Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Mafia / Pelakor / Tamat
Popularitas:61.7k
Nilai: 5
Nama Author: @Miss_Kha11

Bagi Anna menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan rumah tangga itu tidak ada sama sekali di dalam kamus hidupnya, tetapi suatu hari ia terpaksa menjadi seorang wanita penggoda agar bisa mendapatkan uang.

Anna adalah seorang gadis cantik yang memiliki nasib malang, ayahnya meninggal dengan segunung hutang yang harus ia lunasi seorang diri. Hidup dalam kemiskinan membuatnnya terpaksa menempuh jalan mengerikan yaitu menggoda seseorang hanya untuk uang.

Albert Anderson adalah salah seorang tuan muda dari keluarga kaya Anderson, Albert di cap sebagai seorang tuan muda yang tidak memiliki kemampuan. Diberikan wewenang untuk menjabat sebagai presdir di salah satu perusahaan milik Anderson group tetapi Albert justru membuat perusahaan itu berada di ambang kehancuran. Ujaran dari berbagai tempat ia dengar dengan senang hati karena mereka semua orang tidak tahu rahasia besar yang Albert sembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Hubungan Ayah Dan Anak yang Buruk.

"Bagaimana kabarmu?"

Sarah yang tadinya tengah menyibukkan dirinya dengan tumpukan novel kini mengalihkan perhatian, senyumannya melebar melihat ibunya datang.

"Ibu, kau datang."

"Tentu saja, aku ingin mengunjungi putri ibu ini."

"Silahkan duduk ibu, aku akan membuatkan minum untuk ibu."

Nyonya Elin menggeleng, "Tidak perlu, dudukulah saja."

"Baiklah Ibu."

"Apakah Albert belum kembali? Ini sudah jam sembilan malam."

Sarah menggeleng, "Albert setiap hari sibuk dengan pekerjaannya, dia setiap hari lembur bahkan terkadang tidak pulang."

"Apa?!"

Tentu saja nyonya Elin terkejut, karena setahunya Albert ini sangat tidak becus mengurus perusahaan lalu bagaimana bisa setiap hari lembur.

"Apakah kau yakin Albert pergi lembur?"

"Benar Ibu, Albert sendiri yang mengatakannya kepadaku."

Ting... Tong...

Bel berbunyi, Sarah meminta pelayannya untuk membuka pintu. Yang datang ternyata adalah Roy Anderson, ia adalah ayah dari Albert.

"Dimana Albert?" pertanyaan itu langsung terlontar bahkan sebelum Sarah ataupun nyonya Elin bersuara.

"Albert belum pulang, Pa."

Roy terlihat sangat marah, terbukti dengan urat-urat lehernya yang menonjol.

"Telfon dia! Suruh dia pulang, katakan aku ada disini!"

Sarah mengangguk, ia langsung mencari kontak dari Albertt dan mendialnya, tidak begitu lama nada sambung terdengar. Sarah tak lupa mengaktifkan meloudspeaker.

"Hallo, Sarah ada apa?"

Belum sempat Sarah menjawab, telepon itu sudah direbut oleh Roy.

"Cepat pulang sekarang!" kalimat dengan nada tinggi itu Roy lontarkan, setelahnya ia mematikan sambungan telepon dan memyerahkannya kembali pada Sarah.

"Memangnya ada apa Tuan Roy, sepertinya Anda sangat marah." itu pertanyaan dari nyonya Elin.

Dirinya cukup penasaran dengan kedatangan Roy malam-malam seperti ini ke rumah Albert dan Sarah.

"Anak itu sangat kurang ajar, aku tidak tahu lagi harus bagaimana mengajarinya."

"Masalah perusahaan?"

"Ya."

Tak berselang lama pintu rumah itu terbuka menampilkan sosok Albert masih dengan setelan jas hitamnya.

Prangg,

Roy melemparkan satu vas kaca ke arah Albert tetapi Albert berhasil menghindar sehingga vas itu menabrak tembok.

Nyonya Elin dan Sarah terkejut melihat itu, tetapi Albert justru menampakan raut yang tenang.

"Apa yang ada di otakmu Albert?! Bagaimana bisa SJ group yang tadinya perusahaan akan maju, justru sekarang terancam bangkrut seperti ini? Apakah kau sebodoh itu hingga tidak bisa mengelola satu perusahaan saja?"

"Aku memang bodoh, tidak seperti dua anak kesayangan Ayah itu." ucapan itu bernada datar tetapi dapat menyulut emosi Roy.

"Kau seharusnya belajar dari mereka agar menjadi lebih baik, bukannya malah memelihara kebodohanmu!"

"Tidak semua orang bisa seperti yang Ayah harapkan—"

Bughh,

Belum sempat Albert menyelesaikan kalimatnya, sebuah tinjuan sudah mendarat di rahangnya, sudah dipastikan itu akan menyebabkan memar.

"Berhenti membuatku malu Albert! Jika dalam satu bulan SJ group belum juga menunjukan kebangkitan, kau lebih baik mati!"

"Kalau begitu bunuh saja aku sekarang!"

Albert memungut pecahan vas di lantai dan menyerahkannya pada Roy.

"Bunuh aku sekarang Ayah!" tantangnya.

Sarah dan nyonya Elin hanya bisa diam, Sarah sudah bergetar, dirinya benar-benar takut melihat adegan di depannya. Selama hidupnya satu kali pun Sarah tidak pernah melihat pertengkaran sebesar itu.

"Ayah tidak mengharapkanku bukan? Aku juga tidak mengharapkan terlahir di keluarga yang hanya bisa menuntut, keluarga yang seharusnya menjadi rumah tetapi justru menjadi neraka, anak yang berbakat begitu disayang dan yang tidak, dimaki setiap hari ... Jujur saja aku juga lelah, jadi bunuh saja aku!"

"Kau!"

Setelahnya Roy pergi dari rumah itu dengan membanting pintu, Albert pun begitu, ia tidak mengucapkan sepatah katapun sebelum pergi juga dari rumah itu.

Sekarang hanya tersisa Sarah dan nyonya Elin.

"Ibu aku takut, papa mertua ternyata sangat kejam."

"Dia tidak kejam, hanya saja ingin Albert seperti putra-putranya yang lain. Mereka mampu mengelola bisnis keluarga Anderson yang besar, tapi Albert satu-satunya yang tidak bisa."

"Tapi Ibu, seperti yang tadi Albert katakan, kalau tidak semua orang memiliki bakat itu, buktinya sudah setiap hari Albert lembur tetapi tidak juga bisa membawa perusahaannya naik."

"Sarah sepertinya SJ group sudah tidak ada harapan lagi, Albert tidak akan memiliki apapun nantinya. Bukankah sebaiknya kalian bercerai saja?"

"Ibu! Apa yang Ibu katakan, aku ini adalah istrinya, mau bagaimanapun aku harus tetap bersamanya."

"Tapi ibu tidak mau melihat kau kesulitan, kau lihat kan bagaimana tadi ayahnya Albert."

"Masih ada kakek, kakek adalah orang yang paling sayang dengan Albert."

Tuan Billy Anderson, memiliki dua anak yaitu Roy Anderson dan Jerry Anderson. Dari Roy dia memiliki 3 cucu dan dari Jerry ada 2 cucu. Albert menjadi salah satu cucu kesayangan Billy, dahulu saat Albert masih kecil Billy mengatakan akan memberikan Anderson group pada Albert tetapi itu membuat semua orang iri dan membenci Albert.

Kebencian yang di dapatkan dari kakak-kakaknya itu membuat Albert merasa jika kediaman Anderson adalah neraka. Karena ia yang paling kecil, kakaknya dahulu sering kali menuduh Albert yang tidak-tidak baik di depan ayah maupun kakeknya.

Entah mengapa saat menjelang dewasa kakek mengurungkan niat untuk memberikan Anderson group pada Albert, dan masih mengelola Anderson group seorang diri. Semua orang yang sudah menikah akan diberikan bagian perusahaan masing-masing, yaitu anak perusahaan dari Anderson group.

Namun berbeda dengan Albert, ia hanya diberikan hak untuk mengelola salah satu anak perusahaan yang tidak terlalu besar yaitu SJ group. Albert tidak diberikan hak, tetapi hanya diangkat menjadi presdir sedangkan kepemilikannya masih atas nama ayahnya.

...━━━ Jerat Cinta Wanita Penggoda ━━━...

Suka dengan cerita ini?

Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!

Terimakasih and love you full.

With love,

Khalisa🌹

1
Ella Ardani
menarik
Lilis
bgs
May Nia
bagus lain Dr pada yg lain
Sarah Tetep Anik
pasti Ray
Uti Matum Muflifat
semangat ya author
aku akan menunggu karya berikutnya
Khalisa: Terimakasih sudahh mampir
total 1 replies
Tantikna
mampir dulu
Khalisa: Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!