Indonesia
NovelToon NovelToon
Juna

Juna

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: nadia

Lu sentuh pacar gue, jangan harap lu besok masih bisa melihat langit yang biru.

@Arjuna Algivano Guenya.

Siapa sih yang tidak mengenal Juna, semua isi sekolah tau akan siapa Juna. Seorang pria tampan yang di penuhi dengan kesempurnaan yang melekat dalam dirinya. Namun siapa sangka seorang Arjuna yang tampan ini masih belum punya pacar, et bukan karena dia tidak laku yah, melainkan karena ia terlalu pemilih dalam soal wanita.

Ia juga mempunyai geng di sekolahnya yang bernama Abstrak yang beranggotakan tida orang, dirinya, Alvino Guerrero, dan juga alfandi Digraha. Ketiga sahabat yang terkenal akan kenakalan dan juga kesomplakannya. Siapa sangka pada akhirnya ia malah akan memperebutkan satu wanita yang tak sengaja ia temukan saat di kantin.

Akan seperti apakah persahabatan mereka? mereka akan mempertahankan persahabatan mereka atau malah memilih mendapatkan perempuan itu, dengan cara apapaun. Ikuti kisah mereka, jangan lupa Follow autor juga yah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 13

...Ketika mereka menghinamu berarti mereka sedang ingin menjadi dirimu, namun mereka tidak bisa. ...

Matahari sudah kembali terbit, namun seorang gadis cantik masih terlelap dalam tidur nya, gadis itu ternyata masih berkutat dengan mimpinya.

"DINDA BANGUN!! " Teriak seorang pria dari balik pintu kamarnya, pria itu juga sesekali mengetuk pintu kamar Dinda dengan tidak sabaran.

Seorang gadis bernama Dinda itu langsung mendudukan tubuhnya di kasur King size, sambil membuka matanya perlahan-lahan. " IYA AKU UDAH BANGUN, " Balas Dinda sambil berteriak.

"Bagus deh kalau udah bangun, " Ujar pria tadi sambil berjalan meninggalkan kamar adiknya tersebut.

Dinda langsung menurunkan kaki indah dan jenjangnya itu ke lantai, lalu ia berjalan dengan gontai menuju kamar mandi, jujur ia masih ngantuk pagi ini. Semalam karena terlalu asik di pasar malam ia sampai lupa waktu tidurnya.

👑👑👑👑👑

Suasana di sekolah pagi ini sudah benar-benar kacau, semua murid sudah mulai berlalu lalang menuju kelas dan juga tempat lainnya, Dinda saat ini sudah bersama Rina dan juga ketiga pria yang menjadikan Dinda asisten, lebih tepatnya hanya Juna saja. Dinda saat ini sedang mengambilkan tas Juna dan berjalan menuju kelas Juna.

Setelah sampai di sana seperti biasa Dinda menyimpan tas Juna di mejanya, " Nih, " Juna lagi-lagi mengeluarkan makanan dari kolong mejanya.

"Makasih yah Juna, ternyata lu bisa baik juga, " Balas Dinda yang langsung dengan cepat memasukan semua makanan yang berada di tangan Juna.

"Kalau gini, Gue siap tau jadi asisten lu tiap hari, " Sambung Dinda yang sudah selesai memasukan makanan itu ke tasnya.

"Ya udah gimana kalau lu jadi pacar gue aja, nanti Gue akan kasih lu semuanya yang lu mau, " Cerocos Andi sambil mengibaskan rambutnya memamerkan wajah tampannya.

"Jangan ngarep, " Balas Varo mengelap wajah Andi dengan tangan.

Dinda dan Rina tertawa melihat kelakuan aneh mereka berdua, sedangkan Juna hanya bisa menarik nafas beratnya, bagaimana bisa ia bertemu dan bersahabat dengan kedua orang yang kelakuannya seperti ini.

"Nanti pulang sekolah bareng gue, ada beberapa buku yang harus gue beli, nanti gue kasih satu novel buat lu, " Ujar Juna sambil menatap ke arah Dinda.

Dinda pun tersenyum memberi hormat dan juga menghentakkan kakinya ke lantai, " Siap, nanti pulang sekolah kan? " Tanya balik Dinda menyakinkan ucapan Juna.

"Iya lu budek yah, " Balas Juna.

"Sorry napa, ya udah ah gue ke kelas dulu yah, sampai nanti, " Pamit Dinda menarik tangan sahabatnya.

Mereka berdua berjalan menuju kelas, banyak dari murid perempuan yang bertemu atau melihat Dinda mereka selalu menghujatnya, namun sekali lagi dia tidak akan peduli dengan ucapan mereka, karena yang ia tau dari beberapa novel yang selalu ia baca kalau mereka menghinamu dan menghujat mu, atau bahkan membencimu itu semua hanya karena mereka ingin menjadi seperti mu tapi mereka tidak bisa.

Jadi mereka akan membalas dengan menghina mu, begitulah yang Dinda tau.

Sementara Juna dan kedua temannya saat ini sedang mempersiapkan diri untuk belajar, mereka mengeluarkan buku dan juga balpoin untuk mereka gunakan nanti, namun mereka tidak jarang menggunakan barang-barang itu dengan salah.

Ketika belajar mereka menggunakan bukunya bukan untuk menulis melainkan merubah buku itu menjadi kipas, padahal di kelasnya itu sudah ada AC. Memang mereka itu hanya bosan saja mendengarkan ucapan guru dan sengaja memainkan bukunya, mereka juga terkadang hanya memutar-mutar balpoin saja. Bukan berniat untuk menggunakan balpoin untuk menulis.

"Lu suka yah sama Dinda? " Tanya Andi sambil menatap juna penuh selidik.

Sementara Juna hanya menatapnya dengan tatapan datar, " Ngapain gue suka sama tu anak, emangnya dia tipe gue apa? " Balas Juna sedikit acuh, pria itu benar-benar tidak tertarik untuk membicarakan hal seperti itu.

"Lu ngapain sih ngomongin si Dinda, dia itu milik gue, " Timpa Varo.

"Enak aja, dia itu punya gue, " Balas Andi gak Terima.

"Gimana kalau kita taruhan aja, kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan gadis itu, " Usul Varo sambil mengangkat kan alisnya.

Andi setuju dengan ucapan yang di katakan Varo.

"Pesaingan secara sehat, (Juna tertawa kecut), emang ada persaingan secara sakit, " Ujar Juna tertawa.

"Ya itukan pribahasa, " Balas Andi menatap Juna.

"Lu tau gak siapa yang bakal dapetin dia? " Ujar Juna sambil menampilkan wajah seriusnya.

"Siapa? " Tanya Andi penasaran.

"Gue, " Balas Juna dengan wajah tanpa dosanya.

"Wah ternyata lu juga suka sama dia? " Tanya Varo dengan tatapan kesal.

"Enggak, " Juna menggeleng, " Cuman dia pasti maunya sama gue, " Sambung nya dengan keyakinan tingkat dewanya.

"Anjir kalau ngomong tuh gak usah ketinggian, dengerin gue yah. Dia itu tipikal cewek yang gak suka sama modelan kayak lu Juna, dia itu sukanya yang kutu buku, yang pinter, yang baik, kayak gue misalnya, " Balas Andi memuji dirinya sendiri dan berperilaku sok ganteng, yah walaupun memang ganteng sih.

Andi tiba-tiba memukul kepalanya Varo pelan, "Sejak kapan lu pinter dan baik? " Tanya Varo tidak percaya dengan ucapan yang Andi katakan.

"Sejak mengenal dia, " Balas Andi so puitis.

"Alah banci luh, " Timpa Juna yang mendengar ucapan Andi yang sok puitis.

"Pokoknya kita lihat aja siapa yang bisa dapetin Dinda, " Ujar Varo ia juga, benar-benar yakin dengan dirinya.

Tiba-tiba Juna berdiri, "Baiklah kita akan lihat dalam waktu lika hari, jangan salahin gue kalau misalkan dia jadi milik gue," Balas Juna berjalan meninggalkan mereka keluar kelas.

Juna berjalan dengan memasukan bajunya ke dalam saku celana, di tambah penampilannya yang sangat urak-urakan, baju yang tidak ia masukan di tambah dasi yang tidak berada di tempatnya lalu rambut yang sudah bagaikan orang Kesetrum saja.

"Woy tungguin, " Andi berjalan mengejar Juna, Varo juga ikut berlari mengejar Juna mereka bertiga memang akan susah di pisahkan.

Setelah satu jajar dengan Juna, Juna menatap ke arah mereka berdua tanpa menghentikan langkah nya, " Katanya mau jadi anak baik, rajin, pinter. Buat dapetin si Dinda kok lu malah ikutin gue yang mau bolos sih? " Ledek Juna.

"Ya, ya, tapikan gue males kalau di kelas gak ada elu, " Balas Varo terbata-bata.

"Iya bener juga, suka kurang apa gitu kalau gak ada lu di kelas, " Timpa Andi menambahkan ucapan Varo.

"Terus kalau gue mati lu berdua juga bakalan ikut mati gitu? " Tanya Juna kembali.

"Ya enggak lah, ya kali gue mati demi elu, " Balas Andi.

"Gue juga sama gak mau. "

"Terserah lu berdua deh," Balas Juna.

"Yah kalau mati mah beda urusannya dong."

1
HippySunshine
plis thorr up yang banyak🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!