Ini adalah cerita pertama author.
"Maaf, saya harus mengatakannya. Via menderita limfoma atau kanker kelenjar getah bening." Ucap dokter sambil membaca hasil tes yang dilakukan Via tadi.
Duaarrr. Bagai disambar petir di siang bolong, betapa hancurnya hati Via dan bibinya mengetahui itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Issp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Teman-teman Via masih berapa di rumah sakit, mereka sekarang sedang makan bersama. Via sudah makan baru saja, dia makan makanan yang disediakan oleh rumah sakit.
Author Pov End
Amel Pov
Aku menginap di rumah sakit, semalam orangtuaku datang membesuk Via sekaligus membawakan aku baju. Hari ini adalah hari libur, kami tinggal pengambilan raport besok dan libur panjang.
Disini hanya tinggal Via, aku dan budhe Asih. Aku ingin menemani Via kemoterapi, ini masih pukul 7 pagi dan jadwal Via kemo pukul 10 nanti.
"Kamu ingin makan buah apa, Vi? Biar aku kupaskan." Tanyaku kepada Via, dia hanya menggelengkan kepala.
"Tetapi perutmu harus tetap terisi, aku pesankan bubur saja ya." Tawarku lagi, dan dia menganggukkan kepala.
Sungguh aku ikut merasa sakit melihat Via, bagaimana tidak. Dia sudah berada dirumah sakit begini tetapi orangtuanya tidak ada disini, mereka malah mementingkan liburan semester kakaknya Via, emang dasar orangtua gila. Beruntung ada budhe Asih.
Aku mengambil ponselku dan memesankan bubur untuk Via dan makanan juga untukku dan budhe sarapan.
Pintu terbuka, aku menoleh dan ternyata Kevin yang datang. Dia membawa buah-buahan. Kevin berjalan ke arah Via, jadi aku segera pindah duduk di sofa.
Aku melihat interaksi mereka, jujur Kevin sangat perhatian kepada Via. Aku ikut senang melihatnya, Kevin juga terlihat sangat tulus semoga jika memang mereka ditakdirkan bersama. Kevin bisa membahagiakan Via.
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 10, dan tepat pada saat itu dokter dan suster datang. Suster membawa cairan kemoterapi itu.
"Sekarang saya akan memasang infus kemoterapi ini ya nak Via." Ucap dokter dan hanya dibalas anggukan oleh Via.
Aku meringis ketika dokter memasang infus tersebut. Tidak terasa air mataku terjatuh, aku cepat-cepat menghapusnya. Aku tidak mau Via melihatku menangis, karena aku harus menguatkannya.
Amel Pov End
Author Pov
Dahi Via mengeluarkan banyak keringat, dia terlihat gusar dalam tidurnya.
"Ssstttt." suara ringisan Via.
"Nak." Ucap lembut bibi Asih.
"Sssttt, Via ingin muntah bi."
Kevin cepat-cepat mengambil keresek yang ada di meja, dia menadahkan supaya Via muntah disitu saja.
Via terus memuntahkan isi perutnya, ini adalah efek kemoterapinya. Tubuhnya tersaya nyeri.
"Tuhan, kenapa kau tidak langsung saja ambil nyawaku? Kenapa aku harus menderita begini?." Lirih Via.
"Kamu bicara apa? Kamu akan sembuh percaya padaku. Kamu tidak boleh kemana-mana. Jangan putus asa begini, Via!" Ucap Kevin sambil sedikit meninggikan suaranya. Bibi Asih sudah menangis dari tadi melihat Via kesakitan.
"Aku tidak berguna, Vin. Hahaha aku hanya bisa merepotkan saja, benar yang orangtuaku dan kakakku lakukan padaku. Karena memang aku hanya bisa menyusahkan." Ucap Via terbata-bata sambil sesekali meringis kesakitan.
Kevin memeluk Via supaya Via bisa sedikit tenang. Via sekarang sedang diposisi terendahnya, jadi dia sangat butuh penyemangat.
...****************...
Keesokkan harinya Rina, Amel dan Nagita datang ke rumah sakit, ketika mereka membuka pintu Kevin mengkode mereka untuk diam.
"Sttt, Via baru saja tertidur. Semalaman dia terus muntah-muntah dan mengatakan jika sakit. Jadi jangan berisik." Ucap Kevin berbisik kepada mereka.
Bibi Asih sedang keluar membeli sarapan, bibi menyuruh Kevin untuk menjaga Via saat dia pergi keluar.
Mereka memilih duduk disofa sambil melihat Via yang tertidur, sesekali Via meringis. Nagita berdiri lalu berjalan ke kursi samping tempat tidur Via, dia mengusap kepala Via untuk menenangkannya.
4 jam kemudian dokter mengabarkan jika Via sudah bisa dibawa pulang. Via pulang ke apartemen yang di beli bibi Asih. Bibi Asih membeli apartemen itu memang supaya jika Via pulang dari rumah sakit, bisa langsung pulang ke apartemen.
Kenapa Via tidak pulang ke rumahnya? Jawabannya adalah memang orangtua Via sudah tidak ingin merawat Via. Bibi Asih memutuskan jika Via akan dia angkat menjadi anaknya secara sah.
Teman-teman nya tentu saja ikut pergi ke apartemen itu. Mereka ingin menemani Via, ini suka sudah masuk libur panjang jadi mereka memutuskan untuk disana. Bibi Asih juga mengijinkannya, supaya Via tidak bosan jika hanya di apartemen dengannya.
Sekarang mereka sedang di ruang makan, mereka akan makan siang. Via memutuskan untuk makan roti saja, karena dia tidak begitu lapar. Baru sesuap roti masuk kedalam mulutnya, tiba-tiba dia berlari ke kamar mandi.
Via memuntahkan isi perutnya lagi, Kevin dengan sigap mengikuti dan memijat tengkuk Via. Via baru saja akan makan tadi, jadi yang keluar hanya cairan.
"Sudah?" tanya Kevin sambil membersihkan muntahan Via di kloset. Via mengangguk sambil memijat kepalanya. Kevin mengambil air untuk membasuh mulut Via, lalu memapahnya ke kamar.
Tentu saja ke empat orang lainnya juga khawatir melihat kondisi Via. Mereka duduk dipinggiran kasur sambil sesekali mengusap tangan Via.
Rina, Nagita, dan Amel ijin pulang terlebih dahulu. Mereka ingin membersihkan diri juga ingin mengambil beberapa baju. Hanya tinggal Kevin dan bibi Asih disana.
Kevin tidak pulang karena orangtuanya juga akan ke apartemen bibi Asih.
Author Pov End
Alivia Pov
Badanku terasa remuk semua, setelah kemoterapi semua persendian ku terasa nyeri. Bahkan belum ada makanan yang masuk kedalam perutku, karena hanya menggigit saja aku pasti langsung memuntahkannya.
Seperti saat ini aku sedang berada di WC karena memuntahkan isi perutku, aku merasa sangat lemas sekarang. Kevin memapahku ke kamar dan membaringkanku.
"Maaf aku hanya bisa merepotkan kalian. Dan maaf karenaku kalian tidak jadi liburan" Ucapku dengan sedikit meringis.
"Kamu bicara apa sih Vi, kita ini keluarga. Sakit tidak sakit jika kamu butuh kami, kami pasti akan membantumu. Yang terpenting sekarang adalah kesehatanmu jangan pikirkan yang lain"Ucap Amel sambil mengusap air matanya.
"Aku bersyukur memiliki kalian dan bibi." Uh aku sedikit mengantuk.
"Jika kamu bisa tidur, tidurlah nak." Kata bibiku sambil mengusap kepalaku.
Alivia Pov End
kabar-i yaaaa😘😍💪
Serious???
End nih, Thor?????
pertanda kah??
sedih sangat...
adakah harapan?? ????
kasihan via.....
kevin, thanks...
kamu sgt tulus.....
tlg buat via sembuh yaaaa
smg lekas sembuh yaaaa
apa hrs dibuat POV terus kah????