Indonesia
NovelToon NovelToon
SEVENTEEN

SEVENTEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Blackpink
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: yahhhh

Manis.. Seperti senyum Joshua di pagi hari...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yahhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DK - 6

Suasana di ruangan teater sore ini cukup hening. Hanya terdengar suara musik dan seseorang yang sedang memberikan beberapa intruksi. Itu adalah suara Lisa. Ia membantu anggota lain untuk menyempurnakan gerakan koreo mereka.

"Menurut kalian, besok kalian udah bisa hapal belum koreonya?" ini adalah suara ketua ekskul teater. Anggota yang akan tampil saling pandang, seolah saling ingin mencuri jawaban satu sama lain.

"Deka gimana?" Sang ketua sengaja bertanya pada Deka dahulu karena selain Lisa, koreo Deka cukup rumit. Jika Lisa memang memiliki basic dance, sang ketua ragu atas kemampuan dance Deka. Dimana yang tidak ketua ketahui adalah tidak ada hal yang tidak bisa Deka lakukan. Bahkan Lisa pun takjub.

"Gue sih bisa," jawab Deka tengil. Lisa pun tersenyum dengan kepercayaan diri Deka. Sesungguhnya Lisa tahu jika itu memang kemampuan Deka. Bahkan hari ini pun Deka bisa menghapalnya dengan baik.

Setelah mendengar jawaban Deka, anggota lain pun mulai menyanggupi jika besok sudah hapal koreo. Lisa, Deka dan sang ketua tersenyum.

"Oke, gue rasa latihan sampai di sini aja. Gue harap besok kalian semua udah hapal seluruh koreonya, dan kita hanya tinggal mempertajam ekspresi," Ketua memberikan pidato penutupan.

...***...

"Lisa, makasih ya," dari belakang kemudi, Deka tersenyum menatap Lisa.

"Untuk?" tanya Lisa bingung.

"Kerja keras lo," Deka menepuk kepala Lisa perlahan. Lisa sendiri hanya tersenyum sambil menatap ke jalanan yang gerimis.

"Gue ga nyangka, lo yang gue kira anak super suka bercanda dan si paling suka rebahan ini,"

"Pemales maksud lo," potong Lisa pada ucapan Deka. Maka Deka pun terbahak. Di lampu merah yang antriannya terkenal panjang ini, Deka sedikit memutar tubuhnya mengarah pada Lisa.

"Tapi ketika lo dikasih tanggung jawab, lo bisa dipercaya dan diandalkan, selain memang lo sangat bertanggung-jawab. Intinya lo keren, banget," mata Deka nampak berbinar.

"Emang," suara Lisa pelan namun penuh kesombongan.

"Ishh," Deka pun kembali tertawa bersama Lisa. Mereka pun tos sebelum Deka kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Lisa. Perjalanan mereka masih cukup panjang, namun tak masalah. Karena perjalanan mereka seru, penuh canda tawa.

...***...

Lisa meremas kotak bekal makan yang ia bawa dalam pangkuannya. Ternyata taman ini pun tak luput dari kenangan mereka. Lalu kemana lagi ia harus bersembunyi? Sanggupkah ia bertahan hingga akhir? Kenangan yang selalu hadir memaksa rindunya tumbuh semakin subur hingga terasa mencekik. Namun anehnya, hingga kini tak ada satu butir air mata pun yang tertumpah. Ini semakin menyiksa Lisa. Lisa hanya menepuk dadanya berkali-kali berharap mendapat kelegaan.

"Bukankah dia mengatakan untuk pergi ke Amerika bersama? Bukankah mereka sudah mengirim formulir pendaftaran beasiswa bersama? Tapi kenapa?" Lisa merintih. Kepalanya pening, seolah akan meledak saat itu juga. Beruntungnya Lisa, bel berbunyi. Lisa mengeratkan genggaman tangannya. Berusaha tangguh sekali lagi, ia beranjak menuju toilet.

...***...

Hari pertemuan wali murid akhirnya telah tiba. Anak-anak ekskul teater telah bersiap dengan peran masing-masing. Sejujurnya ini adalah penampilan pertama bagi Lisa. Meskipun bukan panggung besar, tapi tetap saja, Lisa gugup.

"Gugup?" sapa Deka. Lisa hanya mengangguk.

"Tenang aja, nanti pas musiknya udah mulai, lo fokus sama musiknya aja," saran Deka. Lisa masih mengangguk. Menurut Deka, saat ini Lisa sedang sangat menggemaskan.

"Hai guys, gimana?" Rose menghampiri dua temannya.

"Panas dingin," jawab Lisa ceplas-ceplos. Rose hanya tertawa mengejek. Ah dia sih enak, karena kali ini Rose akan berperan di balik layar untuk mengatur musik.

Saat pembawa acara telah memanggil mereka, Deka membawa tangan Lisa pada genggamannya. Ia berharap dapat menyalurkan kekuatannya melalui ini. Setelah memberi salam pada penonton, setting panggung pun berubah disesuaikan dengan tema drama yang akan mereka tampilkan.

Musik mengalun, tanda Rose telah mulai bekerja. Seperti saran dari Deka, Lisa berusaha fokus pada musiknya. Ia mempercayakan segalanya pada tubuhnya. Mulai dari ekspresi, gerakan, gesture, power, semuanya seolah telah memiliki kendalinya sendiri. Lisa seolah telah berubah menjadi pribadi yang berbeda. Bahkan tatapannya, itu bukan tatapan jenaka Lisa yang biasanya.

Hingga ketika peran Lisa dan Deka bertemu. Mereka beradu peran melalui tarian dan nyanyian Deka yang merdu. Iringan musik Rose memberikan dinamika yang apik. Pertunjukan sederhana itu, telah menyihir seluruh penonton. Mereka lupa jika ini hanyalah pertunjukan sekolah biasa. Dan klimaksnya adalah pada dance Lisa di akhir, yang menampilkan keceriaan, rasa bebas, senyum Lisa mengembang indah. Maka, ketika Lisa mengakhiri pertunjukannya, sebagian besar penonton masih tidak rela.

...***...

"Waaahhh... gila.. gila.. gila.." ketua ekskul menyambut anggotanya yang baru turun panggung. "Kalian tadi keren banget," tepuk tangan di belakang layar masih terdengar meriah.

"Lisa, lo udah kayak profesional deh," ketua ekskul langsung menyalami Lisa, memberi selamat. "Jangan-jangan lo emang pro lagi?" Lisa pun tertawa. Ia senang dianggap pro, padahal ini kan panggung pertamanya.

Lisa dan Rose pun saling berpelukan. Jika hanya ada satu kata yang boleh untuk menggambarkan pertunjukan tadi, maka mereka sepakat jika itu adalah magis. Deka bahkan telah menangis haru. Ia telah melewati banyak panggung, bahkan banyak yang lebih besar, namun entah mengapa, bersama Lisa semuanya menjadi sangat berbeda. Ya, magis, benar-benar penuh magis. Sangat ajaib.

Guru pembimbing mereka tergopoh-gopoh menuju belakang panggung. Ia segera mencari ketua ekskulnya. Jika selama ini ia tidak terlalu perduli dengan anak didiknya, kali ini ia tidak bisa tidak peduli. Bukan karena selama ini mereka buruk, namun kali ini mereka terlalu bagus. Ah si bapak, hanya mau enaknya saja. Giliran udah gini, mau deh dateng. Begitulah batin anak-anak teater yang melihat guru pembimbingnya dengan tatapan jelas-jelas tidak suka.

...***...

Lisa, Rose dan Deka sedang menikmati makanan mereka di salah satu meja kantin. Setelah penampilan jaming mereka beberapa waktu lalu di ruang musik, kini penampilan teater mereka di panggung pun menakjubkan. Maka mereka mendadak jadi artis. Banyak sekali teman-temannya, bahkan kakak kelas yang memberikan selamat. Mereka sih senang-senang aja, tapi sesungguhnya mereka ingin makan dengan tenang.

"Gimana rasanya panggung pertama udah sesukses ini?" tanya Deka pada Lisa.

"Ga mau jumawa ah, jatohnya bikin sakit," jawab Lisa setengah bercanda. Rose pun segera mencibir Lisa.

"Tapi setelah kurang tidur gara-gara garap musik yang dadakan, rasanya jadi terbayar semua," Rose menimpali. Deka dan Lisa pun mengangguk setuju.

"Gue juga ga sia-sia nih udah jadi ojek antara rumah Rose ke rumah Lisa subuh-subuh," canda Deka. Kini giliran Lisa yang mencibir Deka.

"Apa sekarang nih saatnya gue obrak-abrik club dance buat jadi ekskul rebahan?" ucap Lisa ngasal. Deka pun terbahak. Masih aja soal rebahan. Sementara Rose masih mencoba mencari tahu, apakah Lisa sedang bercanda atau tidak. Melihat Rose, Lisa dan Deka pun kembali tertawa.

...****************...

1
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
sudah biasa 😌
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
gak fisika sekalian hei? biar kelar2 lgsg botak
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
pusing kepala mama ngeliatin anaknya petakilan 🥲
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
iw... asik... belajar bersama
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
hahaha... mirip siapa ya 🤣
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
pukul2 manja 🌝
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
di indonesia jarang pakai istilah cenayang. seringnya dukun 🗿 ahek 🤘
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
bisa2nya 🌝🤌
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
hal seperti ini selalu terjadi dimana2. mungkin anak yg ga punya temen itu gara2 ortunya ga punya temen juga 🗿
Na Ya
Hai.. kalo ada kritik dan saran, silahkan komen ya buat ngembangin kemampuan nulis aku..

thank you loh.. ❤
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
Nextt.. Semangat yaa
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
mampir nih
Shannellerush
menunggu next update ceritanya 🥰
semangat nulisnya kak
Na Ya: thank you... 🥰
total 1 replies
Shannellerush
omg ini cerita tentang Joshua Hong kan? wah finally menemukan Joshua disini 😭
Na Ya: Iyaaa.. rencananya nanti mau bikin yg semua member.. kalo mau request boleh loh..
total 1 replies
Daisy Louise
seru banget novelnya, semangat terus buat author, ku tunggu karya indahnya☺
Na Ya: Thank you semangatnya, mampir terus yaa ke karya akuu.. 😍
total 1 replies
DazzledSweetie
sumpah sihh ini novelnya bagus banget ...👍😭❤ tapi yg buat saya sedih author kga mw up gila gilaa. 😭😭
Na Ya: heheh maaf yaa, soalnya karakter Vernon sama Lisa ini agak susah dibangun chemistry nya, 🥲 Nanti kalo ada ide update banyakan yaa.. Mampir terus yaaa.. 😉☺
total 1 replies
Prasetya Wibowo
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak😊😊
Na Ya: wahh thank you ya..
semoga bisa tulis sampe selesai, dan semoga ga ngecewain hihi.. mampir terus yaaa..
total 1 replies
Mey Noona
army terpanggil😳
Mey Noona
joshua bkn biasku, tpi senyumannya melelehkan jiwaku hiksss😭 sadarrr ... biasku itu antara mingyu dan wonwoo. gk boleh olengggg😭🤣
shaqila.A: bias pertama aku juga waktu itu mingyu tapi sekarang oleng kesemuanya, dan kalo di suruh milih satu aku gak bisa wkwk 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!