Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi
Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.
Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.
Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.
Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.
Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.
Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.
Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.
Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.
Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.
Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.
Sampai akhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA SANG NECROMANCER
Dalam perjalanan menuju benteng kedua, Josep, Kael, dan Kaela mulai memasuki hutan yang lebat.
Kedua saudara Elf itu terlihat sangat kagum melihat keindahan hutan. Berbagai hewan liar terlihat berlarian di antara pepohonan, sementara burung-burung beterbangan di atas mereka.
Josep kemudian menjelaskan keadaan wilayah tersebut.
“Dahulu, daerah ini merupakan wilayah yang dikuasai para Goblin. Namun, pasukan Kekaisaran sudah menyapu bersih mereka beberapa tahun lalu. Karena itu, perjalanan melalui jalur ini sekarang jauh lebih aman.”
Josep kemudian menunjuk ke arah jalan di depan.
“Apalagi pasukan utama kita sekarang berada di benteng kedua. Jadi, kita hanya perlu melanjutkan perjalanan sampai tiba di sana.”
Kael dan Kaela mengangguk sambil tersenyum.
Mereka terlihat tidak sabar untuk segera tiba di benteng kedua.
Sementara itu, Josep mulai menyandarkan tubuhnya di kursi kereta.
Ia perlahan menutup mata dan beristirahat.
Di belakang kereta yang ditumpangi Josep, Kael, dan Kaela, sekitar 1.000 prajurit berjalan dalam barisan yang rapi.
Mereka membawa berbagai persediaan seperti makanan, air, senjata, dan perlengkapan perang.
Pembangunan Benteng Kedua
Sementara perjalanan mereka berlangsung, aku terus mengawasi semuanya melalui hologram sistem.
Aku melihat perjalanan mereka berjalan dengan aman.
Sepertinya perjalanan mereka tidak mengalami masalah.
Aku kemudian mengalihkan pandangan ke benteng kedua.
Di sana, para prajurit masih sibuk memperbaiki bangunan dan tembok yang rusak akibat peperangan sebelumnya.
Aku juga melihat Clone-ku.
Ia masih terus melatih tubuhnya tanpa henti.
Setiap kali tubuh Clone mengalami peningkatan fisik, tubuh utamaku juga merasakan efek yang sama.
Lumayan.
Setidaknya aku bisa meningkatkan kondisi tubuh tanpa harus melakukan semuanya sendiri.
Aku kemudian melihat pembangunan benteng.
Aku sebelumnya sudah memerintahkan para prajurit untuk membuat parit yang lebar dan dalam di depan gerbang depan dan belakang.
Parit tersebut kemudian akan diisi air yang dialirkan dari sungai yang berada tidak jauh dari benteng kedua.
Aku juga baru saja memanggil sepuluh Skeleton tambahan untuk membantu pekerjaan pembangunan.
Dengan begitu, sekarang aku memiliki 20 prajurit Skeleton.
Aku tersenyum kecil.
Huff... menggunakan Skeleton memang sangat menguntungkan.
Mereka tidak membutuhkan makanan, minuman, tidur, ataupun upah.
Dan mereka bisa bekerja tanpa mengenal lelah.
Aku mulai membayangkan berapa banyak biaya yang bisa kuhemat hanya dengan menggunakan para Skeleton untuk pekerjaan berat.
Kalau begini terus, biaya pembangunan benteng kedua bisa jauh lebih murah.
Aku kemudian teringat sesuatu.
Di benua ini ternyata masih terdapat sistem perbudakan.
Aku mulai memikirkan rencana untuk membawa orang-orang tersebut ke wilayah timur.
Kalau aku memang ingin membangun wilayahku sendiri, aku membutuhkan banyak penduduk.
Aku ingin memberikan mereka pekerjaan yang layak.
Petani.
Pelayan.
Nelayan.
Prajurit.
Pandai besi.
Penambang.
Dan berbagai pekerjaan lainnya.
Aku juga berencana memberikan mereka tempat tinggal dan lahan untuk bertani.
Bahkan, bagi mereka yang bersedia menetap di wilayah timur dan membawa keluarganya, aku ingin memberikan bantuan awal agar mereka dapat memulai kehidupan baru.
Namun, untuk melakukan semua itu, aku membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Aku kemudian memanggil Lou Yi.
“Lou Yi.”
Tidak lama kemudian, Lou Yi datang menghampiriku.
“Ada apa, Tuan?”
Aku mulai menjelaskan rencanaku.
“Aku ingin membawa beberapa orang dari wilayah lain untuk menetap di wilayah timur. Aku juga ingin memberikan mereka pekerjaan dan kehidupan yang layak.”
Lou Yi mendengarkan dengan serius.
Aku kemudian membahas mengenai sistem perbudakan yang masih berlaku di beberapa wilayah.
“Untuk saat ini, aku ingin mencari orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau kehidupan yang layak. Kita akan memberikan mereka kesempatan untuk memulai kehidupan baru di wilayah timur.”
Lou Yi mengangguk.
“Kalau begitu, berapa banyak orang yang ingin Tuan bawa?”
“Aku memperkirakan sekitar 300 sampai 400 orang untuk tahap pertama.”
Aku sebelumnya sudah membaca beberapa dokumen mengenai harga budak.
Harganya berbeda-beda tergantung kondisi, kemampuan, dan latar belakang mereka.
Orang yang memiliki kemampuan bertarung biasanya memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang biasa.
Aku kemudian berkata,
“Aku tahu soal itu.”
Aku melakukan telepati untuk menghubungi Sebas dan Elisa.
“Sebas, Elisa. Datanglah ke ruanganku.”
Tidak lama kemudian, keduanya datang.
Aku mengumpulkan Lou Yi, Sebas, dan Elisa.
Aku kemudian menjelaskan rencanaku kepada mereka.
“Aku ingin kalian pergi ke ibu kota atau wilayah lain yang memiliki perdagangan budak.”
Elisa terlihat bingung.
“Tuan... boleh saya bertanya?”
“Tentu.”
“Kenapa Tuan ingin membeli orang-orang yang sakit atau berada dalam kondisi buruk? Bukankah lebih baik membeli mereka yang sehat?”
Aku menjawab dengan tenang.
“Karena aku ingin memberi mereka kesempatan untuk hidup kembali.”
Aku terdiam sejenak.
“Jika mereka berhasil diselamatkan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, kemungkinan besar mereka akan bersedia menetap di wilayah timur.”
Elisa terlihat sedikit terkejut mendengar rencanaku.
Ia akhirnya hanya mengangguk.
“Baik, Tuan.”
Lou Yi dan Sebas juga mengangguk.
“Baik, Tuan.”
Aku kemudian menoleh kepada Lou Yi.
“Hitung anggaran yang tepat untuk perjalanan Sebas dan Elisa. Pastikan uang yang mereka bawa cukup untuk kebutuhan mereka.”
“Baik, Tuan.”
Lou Yi kembali ke ruang kerjanya untuk menghitung anggaran.
Sementara itu, Sebas dan Elisa mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk keberangkatan mereka keesokan harinya.
Aku bersandar di kursiku.
Akhirnya satu masalah terselesaikan.
Aku mulai menyusun rencana berikutnya.
Aku juga mulai memikirkan pembangunan sekolah militer dan panti asuhan di wilayah timur.
Kalau aku ingin membangun kerajaan sendiri, aku harus mulai membangun semuanya dari sekarang.
Aku kemudian membuka hologram sistem.
Besok aku juga bisa memanggil satu Pahlawan baru.
Kali ini aku membutuhkan seseorang dengan kemampuan penyembuhan.
Pahlawan seperti itu akan sangat berguna ketika rombongan penduduk dari wilayah lain tiba di wilayah timur.
Rombongan Josep Tiba
Waktu terus berlalu.
Sementara itu, rombongan Josep akhirnya semakin dekat dengan benteng kedua.
Hari mulai gelap.
Hingga akhirnya, pada malam hari, rombongan tersebut berhasil tiba di benteng kedua.
Josep dan 1.000 prajurit disambut oleh Jenderal Serof.
Serof kemudian membawa mereka memasuki benteng.
Setelah seluruh pasukan masuk, Josep dan Serof mulai berbicara mengenai perjalanan dan keadaan benteng.
Percakapan mereka berlangsung cukup lama.
Sementara itu, aku masih mengawasi semuanya melalui hologram.
Aku kemudian mengambil alih tubuh Clone-ku.
Aku keluar dari tenda dengan mengenakan pakaian bangsawan.
Aku berjalan menuju tempat Josep dan Serof berada.
Begitu aku tiba, keduanya langsung berdiri dan memberikan salam hormat.
Josep terlihat sangat terkejut.
Apa...?
Bukankah Tuan Muda berada di benteng utama?
Ia benar-benar tidak menyangka akan melihatku di benteng kedua.
Serof yang melihat ekspresi Josep hanya tersenyum.
“Josep, jangan terkejut.”
Josep menatap Serof dengan bingung.
“Kenapa?”
Serof kemudian menjelaskan.
“Orang yang berdiri di depanmu adalah Clone milik Tuan Muda.”
Josep terdiam.
“Clone...?”
Serof mengangguk.
“Benar. Tuan Muda memiliki kemampuan untuk menciptakan Clone yang dapat bergerak dan berpikir secara mandiri.”
Josep semakin terkejut.
“Ha... haaa?”
Ia bahkan mulai terbata-bata.
“Bagaimana... bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan hal seperti itu?”
Serof tertawa kecil.
“Sepertinya masih banyak hal yang belum kau ketahui tentang Tuan Muda.”
Serof kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Josep semakin terkejut.
“Tuan Muda adalah seorang Mage tingkat tinggi.”
“Bahkan... beliau adalah seorang Necromancer.”
Wajah Josep langsung membeku.
“Ne... Necromancer?”
Ia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Di dunia ini, Necromancer bukanlah penyihir biasa.
Mereka hanya dikenal melalui cerita lama, rumor, dan legenda.
Bahkan banyak orang menganggap keberadaan Necromancer sebagai sesuatu yang hampir mustahil.
Namun sekarang...
Seorang Necromancer berdiri tepat di hadapannya.
Dan orang itu adalah Tuan Muda yang selama ini ia layani.
Josep mulai berkeringat dingin.
Ia menatapku dengan tatapan penuh ketidakpercayaan.
Sementara aku hanya menatapnya dengan wajah datar.
Josep kemudian kembali melihat Serof.
Selama ini... apa sebenarnya yang disembunyikan Tuan Muda?
Malam itu, Josep hampir tidak bisa tidur.
Sepanjang malam, pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan.
Tentang Clone.
Tentang Necromancer.
Tentang para Pahlawan.
Dan terutama...
Tentang siapa sebenarnya bangsawan Iyan yang selama ini mereka kenal sebagai Tuan Muda.