal dariku, bahwa kau tidak boleh berinteraksi dengan orang-orang di pesantren ini. Terutama Rukaya, kau tidak boleh mengajaknya bicara. Apa kau paham?" Lihatlah, betapa teganya Alvin terhadap istrinya sendiri. Melarang Khalifa.

"Sebelumnya maafkan aku, Mas. Tapi, tolong jangan salah paham padaku. Aku tahu yang Mas alami saat ini. Namun, aku berani bersumpah atas nama Allah, bila aku tak ada maksud apa-apa." Baru juga beberapa menit menapakan kaki di pesantren itu, Khalifa dan Alvin terlibat perdebatan.

"Rupanya selain munafik, kau juga tukang bohong, ya? Benar-benar tidak bisa dipercaya. Apa kau pikir aku tidak tahu apa maksud dan tujuanmu menikahiku? Bukankah kau menginginkan pesatrren ini?"

Sumpah demi apapun, Khalifa sangat terkejut pada perkataan suaminya itu. Tidak disangka bila pikirannya sangat picik.

Harus Khalifa akui bila impiannya adalah mendirikan pesantren. Namun, tidak seperti yang Alvin katakan. Khalifa tidak menginginkan pesantren dari Ayah mertuanya itu.

Meski kecil kemungkinan, tetapi Khalifa tidak ingin berpangku tangan. Dia berharap bisa memiliki pesantren dari hasil jerih payanya sendiri. Bukan hasil dari warisan, apa lagi belas kasih dari seseorang. Sungguh itu bukan sifatnya.

"Tidakah Mas Alvin sudah keterlaluan?" lirih Khalifa dengan mata berkaca-kaca.

Ingin rasanya ia menangis sekencang angin, tetapi ditahannya karena tempat yang tidak memungkinkan.

Di dalam pesantren itu, mereka harus terlibat perdebatan yang cukup menyayat hati.

"Sebaiknya aku pulang saja, Mas. Aku tidak ingin melanjutkan percakapan ini di pesantren. Sungguh tak etis rasanya." Kemudian Khalifa memutar badan, hendak pulang ke rumah mertua seorang diri.

1
Ika
makan tuh gengsi alvin
Aie
yah kok tamat sih padahal lagi seru" nya,,,
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Paulina Nurhadiati
lah tamat 🤧🤧
..
wah gak sangka ya rukaya meninggal, dan benar ana ini jodoh ifa si al selamat ya moga pernikahan kalian samawa
Paulina Nurhadiati
penyesalan memang datang terakhir ifa yg penting jangan berlarut-larut kan. tapi rupayanya si rukaya blm ikhlas ya akhirnya dia depresi ini karena kepergian alvin
Paulina Nurhadiati
ya ampun si Alvin meninggal 🤧🤧 cian juga ini ya dia blm sempat tau kalo dia punya anak dr ifa 😭😭
Paulina Nurhadiati
wah akankah ifa tergugah hatinya setelah mengetahui fakta ini dan mereka anaknya rujuk nantinya, apalgi kini Alvin lagi koma ya
Ismah Nurmillah Hayati
Gak pengen menghujat Rukaya sih, cuma disini kesannya Rukaya kayak gak tau diri. Khalifa udah ikhlas banget lo ngelepas Alvin buat kamu, tapi kenapa kamu datang dan malah membahas soal putranya. Lalu, untuk apa kamu memberitahu pada Ifa soal Alvin yang mencintainya. Apakah itu tidak terlalu terlambat buat dikatakan? Jadi Rukaya, sudahilah saja semuanya soal kamu dan Alvin. Biarkan Ifa bahagia dengan anaknya. Soal meminta maaf, Ifa kan sudah memaafkan kamu. Jadi alangkah baiknya jangan lagi kami usik kebahagiaannya.
Paulina Nurhadiati
moga terbuka pikiran kamu rukayah apa yg aku bilang itu benar
Kenzie
lanjut tor ...semangat
Ismah Nurmillah Hayati
lah si Alvin, jadi kamu mau ninggalin Rukaya dan anak kamu si Maryam? Kenapa takdir Tuhan sebegitunya 😭😭😭😭
Ismah Nurmillah Hayati
wahahaha, ngerasa ketampar gak tuh Vin sama tausyiah yang kamu sampaikan? Dalam hal ini, kamu bagaikan manusia munafik. Tapi, apapun itu yang namanya manusia gak luput dari khilaf dan salah
Paulina Nurhadiati
wah lumayan parah juga ya kondisi Alvin ini, sabar ya rukaya 🤧🤧
Paulina Nurhadiati
cian amat ini Alvin kecelakaan duh ampun🤧🤧
Ismah Nurmillah Hayati
Apa Rukaya, kamu cemburu? Lah, gimana dengan Khalifa dulu? Bagaimana sakitnya dia menahan cemburu saat tau suaminya selalu saja menggaungkan namamu? Jadi kalau mau marah atau menyalahkan seseorang, yang paling tepat itu salahkan suamimu yang gak punya perasaan.
Ismah Nurmillah Hayati
Bahagialah kamu Rukaya, disaat melahirkan semua orang ada disekitarmu untuk menemani. Tapi lihatlah Ifa, dia harus berjuang sendirian dirumah sakit untuk melahirkan buah hatinya. Bapaknya gak usah ditanya kemana, bapaknya terlalu sibuk mengagungkan gengsinya 😤😤😤😤
Ismah Nurmillah Hayati
Haaa tumben sadar, kenapa gak dari dulu aja sadarnya Vin. Setelah Ifa menderita sekian lama, dan sekarang setelah lepas darimu, kamu mau bertindak egois kembali dengan cara mengajaknya kembali rujuk? Apakah kau gila Vin? 😏😏😏
Ismah Nurmillah Hayati
Ya Allah, boleh gak merasakan kesenangan diatas penderitaan Alvin? Soalnya seneng aja gitu liat dia menderita
😌😌😌😌
Paulina Nurhadiati
nah loh bayu siapa tuh 🙈🙈
Paulina Nurhadiati
heleh sekarang cemburu kamu, dulu kemana aja Herman sama rukaya ini mbuh lah sekarepmu aja rukaya 🙄🙄
Aie
kamu sekarang merasa cemburu pada mantan madumu, padahal suamimu ada di sampingmu,,,,?
lalu kemana fikiranmu dulu waktu khalifa jadi istrnya,kamu mau di peristri oleh Alvin, sedangkan kamu tau hubungan Alvin dan khalifa sedang tidak baik,,seharusnya kamu merelakan dan menasehati Alvin agar bisa menerima Istrinya,,
bukan malah Egois yg malah memperkeruh keadaan,menjadi orang ketiga di rumah tangganya,,
sekarang menyesal pun percuma Rukaya,,
sekarang nikmatilah buah dari ke egoisanmu,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!