Pada tahun 1922, di desa Bavaria. Keluarga Gruber ditemukan tewas tanpa kepala, banyak dari pihak penyidik mengasumsikan jika mereka kemungkinan digilir masuk ke dalam gudang dan dilenyapkan.
Franz, detektif sekaligus selaku anak kedua dari keluarga Gruber, ia harus menyelidiki pelaku kematian anggota keluarganya. Namun, siapa sangka dibalik kematian keluarga Arsya Nur't, kasus pertama yang ia tangani ada campur tangan dengan anggota keluarganya, bagaimana jika ternyata Frissca ada sangkut pautnya dengan kasus kematian temannya? Sebelum keluarga mereka dibunuh secara massal, pada 31 Maret 1922 itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mn_Ikye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hinterkaifeck; 16
Siang itu juga, pihak Polisi kembali memanggil Maria, seorang Asisten pertama keluarga Gruber, meski pun mereka cukup lama mencari alamat tempat kerja baru atau tempat tinggal Maria. Setidaknya mereka berhasil menjemput Maria untuk wawancara, sementara pihak lain sudah mengamankan Lorenz Schlittenbauer ke kantor Polisi—Franz yang saat ini duduk ditemani Jaksa Pop berhadapan dengan Lorenz Schlittenbauer di dalam ruang interview investigasi.
Sementara polisi Rasmus mulai menyusun kronologi dalam otaknya, atau bahkan meminta bantuan dengan Andreas dan Wilona. Rasmus menulis beberapa kalimat di atas kertas cokelat, dengan bantuan Wilona selaku Dokter labolatorium yang masih sempat melakukan pengecekan ulang pada TKP itu, selain itu, keterangan baru dari orang-orang yang bersaksi cukup membantu.
"Tn. Jacob Sigi mengatakan padaku, jika kalian telah mendobrak pintu gudang sebelum memasuki gudang dan menemukan empat anggota keluargaku tewas, setelah itu Anda juga diduga membuka pintu rumahku dengan kunci hingga masuk ke dalam rumah secara sendirian setelah meminta Tn. Michael Poll menghubungi Polisi, rupanya Anda cukup hapal kunci yang mana dan letak ruang di rumahku." Franz memicingkan sedikit matanya, ia sangat yakin Lorenz Schlittenbauer pasti bertanggung jawab atas pembunuhan keluarganya.
"Yap, itu benar Tn. Franz, apa Anda lupa jika aku kekasih Victoria Gabriel? Aku juga tetangga yang paling dekat dengan rumah keluargamu. Sudah sangat jelas aku tentu tahu, lagi pula kunci rumah kalian pasti kudapatkan dari Victoria." itu keterangan yang diucapkan oleh Lorenz Schlittenbauer.
Jaksa Pop menilai setiap gerak-gerik dan postur tubuh hingga cara duduk Lorenz Schlittenbauer yang terkesan aneh, "Kunci rumah diberikan langsung oleh Victoria Gabriel padamu Tn. Lorenz Schlittenbauer? Apa alibinya karena Anda dan Victoria Gabriel adalah pasangan, betul begitu?" pertanyaan itu secara spontan keluar dari mulut Sang aksa. Lorenz Schlittenbauer mengangguk angkuh.
Franz menatap intimidasi, "Kurang meyakinkan, baiklah akan kami pertemukan Anda dengan Maria, selaku asisten rumah tangga keluarga kami yang pertama kali."
Pintu ruang interview investigasi telah terbuka, seorang polisi mempersilahkan Maria pembantu pertama keluarga Gruber. Maria terlihat duduk di kursi yang bersebelahan dengan tersangka Lorenz Schlittenbauer, Maria mengambil napasnya besar kemudian mengeluarkannya perlahan, "Pertama-tama aku ikut berduka dengan kematian keluarga mu Tn. Franz, aku sangat tidak menyangka jika pada malam di tanggal 31 Maret adalah akhir pertemuan ku dengan keluarga mu," Maria memulai kesaksiannya.
"Malam itu, aku mendengar suara derap kaki lagi di loteng, seperti biasanya. Nyonya Cazilia dan Tn. Aaric memberi makan kuda di kandang, sementara Frissca berada di dalam kamarnya, Victoria berada di dapur bersama dengan Josef putranya sedangkan aku menyalakan lampu. Aku merasa rumah memang benar-benar berhantu, aku berteriak setelah aku memeriksa sendiri loteng—aku bergegas menuju kamarku dan membereskan barang-barang ku pada saat malam itu. Tekad ku bulat untuk berhenti bekerja setelah percaya jika rumah memang berhantu," Maria menekukkan wajahnya, ia mengeluarkan napas yang begitu memburu.
Franz dan jaksa Pop masih menunggu kelanjutan kisahnya, "Aku pergi dengan persetujuan dari keluarga mu. Ku dengar setelah kepergian ku malam itu, Nyonya dan Tn. Gruber sepakat meminta pengganti asisten rumah tangga, yang mungkin telah tewas bersama dengan Josef di kamarnya. Selama aku bekerja di rumah itu, kerap kali aku kehilangan kunci beberapa ruangan, aku juga sering mendengar suara aneh di loteng." Maria berhasil menuntaskan kisahnya pada hari ini.
"Baiklah bisa disimpulkan jika Anda telah selamat malam pada 31 Maret itu, kami semua pihak yang berwenang dan bertugas telah membulatkan jika keluarga Gruber telah dibantai di malam kepergian Anda." jaksa Pop menanggapi, ia bisa melihat gurat sedih di wajah wanita tua ini.
"Jadi apa benar kunci itu Anda dapatkan dari Victoria, Tn. Lorenz Schlittenbauer? Sementara menurut kejujuran ibu Maria dia kerap kali kehilangan kuncinya, apakah Anda mencuri kunci itu?" tanya beruntun oleh Franz, matanya menyorot sinis terhadap Lorenz Schlittenbauer.
"Hem, apa Anda melihat langsung jika Saya mencuri kunci itu, Tn. Franz? Apa ada bukti penguat?" seperti sebuah kencaman dan berpuluh-puluh peluru panas menembus kulit Franz, justru perkataan Lorenz Schlittenbauer menjadi pikiran baru yang sedang memproses dan melancarkan akan kata apa yang musti dikeluarkan oleh Franz.
Franz sedikit menahan tawa, "Mudah saja Tn. Lorenz Schlittenbauer, Anda mungkin masuk ke dalam rumahku menggunakan kunci cadangan yang Anda bilang diberikan langsung oleh Victoria, pertama kali yang menemukan jika semua anggota rumah tewas adalah Anda. Menurut kesaksian Michael Poll Anda mengalihkan posisi jasad saat Anda menemukan, dan Anda tahu? Kami punya teori yang bagus." Franz melirik ke arah Jaksa Pop. Yang diberikan lirikan mengambil napas.
"Kami berasumsi, jika Anda memindahkan jasad di gudang dengan tujuan merusak TKP agar kasus ini tidak terpecahkan, sehingga saat kami datang seolah-olah jasad mereka sudah terletak demikian seperti yang kami lihat. Semua jasad dikatakan oleh Dokter Johann Baptist Aumuller, kehilangan kepala mereka. Lantas apakah Anda yang menyembunyikan kepala mereka itu? Setelah membunuhnya." Jaksa Pop ikut menatap penuh selidik pada Lorenz Schlittenbauer yang memang sangat mencurigakan sejak awal kali kasus ini diketahui.
Bayangkan, bagaimana bisa Lorenz dengan mudahnya masuk ke dalam rumah dengan menggunakan kunci, dan Lorenz Schlittenbauer juga bahkan hapal kunci yang mana yang cocok untuk membuka pintu ini dan pintu yang itu, bukan hanya saja masalah kunci. Keterangan dari Tn. Jacob Sigi bahwa mereka mendobrak pintu gudang untuk masuk—seolah-olah Lorenz Schlittenbauer sudah sangat tahu jika keberadaan keluarga Gruber ada di dalam gudang. Ingatkah kalian akan sesuatu? Ketika satu per satu anggota keluarga Gruber dipanggil ke kandang kuda oleh anaknya yakni Frissca, setelah mereka (keempat korban) terkumpul yang lebih dulu pergi ke gudang adalah Frissca.
Padahal sudah jelas gudang penyimpanan makanan ternak telah dikunci gembok oleh Aaric sebelum ia meninggalkan. Bagaimana dengan mudahnya Lorenz Schlittenbauer mendapatkan kunci memberikan kecurigaan—tidak sampai ditahap itu, setelah penggeladahan isi rumah keluarga Gruber, tepat di dalam kamar Victoria Gabriel, pihak berwenang menemukan akta kelahiran. Victoria menuliskan jika orang atas nama Lorenz Schlittenbauer adalah Ayah dari putranya yakni Josef—Lorenz Schlittenbauer seorang duda dan diduga kekasih Victoria.
Lalu apa kita harus meninggalkan teori tentang hubungan inses antara Victoria dengan Dad-nya yakni Aaric Gruber? Tidak, kita tidak bisa menenggelamkan teori itu, meski akta yang dituliskan Victoria jika Josef (2 tahun) adalah anak dari Lorenz Schlittenbauer. Sedangkan kasus inses-nya sudah tercatat di pengadilan setempat. Jadi sebenarnya, Josef putra Victoria Gabriel adalah anak Aaric Gruber atau Lorenz Schlittenbauer? Itu bahkan tidak bisa diselidiki lebih lanjut lagi.
"Bukan itu saja, Bu Maria juga bilang sebelum kejadian ia kehilangan kunci khusus, yakni kunci utama rumah. Kurasa tidak mungkin Victoria memberikannya juga, kan? Tepat di hari penemuan jasad, Anda masuk saat Tn. Jacob Sigi dan Tn. Michael Poll bertanya kenapa Anda masuk, Anda menjawab jika Anda mencari putra Anda yakni Josef," sarkas yang berakhir tanya oleh Franz, sebelum Lorenz Schlittenbauer menemukan jika Josef (2 tahun) tewas memang pada saat itu ia diberikan pertanyaan oleh dua orang yang bersamanya pada saat itu.
"Jujur saja sekarang Tn. Lorenz Schlittenbauer, kalau memang Anda yang menghabisi nyawa keluarga Gruber, apa motif mu melakukan ini?" Jaksa Pop berusaha menggali sedikit demi sedikit agar Lorenz Schlittenbauer terpancing untuk jujur.
Sialnya Lorenz pergi meninggalkan ruang interview investigasi tanpa izin. Kelakuannya itu semakin membuat pihak berwenang curiga pasalnya jika orang tidak merasa bersalah mana mungkin dengan mudah pergi begitu saja. Beberapa Polisi yang mendengar suara Franz jika Lorenz Schlittenbauer hendak melarikan diri langsung menangkap tubuh Lorenz Schlittenbauer sebelum benar-benar pergi.
"Aku tidak bersalah, persetan membahas kematian orang lain jika aku tidak punya keterkaitan dengan mereka!" ucap Lorenz Schlittenbauer, terdengar murka.
"Jika Anda tidak bersalah, lantas kenapa Anda pergi disaat kami masih melakukan interview? Anda mencurigakan sejak awal sekali kasus ini terbuka, Anda orang yang paling tahu seluk beluk rumah selain Tn. Franz." itu kata Jaksa Pop.
Lorenz Schlittenbauer menggeram, "Kecurigaan kalian terlalu berlebihan! Cari saja faktanya sampai ke ujung bumi!" seperti perkataan yang meremehkan. Lorenz Schlittenbauer akhirnya dibiarkan lepas malam itu, pihak Polisi akan terus mengawasi Lorenz Schlittenbauer—jika Lorenz Schlittenbauer tiba-tiba menghilang dalam semalam atau dua hari maka sudah dipastikan jika Lorenz Schlittenbauer pelakunya.
...🗞️🗞️🗞️...
Meski pun malam sudah kian larut, pihak yang bertugas akan mengadakan kembali rapat tertutup. Tapi sebelum rapat dimulai, Franz menyempatkan untuk masuk ke dalam ruang kerja pribadi yang juga tempat istirahat Franz, mata Franz melihat ke arah anak laki-laki tujuh belas tahun duduk di pinggiran kasur. Terlihat dari wajah Andreas jika anak itu sedang dalam kegundahan.
"Tn. Franz, aku ingin pulang." kata itu bergemuruh di telinga Franz.
"Kau tak mau bersama denganku di sni, Andreas?" tanya Franz, kasur melesak ketika Franz ikut duduk di sebelah Andreas.
"Aku takut menganggu pekerjaan kalian." jawab singkat Andreas, sekenanya saja.
Franz menempelkan telapak tangannya di pucuk kepala Andreas, "Baiklah jika itu kemauan mu, besok sore ku usahakan Polisi mengantar mu. Andreas." setelah berucap demikian, Franz beranjak—keluar dari ruang kerja pribadi karena ia sadar jika rapat akan segera dimulai.
Wilona melihat raut wajah kusam Franz setelah keluar dari ruang kerja, Wilona yang tahu diam-diam hubungan antara Andreas dan Franz hanya mampu menebak jika dua orang itu sedang bermasalah. Wilona meletakkan teko berisi teh hangat, ada juga semangkuk kue kering yang sengaja diletakkan di sana. Cuaca musim dingin akan semakin memburuk saat malam kian larut, itulah mengapa beberapa Polisi lain memilih menambahkan lebih banyak lagi kayu di perapian.
Wilona menuang teh itu ke masing-masing gelas, akankah baiknya malam ini rapat tertutup kenegaraan dilakukan dengan sedikit bersantap kue kering. Rasmus meletakkan gelasnya, setelah berhasil menelan beberapa teguk teh—anggota lain mulai memasang tampang yang serius, rapat pasti akan segera masuk dalam pembahasan kronologi kejadian menurut kesaksian dan juga asumsi. Jangan lupa, Maria sudah sejak tadi dipulangkan.
"Aku, Wilona, dan bocah tujuh belas tahun mendapatkan sedikit kronologi yang mungkin bisa jadi sama dengan kejadian nyata. Kemungkinan pelaku melakukan semacam pancingan saat melakukan aksinya, semisal menyakiti hewan ternak seperti kuda—sehingga menimbulkan kebisingan pada malam itu lal..." tidak bisa dipaksakan untuk diteruskan Rasmus akhirnya mengalah dengan menelan ludah sementara peserta rapat menunggu kelanjutan kronologi sementara buatannya.
"Lalu salah satu orang rumah mendatangi keributan di kandang kuda. Saat salah satu dari anggota keluarga datang ke kandang kuda, ia kemudian dibawa oleh pelaku ke gudang penyimpanan makanan ternak. Nah, di sana orang pertama ini sudah dibunuh, karena cukup lama orang pertama tidak kembali, satu per satu dari anggota keluarga Gruber mulai mendatangi kandang sebelum akhirnya digilir dibunuh di gudang itu juga. " Rasmus menelan kembali ludahnya setelah berucap, peserta rapat memikirkan kronologi itu.
Jaksa Pop tertegun, hingga kemudian mengangkat suara, "Ada sedikit tambahan Tn. Rasmus," ucapnya sebelum masuk ketahap kronologi yang disusunnya. "Coba kita pikirkan sebentar, semisal apa yang dikronologikan Tn. Rasmus benar itu artinya tidak ada perlawanan sama sekali oleh anggota keluarga Gruber. Kemungkinan dengan upaya apa pelaku bisa memperhitungkan jika jarak dari gudang ke ruang tamu—sangat memungkinkan teriakan manusia tidak terdengar jelas. Nah, setelah pelaku berhasil membunuh keempat orang korban di gudang dengan menggilir, pelaku masuk ke dalam rumah lalu menghabisi Baumgarterner dan Josef. Anehnya pelaku hapal dengan seluk beluk rumah keluarga Gruber." itu dia yang membuat banyak pihak mencurigai Lorenz Schlittenbauer.
"Sedikit tambahan," pungkas Wilona. Semua peserta lagi dan lagi tertuju padanya, "Kemungkinan setelah membunuh empat korban di gudang, pelaku menumpuk jasad korban dan menutupi jasad-jasad itu dengan jerami. Kenapa begitu? Aku sejak siang tadi sudah memeriksa TKP, bahkan seperti yang kami dokumentasikan saat awal kali jasad dievakuasi, jasad itu tertutup oleh jerami. Jika dengan keyakinan, Lorenz Schlittenbauer memindahkan jasad itu—membuat empat jasad yang awalnya tertutup jerami sedikit terbuka karena ulah Lorenz Schlittenbauer itu tadi." semua mata tertuju pada Wilona, peserta memikirkan kesimpulan yang dikatakan Wilona cukup meyakinkan.
"Josef, putra Victoria Gabriel meninggal tanpa kepala di keranjang bayi sementara pembantu baru yakni Baumgartner telah meninggal tanpa kepala di tempat tidurnya. Maka sangat jelas jika semua korban dibunuh secara tiba-tiba, kita sudah mengasumsikan jika ini perampokan tapi ketika menemukan sejumlah uang, teori itu kita tinggalkan. Kita semua telah mencurigai Lorenz Schlittenbauer, tapi kita tidak punya bukti yang lebih kuat." semua peserta rapat mendengarkan penuturan Franz.
"Itulah masalah utamanya, tapi Tn. Franz, suami Victoria Gabriel, apa mungkin dia juga terlibat dalam kasus ini? Bukankah mereka bercerai?" pertanyaan Wilona yang secara tiba-tiba langsung membuat semua mata menatapnya.
Franz berusaha mengingat, "Oh! Maksudmu Karl Gabriel? Tidak, dulu sekali pada tahun 1914 suami Victoria atau Karl diberitakan telah tewas dalam perang dunia satu—kabar simpang siur ini kemudian menjadi pembicaraan masyarakat pada tahun itu, sebab ada yang bilang jika jasad Karl Gabriel telah ditemukan berupa tulang belulang. Hingga diputuskan jika Victoria Gabriel dan Karl Gabriel telah bercerai mati." Franz berusaha menerangkan, kejadian itu seingatnya ia baru saja memasuki sekolah jenjang pendidikan menengah atas.
Rasmus berpikir sebentar, "Pada saat itu, banyak masyarakat desa Bavaria tidak menyakini bahwa Karl Gabriel telah tewas dalam perang dunia satu, kan? Coba kita berpikir sedikit logika," Rasmus mengelus-elus daguya yang sudah menumbuh beberapa bulu pendek.
Semua peserta mencoba untuk memikirkan secara logika, Rasmus menjentikkan jarinya, "Begini rekan-rekan, ini secara logika. Jika memang benar bahwa Karl Gabriel tidak tewas dalam perang dunia satu—perkataan masyarakat desa Bavaria cukup menjadi tolak ukur kita, lagi pula korban dalam perang beratus-ratus korban jiwa, jadi sangat tidak mudah mengenali yang mana jasad Karl Gabriel dan yang mana yang bukan. Jika benar Karl Gabriel masih hidup, artinya ia bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Sekarang kita punya dua teori sekaligus, pelaku antara Lorenz Schlittenbauer seorang kekasih sekaligus tentangga atau Karl Gabriel yang kebetulan masih hidup."
––––––––––