Devani adalah seorang perempuan berusia 23 tahun. Ayahnya bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan kecil. Devani bekerja sebagai pegawai restoran yang terkenal di kota X. Pada suatu hari, ia dipecat karena suatu hal. Ketika perjalanan pulang Devani tidak sengaja hampir di tabrak mobil. Dan mobil itu adalah milik Derry.
Derry adalah seorang laki-laki yang berusia 25 tahun. Ia menjabat sebagai CEO saat berusia 21 tahun. Derry tidak pernah menganggap sahabatnya adalah asistennya. Suatu hari, ia ingin dijodohkan oleh keluarganya. Untuk menghindari itu Derry mencari seorang perempuan agar dinikahinya hanya sementara waktu. Hingga ia pun membuka lamaran kerja calon istri.
Terdengar tidak masuk akal. Itulah yang dipikirkan oleh Jerry. Jerry adalah sahabat sekaligus asisten Derry. Demi menyelamatkan sahabatnya itu Jerry melakukan banyak hal agar sahabatnya mengerti pentingnya sebuah hubungan.
Di dalam hubungan mereka terdapat banyak sekali rintangan. Misteri kehidupan Devani pun mewarnai hari-hari mereka. Masa lalu satu persatu pun terungkap.
Apakah mereka akan tetap bersama dan menemukan cintanya? Yuk langsung saja baca di novel Tidak Percaya Cinta :)
HAPPY READING:)
Ig: @siti_ika.yazar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Ika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Devani Belum Datang?
"Silahkan duduk te, om," ujar Jerry dengan tersenyum.
"Iya Jer," ujar Olivia.
"Ini Jer calon istrimu?" tanya Wahyu.
"Iya om," ujar Jerry.
"Yah kita tunggu di lantai dua saja, nanti menggangu mereka," ujar Derry sambil berbisik di telinga ayahnya.
Wahyu pun mengangguk karena setuju.
"Jer kami ke lantai dua ya," ujar Wahyu.
"Iya om," ujar Jerry.
"Za, calon menantu mu cantik, semoga memang berjodoh," ujar Wahyu membisikkan di telinga Reza.
"Iya Yu, haha," ujar Reza sambil memeluk Wahyu.
Lalu, keluarga Derry pun menunggu di lantai dua.
***
"Siapa namamu nak?" ujar Windy dengan ramah.
"Vivian te," ujar Vivian.
"Nama yang bagus, anaknya juga cantik. Panggil ibu saja ya sama seperti Jerry," ujar Windy.
"Iya te, eh bu ...." ujar Vivian tersenyum.
"Vivian benar sepertinya mereka sangatlah ramah," ujar ibu Vivian di dalam hatinya.
Jerry saat ini sangatlah khawatir dan gelisah. Sudah sepuluh menit, tetapi Devani belum datang juga.
"Dev kamu dimana?" ujar Jerry di dalam hatinya.
***
Di Lantai Dua.
"Der, dimana calon menantu ayah?" ujar Wahyu.
"Tidak tau Yah, sudah Derry kirim sopir ke rumahnya. Harusnya sekarang sudah sampai," ujar Derry.
"Sepertinya macet Der, kita tunggu saja," ujar Olivia.
"Devani tidak akan datang, jikalau dia berhasil datang, ayah mungkin akan membatalkan ini," ujar Derry di dalam hatinya.
Wahyu termasuk orang yang sangat membenci kurang disiplin. Karena itu ia selalu membesarkan Derry dengan disiplin yang tinggi.
***
Saat ini, Devani sedang berada di jalanan. Jaraknya masih sangat jauh dari restoran itu.
"Pak masih lama kah?" ujar Yuni dengan kesal.
"Sebentar lagi bu, kerusakan mobil ini cukup parah," ujar sopir itu.
"Dev apakah kita sudah terlambat?" tanya Herman.
"Emm ... iya Yah," ujar Devani.
"Lalu, bagaimana ni Yah? Jika pernikahan ini dibatalkan hidup kita akan hancur, mereka adalah keluarga terpandang," ujar Yuni dengan sangat cemas.
Devani pun mencari sebuah ide.
"Emm ... Devani punya ide," ujar Devani tersenyum.
"Apa Dev?" ujar Yuni dan Herman kompak.
"Kita pesan ojek online saja, pasti akan cepat sampai," ujar Devani.
"Ojek?" ujar Yuni terkejut.
"Ayah setuju," ujar Herman.
"Tapi, mas ...." ujar Yuni.
"Hanya ini bu caranya," ujar Herman.
Lalu, Devani pun memesan tiga ojek online. Tidak lama kemudian, mereka pun datang.
"Ayo Yah, Bu," ujar Devani.
"Emm ... ayo Yun," ujar Herman.
"Baiklah," ujar Yuni.
Ini merupakan pertama kalinya Yuni menaiki ojek online, biasanya ia selalu naik mobil jika ingin kemana-mana. Karena, walaupun mereka miskin Yuni tidak pernah mau naik ojek. Sopir yang melihat mereka pergi dengan menaiki ojek online pun langsung menghubungi tuannya.
***
Di tempat Derry.
"Kenapa dia menelpon," ujar Derry di dalam hatinya.
"Yah, bun aku ke toilet bentar," ujar Derry.
"Iya Der," ujar Olivia.
"Halo tuan," ujar sopir itu dari balik telepon.
"Ada apa?" ujar Derry.
"Tuan nona Devani saat ini sedang menuju ke restoran dengan menaiki ojek online," ujar sopir itu.
"Naik ojek?" ujar Derry dengan terkejut.
"Iy-iya tuan," ujar sopir itu.
Lalu, Derry pun mematikan panggilannya.
"Kalau dia naik ojek ke sini, ayah pasti akan marah sama aku. Dan mengira aku tidak mengirimkan sopir ke rumahnya, huh dasar perempuan licik," ujar Derry lalu segera pergi dari restoran itu dengan menaiki mobilnya.
Jerry yang melihat Derry seperti terburu-buru menjadi heran.
"Ada apa dengan Derry? Apakah terjadi sesuatu dengan Devani?" ujar Jerry di dalam hatinya dengan cemas.
"Ibu aku izin ke toilet sebentar ya," ujar Jerry berbisik di telinga ibunya.
"Iya Jer," ujar Windy.
Jerry pun langsung pergi melalui pintu samping restoran. Vivian yang melihat Jerry pergi ingin menyusulnya tapi, dihentikan oleh Windy.
"Vi sini aja, Jerry hanya izin ke toilet sebentar. Nanti dia ke sini lagi," ujar Windy tersenyum.
"Biasa bu, tidak sabar mau menikah," ujar ibunya Vivian tersenyum.
"Hehe ...." ujar Reza.
Vivian hanya tersipu malu.
***
"Aku yakin Devani terlambat karena rencana Derry," ujar Jerry sambil mengikuti mobilnya Derry.
Lalu, Derry pun berhenti di depan ojek online.
Pengemudi ojek online itu pun terkejut. Jerry yang melihat Derry berhenti juga ikutan berhenti. Beberapa detik kemudian, Derry pun keluar dari dalam mobil.
"Tuan Derry ..." ujar Devani terkejut.
"Tante, om kenapa naik ojek?" tanya Derry.
"Mobil nya tadi tiba-tiba berhenti karena kami tidak ingin terlambat jadi Devani memesan ojek online nak," ujar Yuni.
"Ayo masuklah ke dalam, aku dari tadi mencari kalian kemana-mana," ujar Derry.
"Terima kasih nak, kamu sangat baik," ujar Yuni.
Lalu, orang tua Devani pun masuk ke dalam mobil Derry. Ketika, Devani ingin masuk tiba-tiba Jerry memanggilnya,
"Devani!"
"Jerry?" ujar Devani dan Derry kompak.
"Kenapa kamu ada di sini juga Jer?" tanya Derry.
"Aku tadi mengikutimu, aku tidak sangka ternyata ini rencana mu Der," ujar Jerry.
"Apa maksudmu Jer?" ujar Derry.
"Dev ayo ikut sama aku saja," ujar Jerry.
Devani hanya terdiam.
"Apakah yang dikatakan Jerry benar? Ini rencana tuan Derry," ujar Devani di dalam hatinya.
"Kenapa kamu mau mengajak Devani Jer? Apakah kamu menyukainya?" ujar Derry.
"Bukan begitu Der," ujar Jerry.
Lalu, Jerry pun tersadar dari khayalannya. Saat ini Jerry masih berada di dalam mobilnya sedang mengawasi Derry dari jauh.
"Jika aku keluar maka Derry akan sangka yang tidak-tidak. Sebaiknya aku segera ke restoran sebelum dia tiba lebih dulu," ujar Jerry.
Lalu, Jerry segera menghidupkan mobilnya dan melaju ke restoran. Disisi lain, Devani menaiki mobilnya Derry.
"Dev, jangan duduk di sini, di depan sana samping Derry," ujar Yuni.
"Tapi bu," ujar Devani.
"Nak ibumu benar," ujar Herman tersenyum.
"Kalau bukan karena ayah dan ibu, mana mungkin aku mau duduk di sampingmu," ujar Devani di dalam hatinya.
Ini merupakan pertama kalinya Devani duduk di bangku depan bersama Derry. Biasanya ia hanya duduk di bangku belakang saja. Derry pun menghidupkan mobil dan segera menuju restoran.
***
Di Restoran South Food.
Di Lantai Satu.
"Kenapa Jerry lama sekali?" tanya Reza.
"Sebentar lagi pasti ke sini Yah," ujar Windy.
"Maaf-maaf tadi ada urusan pribadi," ujar Jerry tersenyum.
Mereka yang mendengar Jerry hanya tersenyum saja.
Di Lantai Dua.
"Yah bagaimana ada nggak Derry nya?" ujar Olivia cemas.
"Tidak ada bun," ujar Wahyu.
"Kemana anak itu? Calon menantu kita belum datang dan sekarang anak kita sendiri hilang," ujar Olivia cemas.
"Sudah bun, pasti Derry sebentar lagi ke sini," ujar Wahyu menenangkan istrinya.
"Bunda masih marah sama ayah," ujar Olivia.
"Emm ... masih diingat saja," ujar Wahyu di dalam hatinya.
Bersambung ....
Bagaimana kah ceritanya? Ayo terus dukung cerita ini dengan berikan vote, like dan coment kalian:)
Terima kasih^^
dari author
Sebenarnya Cinta
dari author
Sebenarnya Cinta
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️
tinggalkan like and comment ya 🥭