Indonesia
NovelToon NovelToon
Mas Minang Adek Jawa

Mas Minang Adek Jawa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: yati suryati

Saat dua orang dari suku dan latar berbeda bertemu. Perbedaan bahasa dan makanan menjadi keunikan antara mereka.

Cinta mereka ditentang oleh orang tua Anita. Sedangkan orang tua Fajar juga menjodohkannya kepada wanita lain yang merupakan masih ada hubungan kekerabatan.

Fajar tidak mengetahui bahwa Anita batal menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Dua tahun berlalu, Fajar bertemu lagi di Rumah sakit. Sayangnya Fajar telah menerima perjodohan dari orang tuanya
akankah cinta mereka manyatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati suryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mas Minang Adek Jawa

Part 17

Anita masih duduk di situ sementara Kirey sudah pergi ke gerbang depan menunggu jemputan Faisal.

Anita berlari menuju gerbang, di saat bersamaan dia melihat Faisal tiba dan dengan tergesa-gesa Kirey duduk di jok belakang. Sedangkan Faisal tampak celingukan seperti sedang mencari-cari seseorang.

Anita hanya mampu menarik nafas. Mungkin mengurus kepulangan Ibu Wardani lebih awal akan lebih baik. Dengan langkah gontai, Anita kembali ke kamar Bu Wardani.

"Ibu sudah bangun?" tanya Anita saat melihat Bu Wardani telah duduk di atas ranjang.

"Sini, Ta!" panggil Bu Wardani.

Setelah Anita duduk di sebelahnya, Bu Wardani langsung memeluk Anita dan beliau langsung menangis sesenggukan. Bu Wardani meminta maaf atas semua sikapnya selama ini kepada Anita. Dia sadar, kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah anak yang berbakti, bukan anak yang hanya bisa dibangga-banggakan saja seperti Bayu.

"Ibuk nggak salah. Nita tau, semua itu demi kebaikan Niat." Anita berusaha menenangkan Bu Wardani.

"Kapan ibuk boleh pulang? Ibuk mau main sama cucu-cuci ibuk."

"Uda, tadi amak manalepon. Inyo batanyo, bilo kito ka baliak kampuang? (Abang, tadi amak menelepon, Dia bertanya, kapan kita mau pulang kampuang?)"

Setelah Kirey turun di depan kos-kosannya. Faisal langsung pamit tanpa menjawab pertanyaan Kirey. Tujuannya sekarang langsung ke rumah sakit, bertemu Anita kembali.

"Uda!" teriak Kirey saat motor Faisal melaju.

Tujuan Faisal satu, mengutarakan isi hatinya yang masih tersimpan selama satu tahun ini. Semoga saja Anita menerima pinangannya.

"Assalamualaikum." Terdengar suara salam dari luar kamar.

"Waalaikum Salam," ucap Anita sembari membuka pintu kamar tempat Ibuk Wardani dirawat.

Mulut Anita menganga. Dia terkejut melihat siapa yang mengucapkan salam tersebut. Laki-laki dengan tinggi 168 cm yang suka berpakaian casual sudah berdiri sambil memeluk satu buket buahan.

"Boleh masuk?" ujar Faisal dan tersenyum.

"Siapa, Ta?" tanya Ibu Wardani dari arah tempat tidurnya.

"E, anu, Buk. Emm."

Anita bingung harus menjawab apa, dia hanya pasrah saja dengan situasi seperti ini. Dipersilahkannya Faisal masuk agar Ibuk Wardani tahu siapa yang datang.

Faisal masuk dan mengucapkan salam, perlahan dia mendekat ke arah tempat tidur wanita yang pernah menghinanya dulu. Wanita itu terlihat begitu lemah. Tidak seperti setahun lalu bagaimana dengan gaya pongahnya dia mendatangi Faisal ke pasar, memaki dan menghina tanpa memikirkan hati anak rantau tersebut.

"Apa kabar, Buk? Sudah mendingan?" Faisal mencoba mencairkan suasana yang menegang.

"Tau dari mana bahwa saya sedang sakit?" tanya Ibu Wardani masih dengan nada angkuhnya.

Belum sempat Faisal menjawab, Ibu Wardani melanjutkan perkataannya, lebih tepat tuduhannya. "Kamu datang ke sini hanya untuk menertawakan ku saja, bukan?"

Faisal hanya tersenyum dan meletakkan buket buah di atas meja.

"Jangan selalu menilai buruk kepada saya, Buk! Saya hanya ingin membesuk Ibu."

Ibu Wardani menanyakan dari mana Faisal mengetahui bahwa dia sedang sakit dan dirawat di rumah sakit ini. Dengan percaya diri, Faisal mengatakan bahwa dia melihat saat Ibu Wardani didorong di atas brankar dan Faisal juga menerangkan bahwa adik sepupunya adalah perawat yang merawat Ibu Wardani. Dari situlah dia mengetahui bahwa calon mertuanya ini sedang sakit.

"Terima kasih atas kunjungannya. Seperti yang kamu lihat, saya sudah membaik. Mungkin besok sudah diperbolehkan pulang. Bukan begitu, Ta?" Ibu Wardani memalingkan pandangan ke arah Anita yang terlihat kikuk duduk di sofa.

"I-I-Iya, Buk." Anita kembali menunduk.

Azan Magrib berkumandang dari musalah rumah sakit. bersamaan dengan itu Faisal berpamitan. Kali ini dia mencoba keberuntungannya, dia mencoba mengulurkan tangan ke arah Ibuk Wardani tanpa disangka, Ibu Wardani menyambut uluran tangan Faisal tersebut. Faisal mencium telapak tangan wanita paru baya tersebut dengan takzim dan pamit pulang.

"Antar Nak Faisal keluar, Nit!" perintah Ibu Wardani.

Anita hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Anita malah bergeming karena dia kaget mendengar perintah dari Ibu Wardani. Ibu Wardani tiba-tiba berubah, sedangkan dulu dia jangankan berbicara langsung, mendengar namanya saja seakan mendengar nama musuh besar.

"Yuk, Salat Magrib di mushola!" seru Faisal.

Ibuk Wardani tersenyum saat mereka keluar kamar. Sepertinya Ibu Wardani sudah menyadari kesalahannya selama ini.

***

Kebetulan sudah tiga hari ini, Anita kedatangan tamu bulanan sehingga dia tidak melaksanakan salat. Anita hanya menunggu Faisal di bangku koridor rumah sakit yang tidak begitu jauh dari mushola.

"Hai," sapa Faisal yang tiba-tiba saja telah duduk di sebelahnya.

"Kagetin aja," ucap Anita sambil mengelus dada.

"Kenapa melamun? nggak bagus, magrib-magrib melamun." Sambung Faisal. "Makan, yuk!" ajak Faisal dan dia pun berdiri sambil menarik tangan Anita.

Suasana malam kota jogja, mereka susuri dengan berjalan kaki. Mencari penjual makanan lesehan. Saat mereka selesai makan, masuk panggilan video di ponsel milik Faisal. Tanpa ditanya oleh Anita, Faisal langsung memberi tahu bahwa itu panggilan dari amak di kampung. Faisal hendak mengarahkan kamera ke arah Anita tetapi, Anita segera menghindar. Dia sedikit menjauhkan badannya. Faisal yang paham dengan melihat gestur Anita, kembali bersikap biasa.

Ternyata panggilan video tersebut terhubung empat. Orang tua Faisal, Orang tua Kiray serta Kiray sendiri. Cukup lama mereka mengobrol, mungkin ada sekitar tiga puluh menit membuat Anita sibuk memainkan ponselnya sembari menunggu Faisal selesai.

"Kamu kenapa?" Suara Faisal membuat Anita berhenti melihat video-video di ponselnya.

"Memang saya kenapa, Mas?" Anita balik bertanya.

Faisal mengatakan kenapa Anita tidak mau dikenalkan kepada orang tuanya. Anita menatap Faisal dengan tatapan yang sulit dimengerti.

"Untuk apa dikenalkan, Mas? Bukannya Mas mau nikah sama Mbak Kiray?" Suara Anita makin terdengar pelan.

"Kamu dapat cerita dari mana?" Faisal mencoba menyentuh tangan Anita tetapi, dengan cepat ditarik oleh Anita.

"Dari orangnya langsung." Anita berdiri dan meninggalkan tempat makan.

Disusul dengan Faisal yang berusaha mensejajarkan langkahnya. "Kamu kenapa, Nit?"

"Sudahlah, Mas! Mas mau nikah, kan? Kalau mau balas dendam dengan Anit, jangan begini caranya!"

"Kamu kenapa, Nit?"

"Anit sudah tau semua. Mas Faisal akan segera menikah. Kalian dijodohkan. Kalian pulang ke bako." teriak Anita.

Faisal menarik Anita ke dalam pelukannya. Akan tetapi Anita melawan. "Lepas!"

"Kalau itu memang saya lakukan, kenapa tidak dari dulu saja? kenapa saya masih menunggu kamu?" Faisal berusaha menjelaskan.

"Ini hanya kebetulan. Bukannya Mas tidak pernah mencintai Anita?"

Faisal bukan tipe laki-laki yang suka berdebat dan dia juga bukan tipe laki-laki romantis yang bisa merayu saat wanitanya marah. Namun, percayalah dia laki-laki yang penuh tanggung jawab.

1
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Rina Herfina
lama kali bru up😭😭
Yati Suryati: jujur ideku ngandat utk cerita ini
total 1 replies
momnaz
yaaahh kok sad ending...😭😭😭
momnaz
cerita nya bagus banget lho.. sederhana dan menyentuh aku seneng kisah² sederhana kek gini realistis gk harus tentang CEO CEO an
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
Rina Herfina
seru ssya suka
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
titik intari
bagus sekali.
ketungu klanjutanya kk
Irni Yusnita
suka ceritanya 👍
Nuranita
diterusinga ini mba author
Nuranita
ini belum finish kn ya
Nuranita
senangx namax kek aq....tpi kalo aq kebalikanx ibuq turunan padang jawa dan ayahq jawa....tpi aq ga bisa bhs padang....soalx kn tinggalx d jawa....kakek sama ibu kalo ngomong pake bhs indonesia....jadilah aq yg org jawa tpi ga bisa bhs jawa alus dan padang.....wwwwwkkkkkk.....wwwwkkkkk......
Tita Puspita Dewi
masa sad ending thor......
Tita Puspita Dewi
cakeep bang👍👍👍
Tita Puspita Dewi
Alhamdulillah restu ibu sudah ditangan tinggal restu mamak nih.
Tita Puspita Dewi
lssh.. ulat keket.
Tita Puspita Dewi
ayo tegas bang!!!!!
Tita Puspita Dewi
wardani sudah sakit2an gak sadar juga..
Tita Puspita Dewi
gagal... gagal....
Tita Puspita Dewi
aq yang degdegan.
Tita Puspita Dewi
semangat bang fais... 💪💪💪
Tita Puspita Dewi
salah salah kutuknya jadi batu berlian mak, mayan biar gak mantu orang kaya punya simpanan untuk 7 turunan. 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!