"Bila Reinkarnasi itu ada aku hanya ingin menjadi seorang manusia biasa,sama sepertinya hingga kami bisa bersatu selamanya"begitulah permintaannya kepada peri permohonan Pangeran siluman srigala ekor sembilan di saat terakhirnya pada seorang peri pemberi permohonan.
Akan kah sang peri mampu mengabulkan permintaan sang pangeran di akhir nafasnya.
Seratus tahun kemudian.
sang pangeran terlahir kembali ke dunia yang lebih moderen,namun takdir seolah mempermainkannya saat menjelang hari kelahirannya,sang ayah tak sengaja memanah seekor anak beruang yang ternyata beruang tersebut adalah beruang penghuni hutan sang ibu beruang mengutuk anak yang telah di kandung istrinya hingga sang pangeran lahir sebagai manusia terkutuk manusia setengah beruang.
Akankah kutukan itu bisa berakhir atau sang pengeran harus tetap menjadi manusia setengah beruang seumur hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Akan Kembali
Prince terus mencari suara Rora,dia tak sadar meninggalkan Cecil di taman yang terlihat kesal dan kecewa karena kelakuan Prince.
Prince tiba-tiba teringat Elin,dia tidak mendapati gadis itu dimana pun sejak dirinya pergi bersama Cecil ke taman.
"Fer...Elin kemana?"tanya Prince.
Fery mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.
"Apa anda curiga kalau itu Elin?"tanya Fery.
"Nggak tahu tapi gue berusaha menyambungkan semuanya Fer,semua ini bagaikan puzle kehidupan gue sama Rora di masa ini,yang barus gue pecahin sendiri"fikir Prince.
"Aku akan membantu anda pangeran,tunggu sebentar"Fery memejamkan matanya tak lama dia melihat bayangan Elin yang sedang berada di sebuah mobil memeluk tubuh cowo keren itu.
"Pangeran Elin sudah pulang dengan pacarnya itu"jelas Fery.
"Ooo dia sudah pulang ya sudah lah kita juga ikut pulang Fer antar gue langsung kerumah gue males ke jebak macet"pinta Prince.
Dan Fery pun membawa Prince menembus ruang dan waktu hingga dirinya sampai di rumah hanya dengan hitungan detik.
Prince langsung masuk ke dalam kamarnya,di dalam kamarnya Prince melamun.
Dimana kau Rora...aku merindukan mu sayang.
Batin Prince.
Dia sangat merindukan cintanya itu cinta di kehidupannya yang lalu.
Aku selalu di dekat mu Ryu...
Sebuah suara tedengar kembali di telinga Prince.
Rora dimana kau sayang kenapa kau tak pernah muncul di depan ku,aku merindukan mu kenapa kau menyembunyikan diri mu.
*maaf Ryu belum saatnya kita bertemu tapi aku pun merindukan mu sayang...percayalah aku selalu berada di dekat mu raskanlah kehadiran ku maka suatu saat nanti kita pasti akan bertemu.
Rora...mampukah aku melakukan itu,mampukah aku meraskan kehadiran diri mu sayang.
Bisa kau pasti bisa rasakan lah perasaan kita yang selalu kita bina di masa itu.
Rora...Rora...Rora...kemana kau kenapa kau menghilang lagi*.
Prince lalu menjatuhkan dirinya di atas kasurnya setelah pembicaraan batinnya dengan Rora berakhir.
...🐻🐻🐻...
Keesokan harinya saat di sekolah,Cecil terlihat cemberut saat bertemu dengan Prince.
Prince tahu dia salah pada Cecil karena semalam meninggalkannya begitu saja saat Cecil mengungkapkan isi hatinya.
Prince menghampiri meja Cecil dia berniat minta maaf pada gadis itu.
"Cil....semalam maaf ya"ucap Prince penuh rasa bersalah.
"Udah nggak usah minta maaf,gue kecewa sama elu gue fikir elu itu beda sama cowo-cowo kebanyakan tapi nggak tahunya elu sama ajah"ucap Cecil ketus.
Prince hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya dalam saat mendengar hal itu dari Cecil.
Tapi entah kenapa dia merasa perasaan bersalahnya tidak seberat saat dia menyakiti Elin saat itu,apa karena waktu itu Prince sampai membuat Elin terluka parah mangakanya dia merasa sangat menyakiti hati gadis itu.
Tak lama Elin muncul di ambang pintu dan menuju mejanya.
"Elin elu udah masuk?"tanya Prince.
Elin hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Prince.
Prince hanya tersenyum pada Elin,dia jadi teringat beberapa hari yang lalu ketika mereka mengobrol si rumah Prince,saat itu entah kenapa sepertinya saat-saat menyenangkan bagi Prince.
Bel masuk pun berdering semua murid dudum di kursinya masing-masing,dan mulai mengikuti pelajaran yang di berikan oleh guru.
Saat mata pelajaran biologi pak guru membagi beberapa kelompok siswa dan siswi untuk melakukan tugas praktek,pembagian nama di bagi secara acak.
Dan dengan sangat kebetulan Prince dan Fery satu kelompok dengan Elin,entah kenapa keduanya sangat terlihat senang bisa bekerja sama.
Hingga bel jam istirahat pun berdering Prince mengajak Elin istirshat bersama seperti biasa di kantin,sambil membahas tugas praktek biologi disana.
"Lin...nanti kita mau pilih media apa untuk di jadikan bahan tugas praktik nanti?"tanya Prince.
Elin terlihat berfikir.
"Bagaimana kalau kita memilih media sayuran,jadi kita meneliti kandungan di beberapa sayuran dan buah yang biasa kita makan,seberapa persenkah kandungan seperti air,lemak,gula,garam,asam,protein dan karbohidrat yang tekandung di dalam buah dan sayuran tersebut"ucap Elin panjang lebar tidak seperti biasanya yang hanya berbicara sepatah dua patah kata.
Prince sampai bengong melihatnya.
Fery dan Ela berdehem berbarengan hingga membangunkan lamunan Prince.
"Ada yang terkesima kayanya nih"ledek Fery.
Sedangkan Ela hanya melengos saja,dia sendiri jadi kesal pada Prince karena kemarinnya nolak Elin sekarang seolah seperti tersihir oleh kharisma Elin.
"Baiklah kita di beri waktu dua minggu kan ya...kita kerja sama dengan baik ya..."ucap Prince.
"Setuju deh..."celetuk Fery karena dia juga berada di kelompok yang sama dengan mereka.
"Kalau bisa kita meneliti isi hati sang pangeran ya..."ledek Fery lagi.
"Aw...."ucap Fery ketika di cubit oleh Prince.
"Setuju nggak Ela kita teliti ya isi hatinya pangeran yang satu ini,sebenarnya milik siapa?"Fery terus berbicara.
Ela yang mendengar ucapan Fery hanya mengangguk setuju saja.
"Sepertinya seru juga tuh meneliti hati sang pangeran"Ela jadi ikut-ikutan menyetujui gurauan Fery.
"Tuh...kan Ela saja setuju pangeran"ucap Fery.
Tapi Elin hanya tersenyum saja mendengar canda gurau dari kedua orang tersebut.
Saat mereka sedang bersenda gurau sepasang mata telah memperhatikan mereka dengan tatapan tajam di depan pintu kantin,seseorang yang mengincar keris biru yang bersemayam di tubuh Prince.
Bel istirahat pun berdering semua siswa dan siswi pun masuk ke kelas masing-masing,Prince dan Elin berjalan beriringan saat berjalan beriringan menju kelas Cecil dengan sengaja menabrak tubuh Elin hingga Elin hampir terjatuh,tapi untung saja Prince menangkap tangan Elin hingga Elin tidak terjatuh.
"Ups....maaf sengaja"ucapnya ketus.
Prince memandang aneh ke arah Cecil.
Kenapa dia jadi aneh begitu?
Batin Prince.
Sepertinya dia cemburu dengan mu Prince.
Prince menoleh ke arah Elin kali ini mereka berbicara dari batin ke batin lagi.
Prince berfikir lagi saat di kelasnya.kenapa hanya dengan Elin saja dia bisa kontak batin.
"Dengan ku juga kau bisa kontak batin Pangeran"celetuk Fery.
"Ck kalo sama elu mah emang nggak asing"
"Tapi Elin dan Ela juga bukan gadis biasa pangeran,kau tahu itu,mereka mempunyai kemampuan yang kebanyakan orang lain tidak punya"
"Iya juga sih,jadi kesimpulannya,itu semua karena Elin memang bukan manusia biasa hehe"
"Sama seperti anda kan?"celetuk Fery.
Yang di anggukan oleh Prince dia tak tersinggung dengan ucapan Fery karena dia memang bukan manusia biasa dia adalah manusi beruang.
Bel pulang sekolah pun berdering Prince mengajak bicara Elin kalau dirinya akan kerumah Elin untuk segera mengerjakan tugas kelompok biologinya.
Saat sedang mengobrol sambil berjalan ke tempat parkiran,tubuh Elin di tabrak lagi dengan sengaja oleh Cecil.
Tapi Elin tak terjatuh karena dia menggunakan kekuatan anginnya agar angin mendorongnya ke atas agar dirinya tidak terjatuh.
"Hei...Elin bukankah semalam kau ajak pacar mu ke ulang tahun ku? Kenapa sekarang kau masih saja mendekati Prince?"ucap Cecil ketus.
Elin hanya tesenyum saja.
"Cecil seharusnya kau sadar,cinta tidak bisa di paksakan,meski berbagai cara licik kau gunakan untuk merebutnya dari ku tapi cinta akan tetap kembali ketempat yang seharusnya"ucap Elin dingin.
Prince bingung karena kedua wanita ini seolah meributkan dirinya.
"Jangan cari masalah dengan ku Cecil aku tak takut dengan mu"Elin mulai memainkan udara di tangannya,tapi Prince segera mencegahnya.
"Elin sudahlah ini di sekolah tidak baik bertengkar bisa-bisa kau terkena masalah dengan guru"cegah Prince.
Prince menarik tangan Elin dan membawanya pergi menjauhi Cecil.
...🐻🐻🐻🐻🐻...