Indonesia
NovelToon NovelToon
Horror Disturbing

Horror Disturbing

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Kumpulan Cerita Horror / Dunia Lain / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Horor / Tamat
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahel wii

Masalah yang disebabkan oleh dirinya sendiri membuat Hani harus pulang malam dari tempatnya bekerja.

Setelah pulang meninggalkan Perusahaan dengan mobil yang kendarai nya, Hani dihadang oleh tiga orang di tengah perjalanan.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga Hani harus turun dari mobil dan membuatnya jatuh kebawah jurang.

Keesokan harinya ia menemukan dirinya berada di sebuah kota asing dan bertemu pria yang bisa membuat dirinya kembali ke tempat asalnya.

Dengan syarat menulis berita tentang kejadian aneh dan tidak masuk akal yang dialami oleh seseorang di kota dengan nama "Tragedy"

Kota dengan banyaknya kasus supranatural dan kejadian tidak masuk akal.

Akankah Hani menerima syarat pria tersebut? Dapatkah dia kembali pulang?

Yuk baca biar nggak penasaran!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Didalam Dinding Part 2

Bodyguard itu sempat meminta bantuan pada si empunya rumah namun beliau hanya membalasnya dengan memberikan saran untuk tinggal semalaman disini.

Alasannya merujuk pada keadaan sekarang yang gelap gulita lantaran langit terlihat mendung begitu pekat. Menandakan akan hujan deras mungkin disertai petir.

Jdarrr!

Hani disibukkan dengan ponselnya mengetik pada benda pipih itu sebuah pesan kepada Stefan sayangnya beberapa menit menunggu balasan pesan tersebut rupanya tidak direspon sama sekali padahal tersampaikan.

"Uuh, kenapa sih dia lama balesnya, padahal lagi penting-pentingnya sekarang!" ucap Hani nampak kesal sembari menghentakkan kakinya di tanah.

Bodyguard itu lalu menghadap kepadanya memberitahukan kepada Hani bahwa hujan sebentar lagi akan turun ia menyarankan sebuah keputusan logis agar lebih baik berada didalam rumah seorang komposer sampai hujan reda.

Hani terdiam lalu tak lama hujan pun turun dengan derasnya mengharuskan mereka berdua untuk masuk kedalam rumah besar ini.

Bau harum tanah menyeruak masuk kedalam rumah saat Hani hendak memasuki kediaman komposer itu untuk yang kedua kalinya.

"Maaf atas permintaan saya ini yang membuat nona dan anda harus terjebak di rumah saya, saya harap kita bisa melanjutkan sesi wawancara!" ucapnya sopan membuat Hani mengerutkan dahi.

Beberapa menit berlalu sesi wawancara dengan seorang komposer yang murah senyum itu Hani kemudian meminta ijin untuk pergi ke kamar kecil guna mencuci muka.

"Saya ijin pergi ke kamar kecil dulu untuk mencuci tuan!"

"Silahkan, silahkan saya akan mengobrol sebentar dengan anda," sahutnya sambil melirik bodyguard itu.

Hani beranjak dari tempat duduknya pergi menuju ke kamar kecil setelah diberitahu letaknya oleh pria itu. Melewati area kamar disebelah kiri dan kanan ia sempat mendengar suara langkah kaki.

Bahkan derap kaki itu mampu mengalahkan suara derasnya hujan membuat Hani menghentikan langkahnya dan melirik sumber suara, meskipun yang dilihatnya adalah dinding.

"Suara langkah kaki itu berasal dari dalam kamar ini kah, bukannya komposer itu bilang dia sendirian di tempat ini. Atau mungkin didalam sana ada aktivitas supranatural?" ucap Hani didalam hati.

Ia tidak mengabaikan suara itu dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar kecil.

Tidak menyangka saat dirinya akan sampai di tempat tujuannya Hani melihat gadis kecil berambut panjang dengan wajah pucat melayang di udara.

Detak jantung Hani berpacu dengan cepat saat melihat gadis itu mendekati dirinya tanpa ekspresi, ingin rasanya lari tapi kaki terasa sulit untuk digerakkan. Begitulah yang Hani rasakan sekarang.

"Maaf kak, saya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti cuma kakak adalah harapan terakhir. Aku mohon kakak hentikan perbuatan generasi didalam dinding!"

Hani masih terdiam berusaha untuk mencerna perkataan gadis hantu ini menurutnya tidak apa-apa meminta bantuan asalkan dirinya mampu membantunya.

Sekitaran berubah menjadi gelap hanya ada Hani dan gadis hantu itu.

"Aku memindahkan kakak ke ruang ini karena takut terdengar oleh mereka, maksudku suara kakak!"

Hani tertawa geli dalam hati jika hantu saja bisa memiliki rasa takut apalagi dirinya, tapi mendengar hal itu rasa takutnya berkurang drastis dan membuatnya tenang.

Hani percaya jika gadis hantu ini baik tidak akan mencelakainya asal tidak bertindak sembarangan maka ia pun bersedia membantunya.

Note: Di dalam ruang tersebut waktu berjalan lambat

"Sebuah generasi yang sudah bertahun-tahun mendiami rumah ini dan keberadaannya tersembunyi oleh orang-orang luar, karena mereka tidak tinggal di rumah ini. Lebih tepatnya didalam dinding tebal!"

"Semua kehidupan manusia mereka lakukan dalam dinding yang saling berhubungan satu sama lain, entah dinding bagian luar maupun yang menutupi kamar kecil."

Hani yang mendengar perkataan gadis kecil ini dibuat tertegun namun dirinya memahami apa yang disampaikan olehnya.

Pikiran Hani terbayang jika dirinya tadi masuk kedalam kamar kecil mungkin dirinya bisa saja diawasi oleh seseorang dari dalam dinding.

"Jadi aku harus bagaimana, tapi setelah aku asumsikan kamu sepertinya arwah gadis yang gentayangan karena suatu sebab?" tanya Hani berspekulasi.

"Alasan saya masih berada di rumah ini karena jasad saya terkubur didalam ruang dinding, sebenarnya saya adalah korban penculikan yang dilakukan oleh pria komposer itu!"

Agak lama mereka berdua berbincang-bincang hingga Hani kembali ke tempat sebelumnya hanya saja ia mengurungkan niat untuk pergi ke kamar kecil dan memutuskan kembali menemui bodyguard suruhan itu.

Sayangnya saat ia kembali bodyguard itu tengah terlelap hampir di bawa oleh dua orang yang tidak Hani kenal.

Mengetahui hal tersebut Hani langsung lari meninggalkan ruangan tersebut guna menemukan tempat persembunyian bagi dirinya, ia sebenarnya ingin menuju ke arah pintu depan namun terbesit dipikirannya jika akses pintu pasti terkunci.

Terbayang-bayang saat dirinya hendak lari melihat wajah mereka dan komposer itu sangat mengagetkan dan bukan tatapan membunuh.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi Hani dikejar oleh dua orang pria paruh baya dan juga seorang komposer itu.

Detik ini Hani menyimpulkan jika komposer itu seringkali membohongi para korbannya agar berkunjung ke kediaman dengan dalih tertentu yang ada di percaya.

Flashback on

"Mereka berjumlah 75 orang lebih, semuanya berada di dalam dinding. Terkadang mereka membutuhkan beberapa orang wanita dari luar untuk dipaksa menghasilkan keturunan. Sementara pria dijadikan sebagai tumbal!"

Flashback off

Hani terjebak karena terkepung oleh banyak orang di suatu ruangan dirinya tidak bisa menemukan celah sebagai pelarian dari situasinya sekarang.

"Menurutlah, kami hanya membutuhkan warga baru."

"Jangan menangis... nanti aku kasih sesuatu, kita bisa lebih dekat lagi nantinya."

Mereka semakin dekat dan Hani tidak tahu harus apa sampai-sampai dirinya menangis meratapi nasibnya yang malang ini.

"Hiks... jangan mendekat!"

Terlihat air liur dari salah satu mereka yang membuat Hani jijik tak ingin melihatnya. Bahkan dirinya sempat merasakan mual.

Crak!

"Argh!!!"

"Dasar anak kecil sialan, ku bunuh kau!"

Beberapa anak kecil berwajah tak asing bagi Hani menyerang orang-orang yang hendak mendekat ke arahnya menggunakan sebuah pisau, gunting, dan senjata tumpul.

Sehingga memberi kesempatan bagi Hani untuk kabur secepat mungkin dari ruangan ini meninggalkan orang-orang berpakaian primitif.

Terlihat lubang pada dinding seperti sebuah pintu terlihat olehnya saat sedang lari sekuat tenaga dan ia abaikan karena muncul seseorang dari dalam sana dan ikut mengejarnya.

Tidak tahu harus kemana Hani pun menuju ke lantai atas memasuki suatu ruangan yang dalam keadaan gelap gulita.

"Umm!!!"

Dari belakang Hani di tarik oleh sesuatu yang rupanya adalah seorang pria yang sebelumnya membungkam dirinya.

Ingin Hani teriak namun pria itu berkata akan menolongnya maka dari itu Hani mengangguk dalam kegelapan itu.

Bersembunyi pada barang-barang lama yang ada di ruangan itu tanpa diketahui oleh orang-orang yang tadi mengerjakannya.

Jdarrr!!

Cahaya dari petir memperlihatkan wajah pria itu yang mirip seperti wajah gadis kecil hantu itu.

"Tenang, sepertinya ada dari mereka yang masih didalam ruangan ini!" ucapnya berisik.

Hani tidak bisa menahan dirinya yang gelisah, bahkan keringat dingin membasahi dirinya saat itu juga. Pria didekatnya pun berusaha untuk membelai rambut Hani untuk menenangkannya, dan terbukti membuat Hani tenang.

Entah apa yang menimpa bodyguardnya itu Hani menduga jika dirinya saat itu telah diberi minuman berisi obat tidur. Terlihat dari gelas didekatnya bekas diminum.

Drtt...

Ponsel Hani berbunyi membuatnya terkejut hingga setengah mati yang mana bisa saja keberadaannya diketahui oleh seseorang yang tengah mengecek ruangan ini.

Namun Hani terselamatkan lantaran hujan semakin deras dan suara nada ponselnya dibuat terendam seketika. Apalagi dirinya melakukan tindakan sigap saat ponsel itu berbunyi.

Brakk!

Dor! dor!

Suara gaduh dan tembakan terdengar dari kejauhan Hani menembak jika suara tersebut berasal dari ruang utama.

"Bala bantuan datang, ayo kita cepat bergegas!" pinta Hani kepada pria yang membantunya itu.

Hani mengetahuinya saat dirinya tak sengaja melihat pesan pada ponselnya "Aku datang menyelamatkan mu" pesan tersebut dikirimkan oleh Stefan.

Pria itu mengangguk lalu mengikuti Hani sembari membawa sebongkah kayu untuk berjaga-jaga.

Akhirnya Hani bertemu dengan Stefan saya melihatnya sedang memerintahkan para bodyguard untuk menangkap orang-orang di rumah ini.

Meskipun begitu terdapat pula korban yang tewas yang salah satunya adalah anak-anak kecil sebelumnya telah menyelamatkan Hani dari kepungan.

Darah berceceran dimana-mana lantai putih pun bahkan dipenuhi oleh darah segar.

Hani langsung memeluk Stefan dengan dalih dia datang terlambat jika saja lebih cepat maka ia tidak merasakan hal menegangkan sebelumnya.

"Kamu terlambat hu..."

"......."

Banyak dari orang-orang yang telah tertangkap dan diamankan oleh para bodyguard yang berjumlah lebih dari lima puluh orang lebih.

•••

Keesokkan harinya penyidik memasang garis polisi pada rumah besar itu dan melakukan penyelidikan mendalam.

Ditemukannya ruangan didalam dinding membuat para penyelidik terperangah dan tak habis pikir. Hanya saja jumlah orang yang tertangkap tidak seperti ekspetasi yang Hani denger dari gadis itu.

Yang artinya sebagian dari mereka melarikan diri dan anehnya lagi bodyguard terakhir Hani lihat telah terlelap menghilang belum ditemukan.

Hari ini juga di ungkap oleh publik mengenai seorang komposer berbakat yang nyatanya adalah pelaku hilangnya beberapa orang dalam kasus belum terpecahkan sebelumnya.

Sementara itu Hani sedang mengurus pemakaman bagi anak-anak yang telah menyelamatkan dirinya dan juga memakamkan gadis hantu itu yang jasadnya sudah jadi tulang belulang secara layak.

Bahkan kehidupan berkecukupan bagi pria itu dan juga adik-adiknya sebagai rasa terimakasih.

1
Sri Ningsih
kereeen tpi ending kurang greget
La Vey
kalo dipikir. kesalahan bawahan juga kesalahan atasan, tapi kok tanggung jawabnya kena ke bawahan?
Dewi: Atasannya gak mau disalahkan
total 1 replies
La Vey
berita yang emosional bagus sih, tapi enggak baik buat kejiwaan. berita rata2 manipulatif satu pihak.
Dewi: Iya, apalagi sekarang banyak yang percaya sebelum mengetahui keabsahannya
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
Silahkan nona, Saya hanya bisa ngobrol sebentar dengan anda"
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
mencuci tuan?🤭

saya izin ke kamar kecil dulu Tuan untuk mencuci muka
Dewi: Harusnya ada tanda koma ya setelah mencuci?
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
wajahnya berubah drastis dan sangat berbeda dengan sebelum dia mengalami kejadian aneh seperti yang dialaminya saat ini
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
pak nabe ayahnya bima kan
Dewi: Iya kak
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
chop chop chop
ini mksdnya suara apa nihhh
Dewi: Lagi motong
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
"Stefan memperhatikan Hanni dengan tatapan bingung,Hanni hanya membeku menatap mangkok bekas wadah masakan nya yang habis tanpa sisa"



🤭🤭mnrt ku itu lbh tepat

ini mskn ajja ya kak

oh iya ig kak dewi apaa yaa
boleh dong aku follow
Dewi: Enak banget dibacanya...
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
jejak kak dewii

ide ceritanya udah bagus

tapi mungkin selain tipo juga penempatan kalimat atau kata yg gak pas

maaf kak aku bukan penulis aku cuma mengkritik dari sudut pembaca

ntar klo kak dewi ga sibuk di baca lgi
atau ajjak orang terdekat kak dewi ikutan baca trs koment sejujurnya,,

semangat menulis yaa kak
jngn patah semangat
✌️✌️✌️✌️
Dewi: Makasih banyak untuk semuanya kak, koreksinya membantu banget supaya karya baruku bulan depan lebih diperhatikan lagi
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
kedua tangannya di rentangkan menahan stefan untuk tidak pergi


😊😊😊
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
jas ajja jngn jazz
mksdnya jas buat kerja kan 🤔🤗
Dewi: Iya, kalau jazz jadi ke arah genre musik sepertinya hehe
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
keluaran berita maksudnya gimana nih kak dewii🤭
Dewi: Di publikasikan
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
momen langka

bukan langkah
beda arti yaaa
Dewi: Makasih koreksinya
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
mungkinkan semua kekacauan itu
ulah Stefan?
entah tujuannya apa Stefan mau hanni yg menuliskan semua kekacauan itu,,,yaa anggap ajja kya dokumen gitu🤣
Dewi: Masih menjadi misteri untuk saat ini, dan Hani mulai menyatukan potongan demi potongan
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
kak Dewi
kalo berita di televisi bukan mendengar tapi melihat atau menonton

"Hanni sedang menonton siaran berita di televisi,menikmati cemilan yang ada diatas meja sambil menunggu kabar dari Stefan,,,



ntar klo ga sibuk di baca lgi yaa
Dewi: Makasih banget kak udah mau koreksi, jadi belajar banyak hari ini
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
lebih tepat lagi di paragraf ini
sang wanita langsung percaya pada yang sekarang menjadi calon suaminya,,,,,,,,

🤗🤗🤗🙏
Dewi: Iya, lebih enakan dibacanya juga
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
novel nya sih bagus
cuma msh ga phm cerita nya mau di bwa kemana
ada beberapa keslhn di penempatan kata,tipo tipo juga🤭🙏
btw ga pa2 kak aku hargai ide kak dewi menulis kisah hanny ini
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
aku yg kelewat atau gimana yaa.hanny profesi nya apa yaa
polwan apa penulis/wartawan/jurnalistik
Dewi: Jurnalistik lainnya itu cuma kamuflase karena keperluan saja
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
knapa kaki siswi tsb ?di jelaskan menginjak bumi atau engga

baru berasumsi 🤣🤣

lanjutt lahhh
Dewi: Iya, harusnya sih ngga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!